Feature
Kampus
Mahasiswa
Pariwisata
Pendidikan
Mengangkat Potensi Taman Wisata Kencana Abadi sebagai Penggerak PAD Kabupaten Sarolangun
APERO FUBLIC I Di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan. Kabupaten Sarolangun dianugerahi kekayaan alam yang beragam, namun belum seluruh potensinya dikelola secara optimal. Salah satu destinasi yang layak mendapat perhatian lebih adalah Taman Wisata Kencana Abadi di Desa Meranti Baru, Kecamatan Mandiangin.
Keberadaan destinasi wisata ini menjadi bukti bahwa Sarolangun memiliki daya tarik yang mampu menarik kunjungan masyarakat. Suasana alam yang hijau, udara yang sejuk, dan lingkungan yang masih asri menjadi nilai jual utama. Namun, potensi tersebut akan sulit berkembang apabila tidak diikuti dengan strategi pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan.
Dalam konteks pembangunan daerah, pariwisata bukan sekadar tempat rekreasi. Pariwisata merupakan sektor ekonomi yang mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect). Ketika jumlah wisatawan meningkat, berbagai sektor lain ikut berkembang. Pedagang makanan dan minuman memperoleh lebih banyak pembeli, pelaku UMKM dapat memasarkan produk lokal, jasa transportasi memperoleh pelanggan, hingga masyarakat sekitar memiliki peluang membuka usaha baru. Aktivitas ekonomi tersebut pada akhirnya akan meningkatkan penerimaan daerah melalui pajak dan retribusi.
Sayangnya, pengembangan destinasi wisata di daerah sering kali masih menghadapi berbagai kendala. Infrastruktur yang belum memadai, akses jalan yang perlu ditingkatkan, fasilitas umum yang terbatas, hingga promosi yang belum maksimal menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Padahal, wisatawan saat ini tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga kenyamanan, keamanan, dan kemudahan dalam memperoleh informasi mengenai destinasi yang akan dikunjungi.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun perlu menjadikan Taman Wisata Kencana Abadi sebagai salah satu prioritas pengembangan wisata daerah. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memperbaiki fasilitas pendukung seperti area parkir yang memadai, toilet yang bersih, musala, tempat istirahat, papan petunjuk arah, tempat sampah yang memadai, serta sistem pengelolaan kebersihan yang berkelanjutan. Fasilitas yang baik akan meningkatkan kepuasan pengunjung sehingga mereka terdorong untuk kembali berkunjung dan merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain.
Selain pembangunan fisik, promosi juga memegang peranan penting. Di era digital, media sosial menjadi sarana yang sangat efektif dalam memperkenalkan destinasi wisata. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan komunitas fotografi, kreator konten lokal, media massa, hingga influencer untuk mempromosikan keindahan Taman Wisata Kencana Abadi. Konten promosi yang menarik akan memperluas jangkauan informasi sehingga destinasi ini semakin dikenal oleh masyarakat di dalam maupun luar Provinsi Jambi.
Pengembangan sektor pariwisata juga harus melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Masyarakat sekitar dapat diberdayakan melalui pelatihan pengelolaan wisata, pelayanan kepada pengunjung, pengembangan UMKM, hingga pemasaran produk khas daerah. Kehadiran wisatawan akan menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha kuliner, penyewaan perlengkapan wisata, penjualan suvenir, maupun jasa lainnya. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pemerintah daerah melalui peningkatan PAD, tetapi juga oleh masyarakat secara langsung.
Tidak kalah penting adalah menjaga kelestarian lingkungan. Pengembangan wisata harus mengedepankan prinsip keberlanjutan agar keindahan alam tetap terjaga. Pengelola perlu menerapkan pengelolaan sampah yang baik, menyediakan fasilitas kebersihan, membatasi aktivitas yang dapat merusak lingkungan, serta mengedukasi pengunjung agar ikut menjaga kebersihan kawasan wisata. Lingkungan yang bersih dan nyaman akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Kolaborasi juga menjadi kunci keberhasilan. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), akademisi melalui kajian dan inovasi, komunitas pariwisata, serta masyarakat perlu dilibatkan dalam pengembangan destinasi wisata. Dengan sinergi berbagai pihak, pengembangan wisata akan lebih efektif dan berkelanjutan.
Potensi wisata yang dimiliki Sarolangun merupakan aset yang sangat berharga. Apabila dikelola dengan baik, Taman Wisata Kencana Abadi dapat berkembang menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya dikenal di tingkat kabupaten, tetapi juga di tingkat provinsi. Lebih dari itu, keberhasilan pengembangan wisata akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah dalam mengelola potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan. Taman Wisata Kencana Abadi merupakan salah satu potensi tersebut. Dengan pengelolaan yang tepat, destinasi ini dapat menjadi simbol kemajuan pariwisata Sarolangun sekaligus motor penggerak ekonomi daerah di masa depan.
Oleh: Agus Juniarsyah
Mahasiswa Universitas Nurdin Hamzah Ilmu pemerintahan.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment