-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic

Percakapan Cahaya Sunrise dan Sunset

Percakapan dengan cahaya adalah tulisan tentang cahaya saat matahari terbit dan terbenam. Bagi yang ingin mengirim kata-kata beserta foto cahaya sunrise dan sunset dapat mengirim melalui kontak Apero Fublic. Mari kita renungi makna dari terbit dan tenggelamnya matahari bagi kehidupan kita. Matahari sesunggunya ciptaan Allah yang sangat luar biasa.

Sejuta pesona mentari senja dan mentari terbit, mari kita ungkapkan agar ada rasa syukur di kehidupan kita. Percakapan Cahaya adalah percakapan antara hati seorang manusi dengan cahaya. Di saat matahari terbit ia memulai harapan baru. Kemudian saat matahari terbenam ia menanti harapan baru. Sunrise atau matahari terbit memberikan cahaya kehidupan, sedangkan sunset atau matahari terbenam memberitahu bahwa hidup itu memerlukan cahaya.

Matahari mengajarkan arti rindu pada kita, matahir juga mengajarkan bahwa saat bertemu dan berpisah hendaklah kita akhiri dengan keindahan. Coba perhatikan saat sunrise, cahaya matahari memulai, menyapa dengan keindahan di upuk timu, begitupun saat dia mengucapkan salam perpisahan di senja hari, matahari memberi cahaya seja yang indah. Sehingga hati kita begitu damai saat melepas kepergiannya, di balik gelap yang merayap.

Kitapun berharap bahwa besok matahari akan kembali lagi. Warna-warni di upuk barat adalah salam perpisahan untuk kita. Merayap perlahan, kemudian sang pencipta juga menghibur kita dengan lantunan azan magrib. Allah tahu kalau kita bersedih kala mentari menghilang. Kemudian Allah ganti dengan cahaya bulan, agar kita tidak berputus asa. Bahwa disetiap waktu ada cahayanya masing-masing dalam menerangi. Matahari mengajarkan bagaimana memulai dan bagaimana mengakhiri.

PERCAKAPAN DENGAN SENJA

Perjalalan Diantara Sunrise dan Sunset.
Aku letih di perjalanan panjang ini. Aku merasakan perih dan pegal kakiku. Sungguh rasanya tidak kuat. Jalan yang mendaki, bebatuan licin, dan jurang di sekeliling. Aku harus menanti hujan untuk minum, dan mencari tetumbuhan sendiri untuk makan dalam perjalanan ini. Memang tidak banyak hal yang aku miliki untuk bekal perjalanan ini.

Melainkan sebekal semangat dan keyakinan, bahwa aku suatu hari nanti akan sampai di sebuah tempat padang berumput. Di sana ada kolam air yang jernih, dan sungai yang mengalir serta banyak ikan-ikannya. Perbukitan dan pepohonan hijau, di huni berbagai hewan-hewan.Di sanalah, aku akan mengakhiri hidup.

Kemudian banyak merenungi dosa dan kesalahan masa lalu. Aku berdoa dan memohon ampun kepada Allah. Semoga, dalam perjalanan yang sulit ini aku bertemu dengan seseorang yang mau menemani dengan ikhlas. Memang selama ini ada yang hendak menemani, namun mereka lebih memilih berhenti lalu berpisah di persimpangan jalan. Walau sedih dalam perpisahann itu, tetapi aku tetap harus melanjutkan perjalanan ini.

Sekarang aku tiba di sebuah tanah lapang kecil. Sebuah batu yang dapat aku duduki. Aku beristirahat sejenak, sebab hari akan malam. Aku menanti salam merah dari sang surya. Warna senja yang merona. Yang pamit dalam kegelapan malam. Aku akan bersabar di sini, menanti sang surya terbit kembali. Lalau aku melanjutkan perjalanan lagi, lagi dan lagi.

Oleh. Joni Apero.

Editor. Selita. S. Pd.
Palembang, 4 Januari 2019.
Percakapan Dengan Sunrise
Aku terjaga di waktu gelap malam. Aku membuka jendela, yang ada hanya kegelapan. Sedikit bintang di langit, bulan tak nampak. Kokok ayam belum terdengar. Hingga aku memili, berwuduh dan bersujud. Sejuta resah aku hempaskan di sepertiga malam ini. Aku yang letih dari semua ambisi dan nafsu kehidupan, mencoba melepaskan dengan keikhlasan hati.

Mencoba mengerti dengan kekalahanku, kehilafanku, kegagalanku, dan berbagai luka-luka oleh lidah orang-orang. Sujud kedua, setelah itu, selesai panggilan merdu dari sebuah menara yaitu azan subuh. Dalam damai aku meraup dinginnya air sungai. Di atas sajadah, perlahan doa aku sambung kembali. Lalu aku bangkit dengan sejuk, sesejuk oksigen di pagi ini.

Aku melangkah dengan segala semangat. Aku berharap dengan semua kebaikan. Aku persiapkan perbekalan di hari ini. Menyonsong hajat dalam beribadah dan berjuang. Bekal semangat, bekal sabar, bekal keihklasan aku persiapkan. Melangkahlah aku kebukit yang tinggi itu. Perlahan mendaki, dan sabar dengan sumua rintangannya.

Saat tibah aku dapat berjumpa dengan cahaya. Tersembul merekah di upuk timur, merah meyalah dibalik gelap. Mentari pagi mulai datang pikirku. Dia akan menemani sepanjang hari ini. Menerangi semua aktivitas, sampai dia kembali pamit lagi di senja hari. Aku bahagia berjumpa kembali dengan matahari pagi ini.

Semoga aku berjumpa lagi dengannya esok hari. Terimakasih mentari, sudah menerangi kami. Tinggal aku menerangi hatiku dengan mentari yang lain. Sebuah Al-Quran kecil dan terjemahannya yang selalu aku bawa. Semoga terang hidup ku, dengan dua penerbit cahaya, matahari dan hikma Al-Quran. Yang sama-sama menerangi kegelapan kehidupan dunia. Akupun melangkah, memulai hari dengan senyuman bahagia.

Oleh. Joni Apero
Palembang, 5 Januari 2019.
Editor. Desti. S. Sos.
Foto sunset oleh. Nur Aisyah. Lahat, Sumatera Selatan, Indonesia.
Berbincang Kalbu Dengan Sunset
Hari ini, mulai berakhir dengan perlahan. Aku kegerahan dalam lelah yang berkepanjangan. Aku tidak mengerti dengan kehidupan ini. Aku berpikir akulah yang paling malang dan sial. Aku berteriak, aku menjerit, aku meronta-ronta. Adilkah tuhan, adilkah Allah, jerit batin ku. Mengapa aku, mengapa harus aku, kenapa aku begitu malang. Kenapa aku tidak pernah bahagia seperti mereka, kenapa? Kenapa? Kenapa?. Begitulah jeritan hidupku, sepanjang waktu.

Tangis tiada henti, sepangang aku ingat. Semua orang tidak ada yang mau mengerti, tidak ada yang peduli, tidak ada yang dapat membuat aku damai, semuanya jahat, semua munafiq, semua acu-taacu. Mereka hanya dapat bilang, sabar, sabar, dan sabar. Begitulah kiranya yang aku alami selama hidup ku. Aku duduk merenungi semua itu, di kesunyian ini.

Aku perhatikan senja yang mulai datang. Perlahan langit dan awan di upuk barat berwarna kemerahan. Mulai langit berubah indah dan dalam temaram waktu. Aku berpikir mengapa perlu ada senja, mengapa matahari perlu untuk terbenam. Tetapi ia juga teratur dalam kembalinya. Sepanjang hari ia menemani manusia dalam perjalanan mereka. Mengapa matahari terbenam, karena matahari sayang dengan mahluk bumi.

Dia ingin semuanya beristirahat dan berkasih sayang di waktu malam. Kemudian berpikir tentang apa yang diperbuat hari ini. Apabila itu salah, hendaklah diperbaiki esok hari. Tidak pernah malam mendahului siang, dan begitupun siang tidak pernah mendahului malam. Bagaimana aku menjawab pertanyaan di jiwaku yang serba memberontak, aku tidak dapat menerima kemalangan hidupku.

Aku tahu sekarang, Apabila kita berbuat kesalahan, dosa, kehilafan, terluka maka kita akhiri itu, dengan indah layaknya senja. Di malam hari kita memperbaiki kesalahan itu. Kita bertobat dengan dosa itu, kita meminta maaf dengan khilaf itu, dan apabila terluka, kita obati juga luka itu di malam hari. Mungkin ada sedikit tangisan.

Kemudian kita istirahatkan hati, lalu kita memulai kehidupan yang baru di esok hari, seakan matahari terbit. Dan apabila kemalangan itu berulang kembali, belum juga berakhir. Kembali kita melakukan hal yang sama, akhiri dengan indah seperti senja. Lalu besok pagi kita kembali dengan kehidupan baru seakan matahi terbit. Apabila terus berulang kemalangan itu, maka kita lakukan kembali itu.

Akhiri dengan indah seperti senja, dan mulai seperti matahari terbit. Dan lakukan itu terus menerus, sampai kita kapanpun, walau kita sendir dalam kesendirian. Kelak kita juga akan menjadi matahari. Bukan hanya dapat menerangi, tetapi dapat juga memberi cahaya bagi kehidupan dunia. Dia muncul memberi harapan dan mengakhiri dengan indah.

Oleh. Joni Apero
Editor. Selita. S. Pd.
Palembang, 5 Januari 2019.
Foto sunset oleh. Ade Rahmadhania. Pantai Panjang, Bengkulu.
Rindu Jodoh Dibalik Senja
Angin berhembus lembut, menyapa di senja ini. Bergoyang daun dan bunga ilalang. Betebaran bunga itu, memutih di udara. Aku berdiri diantara semak belukar yang rapat. Seekor burung pipit terbang membawa daun ilalang kering. Sebatang pohon pinang yang sudah tua, lagi melengkung tempat ia membangun sarang.

Bila angin berhembus, menjeritlah anak-anaknya. Tetapi induk burung pipit selalu menenangkan anak-anaknya. Dua ekor kupu-kupu berlalu terbang beriringan. Membuat aku iri dengan mereka. Aku dalam kesendirian di lamunan senja ini. Aku tidak mengerti apa yang aku inginkan. Hidupku terasa kurang dan sepi.

Sekian waktu dalam kesendirian, sekian lama melangkah tanpa arti. Aku melangkah saja, tak tahu bagaimana. Seperti ombak tampa suara, seperti gulai tanpa garam. Sungguh aku seperti nahkoda yang kuat, berlayar dilautan yang luas. Tetapi tidak ada air untuk minum, sehingga aku seperti dahaga yang menyekat di jiwa.

Aku melihat kumbang tampa bunga, melihat bungah tanpa kumbang. Bunga tak jadi mekar kalau kumbang tidak datang. Kumbangpun tidak dapat hidup apabila tiada bunga-bunga. Bagaimana kalau seorang lelaki tanpa perempuan. Bagaimana pula perempuan tanpa lelaki.


Senja yang merah merona. Berkelip diantara dua dunia. Dunia gelap dan dunia terang. Aku percaya di sini menyambut gelap, di sana menyambut pagi. Senja merah coba beri penjelasan dengan aku yang berjalan sendir ini. Benarkah dunia ini sepi, atau tidak berpenghuni. Senja merah, sebelum kau melangkah pergi jauh.

Coba berikan aku jawaban dalam kesendirian ini. Aku sesungguhnya takut dengan kebersamaan. Aku tidak tahu, bagaimana mencari seseorang. Senja merah, benarkah jodoh ditangan Allah. Mengapa kami belum bertemu, apakah aku belum pantas bertemu. Aku tidak mengucapkannya pada siapapun.

Tetapi jiwaku yang memanggil-manggil. Senja merah, inilah pikiranku menatapmu. Aku menghibur diri dalam kesendirian. Aku merindui tanpa tahu yang aku rindu. Kata-kata aku soreh ini, hanyalah ungkapan tanpa tahu maknya. Beginilah aku yang merindukan, yang hampa, yang tidak tahu arah. Aku memikirkan siapa jodohku.

Oleh. Nabila Syurma.
Editor. Desti. S. Sos.
Sekayu, 7 Januari 2019.
Ujaran Senja
Senja seolah mengabarkan, bahwa akan tiba saatnya engkau untuk berhenti, lalu merenungi setiap langkah yang telah di mulai hari ini. Kemudian bersiap menemui sang pajar yang menuntutmu untuk menjadi lebih baik, dan tentunya lebih indah. Dari waktu-waktu yang telah berlalu. 

Oleh. Putri Adillah Sari.
Editor. Selita. S. Pd.
Jambi, 28 Januari 2019.
Foto. Putri Adillah Sari.

Matahari Pulang.
Saat matahari sinarnya mulai disembunyikan. Saat sang mentari mulai kembali ke peraduan. Langitpun mulai menampakkan kegelapan. Saat itulah simponi kerja keras, usaha, juga doa yang berlalu dan bernyanyi dalam pikiran. Cahaya itu memang menyilaukan menerangi jagad raya.

Tetapi gelap itu menakutkan. Adakalahnya suatu hal yang ditakutkan kita hadapi tanpa rintangan. Adakalahnya hal yang kita anggap mudah sangat sulit untuk kita taklukkan. Senja itu indah bagi orang-orang yang dapat memetiknya. Senja akan kembali juga dengan hal-hal yang baru. Senja itu kembali dengan membawa tantangan dan rintangan yang kita ceritakan.

Oleh. Nur Aisyah.
Editor. Desti. S. Sos.
Lahat, 28 Januari 2019.
Foto oleh. Nur Aisyah. Sungai Lematang, Lahat, Sumatera Selatan, Indonesia.

Catatan:Untuk teman-teman yang ingin mengirim kata-kata tentang sunset dan sunrise dipersilahkan dan diterimah dengan baik. Asalkan tulisan hasil ciptaan sendiri dan tidak menimbulkan efek negatif apapun. Kiriman tulisan tanggung jawab dari pengirim sepenuhnya.

By. Apero Fublic

Post Populer

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Wakil Bupati Tapanuli Utara Dampingi Wakil Ketua DPR RI Tinjau Posko Pengungsian di Lobupining dan Sibalanga

PT. Media Apero Fublic- Thursday, December 04, 2025 0
Wakil Bupati Tapanuli Utara Dampingi Wakil Ketua DPR RI Tinjau Posko Pengungsian di Lobupining dan Sibalanga
APERO FUBLIC   I  TAPUT .-  Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., mendampingi Wakil Ketua DPR RI, Bapak Cucun Ah…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

Thursday, April 23, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 2025903
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019281

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Amerika Serikat Andai-Andai Angkat Besi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Badan Pemerintah Bali Bandung Bangka Barat Bangkinang Banten Banyuasin Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Beladiri Belanda Belu Belum Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Berita Berita Daerah Berita Daerah Berita Nasional Berita Internasional Berita Nasional Binjai Biruisme Bisnis BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Dairi Daratan Daratan dan Hutan Deli Serdang Desa Dongeng Dongeng Dunia DPR RI DPRD DRPD Dunia Anak e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi Islam Elektronik Energi FASHION Fauna Film Flora Fotografi Gatget Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Info Desa Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik KABAR Kabar Buku Kabar Desa Kabupaten HST KALBAR KALSEL KALTARA KALTIM Kampar Kampus Kanada Karo Kata Mutiara Kepemimpinan Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita kesenian Ketapang Kisah Legenda Kolaka Konawe Selatan Korupsi Kriminal Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhanbatu LABURA Lamandau Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lembata Lewoleba Lingkungan Hidup Lombok Lubuk Linggau Lubuk Pakam Lubuklinggau Mahasiswa Majalah Kaghas Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Medan Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Morut MORUT Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik NTT Ogan Ilir OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Palangkaraya Palembang Panjat Tebing Pantun Papua Barat Daya Papua Selatan Parigi Moutong Pariwisata Partai PDF Pekanbaru Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perkebunan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang Politik Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI Sumatera Selatan PWI Sumsel PWI SumSel Renang Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Sibolga Silat Simalungun Singapura Skil Wanita Smart TV Solok Solok Kota Sorong Sosial dan Masyarakat Sosial Masyarakat Sport Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SUMBAR SUMBER Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tanah Datar Tangerang TANJABAR Tanjung Selor Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPUT Tebing Tinggi Teknologi Temanggung TNI TNI AD TNI AL TNI AU Tokoh Wanita Tradisi UKM-Bisnis UMKM Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Mengenal Buah Raman
    APERO FUBLIC.- Buah raman atau dikenal juga dengan nama buah aman, dan gandario. Buah asli endemik Indonesia ini banyak tumbuh di pulau ...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G
    Oppo A3 Pro 5G selain tahan benturan kuat juga tahan siraman air APERO FUBLIC.- Pihak Oppo telah merilis ponsel pintar terbaru dari seri A...
  • Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.
    APERO FUBLIC.- Raden Kamandaka sebuah cerita rakyat dari dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Cerita Rakyat ini bercerita tentang Keraja...
  • Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio
    APERO FUBLIC.- Bulan Ramadhan 1439 Hijriah telah berlalu, sekitar sebulan lalu. Aktivitas perkuliahan Aisyah dalam libur smester. Kampu...
  • Mengenal Buah Petai
    Apero Fublic.- Petai adalah jenis buah-buahan sayur dan paling terkenal dijadikan ulam. Makan dengan ulam petai sangat menggoda dan men...
  • Mengenal Pohon Serdang
    Proses penganyaman atap dari daun serdang oleh masyarakat. (doc: internet/anoname). APERO FUBLIC.- Pohon serdang merupakan tumbuhan yang san...
  • Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
    Apero Fublic.- Pantun Daerah dari Dataran Negeri Bukit Pendape ini adalah warisan pantun berbahasa Melayu. Hadir dari buah pemikiran ne...
  • Mengenal Sayur Paku Merah
    Apero Fublic.- Kuliner. Paku atau pakis adalah tumbuhan liar di kawasan hutan tropis. Tumbuh merambat dan berkelompok, serta dapat tumbuh pa...

Editor Post

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Dongeng si Kera dan si Bangau. Dari Sulawesi Utara

Dongeng si Kera dan si Bangau. Dari Sulawesi Utara

Saturday, January 18, 2020
Mengenal Masjid Berkubah Tertua di Indonesia

Mengenal Masjid Berkubah Tertua di Indonesia

Tuesday, April 21, 2020
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024

Popular Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019
Mengenal Buah Petai

Mengenal Buah Petai

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Mengenal Sayur Paku Merah

Mengenal Sayur Paku Merah

Thursday, March 18, 2021

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 39 Berita 899 Berita Daerah 1018 Berita Internasional 31 Berita Nasional 951 Brand 117 Budaya Daerah 30 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 27 Cerita Rakyat 12 Cerpen 10 Dongeng 67 Ekonomi 23 Elektronik 21 FASHION 12 Fauna 4 Flora 62 Healthy & Fitness 14 Ibu dan Anak 1 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 3 Jurnalisme Kita 17 Kampus 117 Kesehatan 16 Kisah Legenda 10 Kuliner 21 Mitos 15 Opini 67 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 39 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 48 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 1 Sastra Kita 22 Sastra Klasik 53 Sastra Lisan 13 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 28 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 7 Tablet 20 Teknologi 130 Tokoh Wanita 9 UKM-Bisnis 12 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23 kesenian 4
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us