Mari Kita Hijrah


Hijrah dalam Islam adalah perpindahan dari suatu keadaan yang tidak baik, dari lingkungan yang buruk, menjauh dari orang-orang zalim ke tempat yang lebih baik. Hijrah pertama dalam Islam pada tahun 615 Masehi adalah kepergian sekelompok orang-orang muslim awal dari Mekah ke Abbisinia. Sekitar sebelas keluarga dan kemudian diikuti oleh 83 orang muslim angkatan pertama.

Kelompok hijrah pertama ini diikuti sahabat terkemuka Utsman bin Affan. Mereka mendapat suaka dari raja Najasi yang beragama Kristen. Pada tahun 620 Masehi beberapa orang dari Yatstrib (Madinah) menemui Rasulullah SAW di prestival Ukaz (kebanyakan suku Khazraj). Dua tahun kemudian utusan sekitar 75 orang mengundang Rasulullah SAW untuk tinggal di Yatstrib.

Kemudian Rasulullah mengizinkan sekitar 200 orang sahabat untuk berhijrah ke Madinah. Setelah para sahabat tiba di Madinah, barulah Rasulullah SAW pergi ke Madinah, dan tiba pada 24 Sepetember 622. Hijrahnya Rasulullah SAW bukan bentuk pelarian, tetapi suatu bentuk kepindahan yang sudah di pikirkan secara matang. Suatu kepindahan yang diperhitungkan dan memiliki masa depan cemerlang dari dakwah Rasulullah SAW.

Tujuh belas tahun kemudian, Khalifah Umar bin Khatab menetapkan peristiwa hijrah sebagai permulaan tahun Islam atau tahun Qamariyah. Yang dimulai pada 16 Juli tahun Samsiyah. Hijrah telah mebuat perubahan besar dalam dakwah Islam. Bukan hanya kemenangan, tetapi juga kejayaan. Perlahan tapi pasti, kemudian Islam menjadi kuat dan berjaya, yang kemudian menaklukkan Mekah.

Oleh. Tim Apero Fublic
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 9 Februari 2019.

By. Apero Fublic