10/18/2019

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Apero Fublic.- Harimau Sumatera adalah subspesies harimau di dunia. Habitat aslinya adalah Pulau Sumatera. Harimau sumatera dalam bahasa latin bernama Panthera Tigris Sumatera. Pada masyarakat di Pulau Sumatera ada mitos tentang harimau jadi-jadian. Mitos ini muncul karena banyaknya harimau Sumatera. Kemudian rasa takut yang sangat besar terhadap hewan buas ini juga memicu adanya anggapan kalau harimau setengah hewan setengah siluman.

Muncul cerita-cerita seram tetang harimau jadi-jadian. Baik harimau jadi-jadian penjelmaan mahkluk halus. Juga harimau jadi-jadian penjelmaan manusia sakti atau manusia yang ada ilmu kesaktian (mantera), menjadi harimau. Banyak orang-orang masa lalu ingin diakui dapat berubah menjadi harimau.


Aku pernah diceritakan oleh kakek saya waktu kecil. Dia bercerita bagaimana kakek buyut berubah menjadi harimau. Suatu hari kakek buyut ingin mengerjai warga desaku tetangga. Di menuju desa tetangga dengan temannya. Sesampai di desa itu dia melihat ada seekor kerbau sedang makan rumput di tengah lapangan terbuka.

Di sekeliling lapangan yang terbuka itu terdapat rumah penduduk. Banyak penduduk yang sedang bersantai di halaman rumah dan sekitar lapangan. Kakek buyut ingin mencoba ilmu berubah menjadi harimaunya. Setelah selesai membaca mantra harimau jadi-jadiannya dia mencabut gobang dari pinggangnya.

Melangkah menuju kerbau yang sedang makan rumput. Kemudian dia menggorok leher kerbau tersebut. Warga yang melihat kejadian tersebut berteriak. “Harimau, Harimau menerkam kerbau. Itulah yang diteriakkan oleh penduduk sekitar yang melihat. Tikaman pada leher kerbau seakan terlihat terkaman harimau sesungguhnya di mata penduduk.


Ada juga cerita masyarakat kalau suatu masa ada seorang tokoh yang mampu berubah menjadi harimau jadi-jadian. Orang tersebut tinggal di Kawasan Kecamatan Sungai Keruh sekarang. Kadang tokoh ini di sangkutkan dengan hewan peliharaan Puyang-Puyang di Kecamatan Sungai Keruh di kabupaten Musi Banyuasin. Namun ada juga yang bercerita mereka memang orang sakti yang memiliki kemampuan berubah menjadi harimau secara sempurna. Bukan hanya berubah secara penipuan mata (sihir) sebagaimana cerita kakekku.


Puyang Harimau Kumbang adalah tokoh yang dapat berubah menjadi harimau kumbang. Puyang Harimau Belang tokoh yang dapat berubah sebagai harimau belang. Harimau belang adalah bentuk harimau asli Pulau Sumatera. Ada juga Puyang Harimau Putih adalah seorang sakti yang dapat berubah menjadi harimau putih. Orang-orang yang dapat berubah menjadi harimau jadi-jadian ini sangat hebat. Melebihi harimau biasa dan mampu mengalahkan harimau biasa kapanpun.


Ada juga mitos harimau gunung. Harimau gunung adalah salah satu mitos yang menakutkan. Dahulu pernah ada cerita tentang serangan sekawanan harimau ke sebuah Talang masyarakat. Serangan yang hampir menewaskan semua penghuni Talang. Menurut cerita masyarakat serangan tersebut akibat ada warga yang selesai memotong rambut.

Kemudian mereka membakar rambutnya bekas pemotongan. Sehingga bau rambut terbakar terbawa angin dan tercium oleh harimau gunung. Harimau gunung disini menurut pemikiran masyarakat dulu secara luas adalah harimau sakti. Atau harimau yang setenga siluman dan setenga hewan.


Bermacam-macam cerita mitos harimau muncul. Ada juga mitos ilmu harimau jadi-jadian yang bersifat turun temurun. Seperti cerita mitos tujuh harimau jadi-jadian dari tujuh orang satu perguruan. Ketahayulan yang sangat tinggi itu telah membuat orang Melayu menjadi sangat tertutup akalnya.

Karena hidup dilingkaran mitos harimau sebagai mahluk setengah siluman dan setengah hewan membuat orang Melayu tidak mau berburu harimau. Semasa pemerintahan Hindia Belanda memberikan hadia pada penduduk yang berhasil membunuh harimau. Namun itu tidak menjadi daya tarik karena takut dengan lingkaran mitos tentang harimau.


Puncak dari semua mitos tersebut. Membuat populasi harimau sumatera tidak terkendali. Jumlah harimau meningkat jumlahnya. Setiap saat penduduk mendengar auman harimau. Hewan buruan harimau mulai sedikit. Selain karena jumlah harimau yang banyak. Hewan juga diburu oleh manusia.

Sehingga tanpa sadar terjadi komplik manusia dengan harimau. Lahan pertanian terus meluas seiring bertambahnya jumlah penduduk. Banyak harimau yang sudah tua dan kurang gesit lagi berburu. Maka salah satu mangsa yang dapat mudah di taklukkan adalah manusia. Mulailah terjadi komplik nyata antara harimau sumatera dengan masyarakat sumatera.


Dari komplik tersebut, kemudian dikenal dengan gariti harimau, atau krisis harimau. Puncak serangan harimau di Pulau Sumatera antara tahun 1960-an sampai 1980-an. Masa itu dalam sebulan mencapai seratusan orang tewas di terkam harimau di seluruh Pulau Sumatera.

Maka usaha-usaha perburuan dan penangkapan harimau terus menikat juga. Penduduk menangkap dengan umpan jebakan. Berburu dengan senjata tradisional jenis kecepek, dan sebagainya. Memburu dengan senjata otomatis peninggalan Belanda dan jepang. Mitos harimau setengah siluman setengah hewan berakhir. Orang Melayu mulai berani dan akhirnya harimau sumatera menuju kepunahan.

Selain diburu untuk mengamankan hutan sekitar tempat tinggal. Harimau diburu untuk bisnis, seperti hewan peliharaan di sebuah kebun binatang, untuk fashion mantel bulu, untuk sepatu, tas, hiasan dan sebagainya. Sekarang bukan hanya harimau yang hampir punah. Mitos tentang harimau jadi-jadian juga mulai hilang dari ingatan orang-orang Melayu di Pulau Sumatera.


Arti Kata: Gobang: Senjata tradisional masyakart Kecamatan Sungai Keruh. Berupa pedang pendek. Gariti: Gariti dalam bahasa Melayu berarti krisis. Kacepek: Senjata api tradisional masyarakat zaman dahulu.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 19 Oktober 2019.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment