Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
PKM
Teknologi
Mahasiswa Teknologi Rekayasa Elektronika Polinela Kenalkan Smart Composting System di SMK Gajah Mada
APERO FUBLIC I BANDAR LAMPUNG.– Merespons tingginya volume penumpukan sampah rumah tangga secara nasional berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tim mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berinisiatif menggelar aksi pengabdian masyarakat di SMK Gajah Mada Bandar Lampung (07/05/2026).
Melalui sosialisasi bertajuk "Inovasi Cerdas Pengelolaan Sampah Organik Masa Kini", tim pengabdi menyasar para siswa kelas 10 Teknik Komputer dan Jaringan 1 (10 TKJ 1). Di bawah arahan dosen pendamping Ayang Kinasih, S.Pd., M.Pd., kegiatan ini dirancang sebagai wadah penerapan praktis teknologi Internet of Things (IoT) bagi siswa vokasi.
Para siswa TKJ yang biasanya berfokus pada infrastruktur jaringan konvensional kini diajak memperluas keahlian mereka untuk menyelesaikan masalah lingkungan di dunia nyata.
Di lokasi kegiatan, tim mahasiswa Polinela yang diketuai oleh M. Rizki bersama anggota kelompoknya—Alvin Prawiranegara, Abdul Hamid Awaluddin, dan Zulham Dinarta—membedah langsung arsitektur alat bernama Smart Composting System berbasis IoT. Alat penemuannya ini dirancang khusus untuk mengotomatisasi proses pengomposan sampah organik menggunakan mikroorganisme dekomposer (seperti EM4 dan MOL) secara higienis.
Berbeda dengan metode konvensional yang kerap menimbulkan bau menyengat dan memakan waktu lama, komposter pintar ini memanfaatkan integrasi sensor elektronik dan mikrokontroler. Beberapa keunggulan utama sistem ini meliputi:
Pemantauan Kondisi Fisik Real-Time: Dilengkapi sensor khusus untuk memonitor dinamika suhu dan tingkat kelembapan material secara akurat demi menjaga aktivitas bakteri pengurai.
Kendali Jarak Jauh Nirkabel: Menggunakan konektivitas internet untuk mengirimkan data proses pembusukan serta memberikan notifikasi otomatis ke smartphone menggunakan website blynk saat kompos telah matang.
Sistem Pengomposan Minim Bau: Mengondisikan ruang komposter agar menekan produksi gas amonia, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih dan asri (Green School).
Kegiatan edukasi ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa dari para peserta, terutama saat sesi diskusi interaktif dan peragaan alat dijalankan.
Berdasarkan umpan balik yang dihimpun setelah acara, sebagian besar siswa menunjukkan pemahaman yang mendalam mengenai urgensi pengelolaan limbah domestik serta cara kerja mekanisasi alat ini dalam menghasilkan pupuk organik yang berkualitas.
Tidak hanya itu, para peserta juga menyampaikan ketertarikan yang tinggi untuk mengeksplorasi dan menerapkan teknologi berbasis lingkungan ini ke dalam kegiatan praktik belajar mereka.
Melalui kolaborasi nyata ini, siswa kelas 10 TKJ 1 SMK Gajah Mada diharapkan tidak hanya mahir di bidang teknologi informasi murni, melainkan juga termotivasi menjadi penggerak teknologi hijau (ecopreneur) yang mampu memanfaatkan rekayasa digital demi kelestarian alam di masa depan.
Penulis: M. Rizki
Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika, Politeknik Negeri Lampung.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment