Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

9/27/2022

Mengenal Cerita Bergambar “Selak Majo” dari Apero Fublic

APERO FUBLIC.- Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa si Cerpen Gambar dengan tema “SELAK MAJO” dari Apero Fublic Pers. Penjelasannya kita awali dengan istilah “Selak Majo.” Kata selak dalam bahasa masyarakat di Musi Banyuasin berarti suka, doyan, lahap, dan banyak. Untuk kata majo bermakna makan. Namun kata makan dalam artian tidak baik, dimana orang makan sudah berlebihan dan kelewat batas. Atau kata makan dimana ada rasa tidak suka, bahkan memakan milik orang lain.

Cerita bergambar “Selak Majo” bergambar sederhana menampilkan bentuk wajah tokoh-tokoh saja. Halaman polos dan hanya berisi tulisan dan gambar tokoh. Tidak memiliki latar pemandangan di sekitar. Toko utama Koyong Pando, tokoh kedua Koyong Begau dan tokoh ketiga Koyong Ijau. Koyong dalam bahasa Indonesia bermakna kakak laki-laki. Istilah begau-ijau bermakna keanehan dan keheranan yang tiada taranya pada kejadian sesuatu.

Begau berarti merinding dimana bulu-bulu leher, tangan berdiri karena sesuatu hal. Ijau bermakna hijau dimana warna itu lebih dominan dilihat kita di bumi ini. Itulah, muncul istilah begau-ijau dan dijadikan nama tokoh dalam cerita bergambar berseri Selak Majo.

Nama tokoh Koyong Pando diambil dalam tokoh cerita lisan masyarakat di Musi Banyuasin, Koyong Pando. Dalam cerita lisan, Pando sebagai karakter tokoh yang bodoh namun sangat jujur. Sehingga menimbulkan istilah orang bodoh dengan sebutan Pando. Cerita Pando adalah cerita Pak Pandir versi masyarakat Sumatera Selatan.

Cerpen Gambar Selak Majo akan mengangkat isu-isu yang terjadi di tengah masyarakat. Seperti tentang sosial, politik, hukum, lingkungan hidup, kebiasaan dan lainnya. Keadaan realitas yang dimuat mengangkat hal benar terjadi. Namun cerita tersebut hanya berakhir pada mulut-mulut rakyat kecil. Sebab sulit membuktikan data dan faktanya. Dimana mereka hanya bisa mengomentari dan menilai tanpa tahu berbuat apa.

Masyarakat tahu sandiwara dunia dan sandiwara mereka namun hanya dapat berbincang di warung kopi. Mereka tidak dapat berbuat apa-apa bagaimana memperbaiki tentang itu. Cerita Selak Majo dapat kita istilahkan dengan, Rahasia Umum. Dari itulah, kita angkat dalam cerita gambar SELAK MAJO. Akan dirilis apabila menemukan sumber-sumber masalah. Gambar sederhana dan kata masuk dalam kerangka karya jurnalistik Apero Fublic Pers.



Tim: Apero Fublic
Editor. Joni Apero

Sy. Apero Fublic

9/24/2022

Mengenal Nama-Nama Nabi Muhammad SAW di Dalam Kitab-Kitab Nabi-Nabi

APERO FUBLIC.- Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir dan kedatangannya sudah dikabarkan jauh sebelum kelahiran beliau. Sebagaimana Rasulullah SAW berkata kalau namanya di dalam Al-Quran adalah Muhammad, di dalam Injil Ahmad, dan di dalam Taurat, Ahyad. Di dalam kitab-kitab nabi yang lainnya, nama Rasulullah SAW disebut dalam bahasa Syiria dan Ibrani yang sesuai dengan nama Ahmad, Muhammad, dan Mukhtar.

Di dalam suyuhuf Nabi Suaib as nama beliau adalah Mushaffah yang berarti Muhammad. Di dalam kitab taurat lainnya nama beliau disebut Muhhamanna yang juga berarti Muhammad. Kemudian ada juga disebut dengan Himyata yang berarti nabi dari tanah haram (Mekkah). Kemudian di dalam kitab Mazmur nama Rasulullah ditulis dengan al-Mukhtar dan al-Khatam. Ada bagian lain dalam Taurat dan Mazmur nama beliau disebutkan dengan istilah Muqim al-Sunna yang berarti seseorang yang membangun dan memperkuat jalan ilahi bagi umat manusia.

Di dalam suhuf Nabi Ibrahim as nama beliau disebut Mazwaz. Kemudian di dalam injil nama beliau juga disebut pemilik pedang dan pasukan. Dalam sejarah nabi-nabi hanya Rasulullah yang pernah berperang dalam memperjuangan Islam. Beliaulah yang memegang pedang dan pasukan dalam membelah Islam. Injil juga menyebut beliau dengan seseorang yang menggunakan mahkota. Mahkota dalam maksud ayat tersebut adalah sorban.

Istilah Paraklit atau Faraklit di dalam Injil juga dijelaskan dengan interpretasi ahli kitab sebagai “seseorang yang membedakan antara yang hak dan yang batil.” Yang maka dari itu adalah nama orang yang akan membimbing manusia di masa depan dengan jalan lurus. Kosep tersebut hanya ada di dalam ajaran Islam.

Nabi Isa as, dikutip sebab mengatakan di dalam Injil bahwa ia akan pergi agar Penguasa Dunia datang. Siapa lagi kalau begitu, selain Nabi Muhammad SAW yang telah datang setelah nabi Isa. Nabi tersebut akan menjadi pemimpin umat manusia. Yang akan membedakan yang hak dan yang batil. Nabi Isa as sudah tentu memberikan kabar gembira pada para pengikutnya. “Seseorang akan datang, dan akan tidak ada lagi kebutuhan akan dia. Aku adalah pendahulunya, dan membawa berita baik tentang kedatangannya.”

Pernyataa Nabi Isa tersebut kemudian dibenarkan oleh Al-Quran yang berbunyi; “Dan ingatlah ketika Isa, putra Maryam, berkata: Hai bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah padamu, membenarkan kitab (yang turun sebelumnya), yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang datang sesudahku, yang bernama Ahmad (Muhammad). (61:6)

Disusun: Tim Apero Fublic
Editor. Desti, S.Sos.
Tatagambar: Dadang Saputra
Sumber: Said Nursi. Terj. Sugeng Hariyanto, Mohammad Rudi Atmoko dan Umi Rohima. Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20. RajaGrafindo Persada. Jakarta, 2003.

Sy. Apero Fublic

9/23/2022

Mengenal Museum Penghulu Muhammad Soleh Musi Banyuasin

APERO FUBLIC.- Di Kota Sekayu terdapat sebuah museum yang bertema sejarah dan kebudayaan masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin, masa lalu dan kotemporer. Museum tersebut dinamakan, Museum Penghulu Muhammad Soleh (PMS). Istilah penghulu adalah jabatan keagamaan pada masa Kesultanan Palembang Darussalam sampai masa Kolonial Belanda. Jabatan penghulu tetap dipertahankan karena berkenaan dengan urusan sosial masyakat Islam. Misalnya pernikahan, ibadah, acara-acara masyarakat Islam misalnya yasinan dan lainnya.

Koleksi Museum PMS meliputi artefak, foto kenangan, foto dokumentasi, benda lama, replika. Artefak yang dikoleksi seperti mangkok kuningan, Loyang kuningan, kendi atap, guci, saringan air dari batu, mata tombak, mandau peninggalan puyang. Mandau Puyang Tengah Laman yang disumbangkan oleh Kepala Desa Gajah Mati. Ada juga cucuk use sejenis alat penjalin tikar purun (tikar umbay) yang terbuat dari tulang rusa.

Benda lama, seperti alat musik trampolin, pemutar music klasik atau piring hitam, beliung. Beliung sejenis kapak mata kecil bergagang dahan kayu. Biasanya dibuat dari pohon bernama kandis atau asam kandis agar kuat. Selain itu, dahan kandis bercabang-cabang sehingga mudah membentuknya. Untuk menempatkan mata beliung digunakan anyaman rotan.

Replika yang dipajang, yaitu replika perahu dagang yang bercirikan beratap daun rumbiah. Jenis perahu ini hampir sama dengan perahu kajang yang biasa digunakan di seluruh Sumatera Selatan pada masa lalu untuk berdagang. Kedua replika ponton, sejenis perahu besar yang dapat membawa angkutan cukup besar. Ketiga replika rumah adat atau rumah asli masyarakat Musi Banyuasin. Rumah ini kalau di Kecamatan Sungai Keruh dinamakan uma basepat. Dinamakan demikian karena lantai rumah yang menurun, seperti anak tangga.

Koleksi gambar rumah tokoh-tokoh masa lalu di Musi Banyuasin. Diantaranya, rumah Pangeran H.A. Rivai bin H.A. Hamid, rumah Pangeran H. Anang Mahidin, rumah Pangeran H. Abdul Wahab, rumah Pangeran M. Oemar, rumah Depati Daud, rumah Pangeran H. Anang Mahidin di kecamatan Sanga Desa. Klik disini untuk mengenal sejarah Sanga Desa.

Kemudian masuk masa Musi Banyuasin kotemporer, dimana koleksi berupa foto-foto pemimpin, kegiatan pemerintah, wisata, dan kebudayaan lainnya. Foto-foto yang dikoleksi meliputi foto Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Musi Banyuasin dari waktu ke waktu. Yaitu, Ki. H. Oemar Mustafa periode 1961. H. Abdullah Suin (1972-1977), Letkol CHB (Purn) H. Rozali Harom (1977-1992), Dr. Zainal Ansori (1992-1997), H. Lili Achmadi (1999-2004), H. Sulgani Pakuali S.Ip (2004-2009), Ir. H. Uzer Effendy MS (2004-2009), Riamon Iskandar (2015), AbuSarih, SH. M.Si. (2016-2019). Sugondo (2019-2024).

Kemudian koleksi foto bupati-bupati yang pernah memimpin Kabupaten Musi Banyuasin. Yaitu, H. Usman Bakar (1960-1965), H. Abdullah Awam (1965-1971), Syaibani Azwari (1971-1976), H. Amir Hamzah (1976-1986), Soelistiyono (1986-1991), H. Arifin Djalil (1991-1996), H. Nazom Nurhawi (1996-2001), H. Alex Noerdin (2001-2007), H. Pahri Azhari (2008-2015), H. Dodi Reza Alex Noerdin (2017-2022), Beni Hernedi (2021).

Selain itu, ada koleksi gambar situs makam puyang. Seperti situs makam Puyang Kilat Kemaru, Puyang Depati, Puyang Datu, Puyang Imam Jufri, dan lainnya. Depati atau Pesirah pemimpin marga-marga di Kabupaten Musi Banyuasin. Pemerintahan marga telah ada sejak masa Kedatuan Sriwijaya yang kemungkinan bernama Pedatuan. Pemerintahan marga adalah pemerintahan wilayah yang merdeka bersipat monarki (turun-temurun). Masyarakat yang mendiami wilayah marga masih satu keturunan atau kepuyangan (genalogis). Pemerintahan marga di hapus pada tahun 1979. Masa kekuasaan Orde Baru dengan dikeluarkannya UU No.5/1979.

Di lantai dua terdapat koleksi berupa gambar tempat wisata, karya sastra warga Musi Banyuasin, ruangan bioskop sekaligus tempat teater, sudut baca karya-karya tulis atau dokumentasi Musi Banyuasin. Selain itu, masuk ke museum tidak membayar atau gratis. Halaman depan gedung sering dijadikan warga tempat berolahraga, misalnya senam sehat. Kalau melihat pagar depan terkunci, itu biasa. Sebab, pintu masuk dari samping melalui jalan ke kiri. Lokasi Museum PMS terletak tidak jauh dari menara Muba sejauh kurang lebih 50 meter.

Tunggu apa lagi, yuk kunjungi museum Penghulu Muhammad Soleh di Kota sekayu, ajak teman, sahabat, rekan-rekan anda, keluarga, anak didik. Berwisata, belajar dan bergembira bersama.

Liputan: Ahmad Reni Efita
Editor: Padli, S.Pd.
Tatagambar. Dadang Saputra


Artikel terkait:

Sy. Apero Fublic

9/21/2022

Pelestarian Aksara Ulu: Melalui Pelatihan dan Penerapannya Pada Sandang.

APERO FUBLIC.- Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan (PAU SUMSEL) merupakan wadah kumpulan orang-orang untuk belajar, meneliti, dan melestarikan Aksara Ulu Sumatera Selatan. PAU Sumsel yang telah memiliki payung hukum yang sah melalui kemenkumham di tahun 2020, terus giat melaksanakan beragam kegiatan dan program perkumpulan guna melestarikan, melindungi, menjaga, mengembangkan aksara ulu Sumatera Selatan.

Mulai dari pelatihan, penelitian, pelestarian melalui kaos, papan nama, (name tag), gantungan kunci, serta sosialisasi publikasi, baik secara offline ataupun online. PAU Sumsel juga selalu berkolaborasi dan bekerjasama dengan pihak manapun baik lembaga sosial, lembaga budaya, komunitas, lembaga pemerintah untuk melestarikan aksara ulu Sumsel, sehingga dengan kerjasama dan kolaborasi akan mudah aksara ulu Sumsel berkembang dengan pesat di daerah Sumatera Selatan.

Salah satunya pada tahun 2022, PAU Sumsel mengembangkan program pelatihan dan pelestarian aksara ulu Sumsel pada sandang, melalui program pemerintah yaitu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud RI) Direktorat Jendral Kebudayaan dengan program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK).

Program ini berlangsung selama lima bulan sejak bulan Juli hingga bulan Nopember, diantara kegiatanya adalah Focus Group Discussion yang telah dilaksanakan pada bulan agustus 2022, yang membahas tentang konsep pelatihan Aksara Ulu dan Penerapannya Pada Sandang, dengan para ahli aksara ulu, pengrajin sandang, praktisi akademisi, birokrasi, pegiata budaya, dan kalangan anak – anak muda para mahasiswa,

Bulan September 2022, PAU Sumsel telah menggelar kegiatan pelatihan Aksara Ulu Sumatera Selatan dan Penerapannya pada Sandang (pembuatan batik ulu berbahan alami). Pelatihan ini dilaksanakan di kota Palembang, kabupaten Muara Enim tepatnya di Kecamatan Lawang Kidul desa Darmo, dan kabupaten Ogan Komering Ulu Timur tepatnya di Kecamatan Cempaka desa Campang Tiga Ilir. Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli aksara ulu Sumsel yaitu Drs. Ahmad Rapani Igama. M. Si, dan DR. Wahyu Rizky Andhifani. S.S. M.M, kemudian pengrajin sandang berbahan alami Anggi Fitrilia, serta praktisi Naskah Melayu Muhammad Daud M.A.

Ketua pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan Pelatihan di tiga kota ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang peduli terhadap budaya tulis aksara ulu sumsel dan dapat mendorong minat para generasi muda untuk lebih aktif mensosialisasikan aksara ulu Sumsel serta mengajak pengrajin sandang berbahan alami (Galeri Wong Kito) untuk berkolaborasi dalam mengembangkan aksara ulu Sumatera Selatan.

Sedangkan Nuzulur Ramadhona Ketua Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan aksara ulu dan penerapannya pada sandang merupakan wujud dari keseriusan kami dari PAU Sumsel untuk mengembangkan dan melestarikan Aksara Ulu Sumsel.

Sebagaimana pesan dari Undang-undang pemajuan kebudayaan no 5 tahun 2017, setelah pelatihan kita akan ada launching produk batik ulu pada bulan oktober pekan ke tiga, agar nantinya dapat meningkatkan perekonomian berbasis kearifan lokal di Sumatera Selatan melalui kerjasama dengan pihak pengrajin Sandang berbahan alami yang ramah lingkungan.



Oleh: Vixkri Mubaroq, S.Hum
(Sekertaris PAU Sumatera Selatan).
Editor. Arip Muhtiar, S.Hum
Tatagambar: Dadang Saputra.

Sy. Apero Fublic

9/19/2022

Aksi Tolak Kenaikan BBM di Musi Banyuasin

APERO FUBLIC.- Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) menuai banyak protes oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Protes disampaikan melalui media sosial, tulisan, dan aksi unjuk rasa dari berbagai kalangan kelompok masyarakat. Tidak ketinggalan kelompok masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin juga menyampaikan aspirasi mereka, menolak kenaikan harga BBM (Senin/19/09/2022).

Aksi demo menolak kenaikan BBM tersebut diikuti Organisasi Masyarakat tergabung dalam “Aliansi Masyarakat Muba Menjerit. Diantaranya, DPD Gema Keadilan Muba, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Bidang Kepemudaan PKS Muba, Pemuda Muhammadiya Muba, BEM Poltek Sekayu, BEM STAIR Sekayu, RSZ Assyifa Bayung Lincir, Pemuda Aswaja. Selaku kordinator lapangan Herlizan.

Titik kumpul di stadion Serasan Sekate Sekayu, kemudian bergerak menuju kantor DPRD Musi Banyuasin. Aksi Demo berlangsung didepan gapura gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin. Setelah beberapa waktu masyarakat berorasi menyampaikan aspirasi. Mereka ditemui secara langsung oleh PJ Bupati Musi Banyuasin Bapak DRS. H Apriyadi M.Si dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Musi Banyuasin Sugondo, yang didampingi beberapa anggotanya, diantaranya Iwan Aldes, Musni Wijaya dan lainnya.

Menanggapi tuntutan masyarakat Apriadi menegaskan; agar tuntutan masyarakat disampaikan secara tertulis agar dapat di teruskan ke Pemerintahan Pusat. Setelah kesepakatan bersama (masyarakat, DPRD, Bupati) akhirnya PJ Bupati dan DPRD Muba menerima nota tuntutan masyarakat dan berjanji akan menyampaikan ke Pemerintah Pusat. Suasana aksi lancar dan aman terkendali dalam pendampingan pihak Kapolisian Resor Musi Banyuasin. Setelah selesai, masa kemudian kembali ke titik kumpul dan membubarkan diri secara teratur. (Red)

Liputan: Sujarnik
Editor. Joni Apero

Sy. Apero Fublic

9/15/2022

Mengenal Pohon Balolok

PAPERO FUBLIC.- Pohon balolok juga dikenal dengan nama pohon enau dan pohon aren. Di berbagai daerah di Indonesia pohon enau memiliki bermacam-macam nama. Seperti di Nusa Tenggara dikenal dengan nama pohon tuwa, tuwak dan lainnya. Ada juga daerah yang menamai dengan nau, hanau, paluluk, balolok, biluluk, kabung, juk, ijuk dan sebagainya. Nama latin pohon balolok arengga pinnata dari suku arecaceae. Balolok jenis tanaman palm-palemman, masih sejenis dengan pohon kelapa, sagu, kurma,pinang (Bangka), ibul, dan kelapa sawit.

Pohon balolok memiliki ketinggian rata-rata mencapai 25 meter dari permukaan tanah. Pohon balolok termasuk tumbuhan yang dilindungi undang-undang. Pohon yang sangat banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Masuk kategori pohon yang menyediakan kebutuhan manusia dan pangan. Misalnya, pelepah pohon besar dengan lidi daun besar-besar. Sehingga penduduk menggunakan untuk membuat sapu lidi yang kuat.

Adanya sejenis serabut hitam yang dinamakan ijuk, yang digunakan untuk sapu, untuk atap dan pembersih air. Buah balolok yang mentah tua dapat dijadikan makanan lezat, dikenal dengan kolang-kaling. Kolang-kaling menjadi menu nomor dua setelah buah kurma saat bulan ramadhan umat Muslim di Asia Tenggara. Di pasaran akan bermunculan penjual kolang-kaling sebagaimana buah kurma.

Pada zaman dahulu orang-orang sering mengolah pohon balolok untuk diambil sagunya. Sagu tidak jauh berbeda dengan sagu pohon sagu pada umumnya. Begitu juga saat pengelolaannya dalam proses membuat sagu pohon balolok. Selanjutnya penyadapan tandan muda buah balolok dapat menghasilkan air nira. Air nira diproses dan diolah menjadi air manis kental, yang disebut masyarakat Sumatera Selatan dengan manes kabung. Dinamakan manes kabung, karena cairan olahan air nira kental mirip dengan madu lebah. Madu lebah dalam bahasa daerah Sumatera Selatan disebut manes. Manes kabung dijadikan makanan, untuk pelezat makan umbi-umbian dan pemanis kue dan minuman.

Penyadapan buah balolok muda pada pangkal tandan buah menghasilkan air nira biasanya memakan waktu sehari semalam. Ujung tandan setelah dipukul-pukul beberapa hari, akan meneteskan air. Kemudian di tempatkan wadah yang umumnya bumbung bambu. Air nira berasa manis pada zaman dahulu dijadikan minuman penghangat badan, tapi dalam perkembangannya menjadi minuman beralkohol tradisional yang disebut tuak. Banyak sekali disetiap daerah-daerah pada masa sebelum Islam mengelolah nira menjadi tuak. Setelah masyarakat Indonesia menjadi muslim pengelolaan tuak di tinggalkan. Kebiasaan tersebut tetap di lanjutkan di daerah-daerah yang masih beragama asli dan non muslim.

Pelepah daun enau dapat diambil uratnya yang berupa benang. Dapat dijadikan tali pancing, tali jerat unggas, dan benang. Di daerah batak serat pelepah enau dijadikan senar tali gitar batak. Ijuk dapat juga dijadikan tali dengan cara di pulas. Pulas istilah memintal sesuatu sejenis tali dengan dua bagian, lalu dipilin dengan tangan sehingga menyatu dan menjadi kuat. Pada zaman dahulu tali dari ijuk sangat berguna untuk tali kapal laut karena tahan dengan air laut.

Begitulah pohon balolok atau pohon enau yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat zaman dahulu. Pohon yang berkembang biak dengan biji ini, tumbuh liar di dalam hutan tropis dan kadang ditanam manusia di sekitar tempat tinggal.

Pohon Balolok atau pohon aren tumbuh subur di Asia Tenggara sampai ke kawasan India Timur. Menurut penelitian pohon balolok menyebar dari India ke kawasan Asia Tenggara. Banyak hewan yang menyukai buah balolok seperti musang, tupai dan babi hutan. Saat orang-orang Cina berdatangan ke Pulau Bangka mereka sering memasang jebakan di bawah pohon balolok untuk menangkap babi hutan. Yang sangat menyukai buah balolok yang berjatuhan dari atas pohon.

Bagi anda yang tertarik menanam atau berkebun balolok. Anda sebaiknya mengambil buah aren yang sudah matang. Buah yang dijadikan bibit haruslah buah yang besar dan sudah terlepas dari cangkang buang. Kemudian letakkan buah pada wadah yang baik dan diletakkan ditempat yang sejuk.

Biarkan kulit buah membusuk. Kemudian pisahkan biji buah balolok yang akan dijadikan bibit. Gunakan pasir dan dicampur serbuk gergaji untuk menyemaikan. Lalu, tempatkan semai pada media tanam misalnya folibek. Setelah biji tumbuh dan berdaun baru ditanam pada lahan.

Disusun: Tim Apero Fublic.
Editor. Totong Mahipal
Tatagambar: Dadang Saputra.

Sy. Apero Fublic

9/12/2022

Kabar Kenabian Rasulullah SAW di Dalam Kitab Taurat.

APERO FUBLIC.- Kabar akan datangnya seorang nabi akhir zaman telah sejak masa yang lampau, yaitu pada masa Nabi Musa (as). Kabar tersebut diterima oleh Nabi Musa yang melalui firman Allah SWT, yang kemudian tercatat di dalam kitab Taurat. Taurat adalah kitab yang diturunkan pada Nabi Musa (as) untuk umatnya.

Nama lain dari Taurat adalah lima kitab Musa. Yaitu Keluaran, Kejadian, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Menurut kepercayaan umat Yahudi seluruh isi kitab diturunkan oleh Allah pada Nabi Musa di atas Gunung Sinai. Dalam bahasa Yunani istilah Taurat yaitu, pantateukh. Berikut ini, tentang kabar akan datangnya Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad SAW di dalam kitab Taurat.

“Lalu berkatalah tuhan kepadaku (Musa): …..Seorang nabi akan kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka (yaitu keturunan Ismail), seperti engkau ini. Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, daripadanya akan Aku tuntut pertanggungjawaban. (Ulangan, 18:18-19).

Kemudian ayat ketiga dari Taurat:

“Musa berkata: ‘Ya Tuhanku, Aku telah menemukan dalam Taurat suatu kaum sebagai suatu kaum terbaik dari seluruh kaum, yang akan diangkat untuk kemaslahatan umat manusia; mereka menyeru pada kebaikan dan melarang pada kemungkaran, dan mereka beriman kepada Allah. Jadikan mereka kaum-Ku!. Allah berfirman: ‘Itu adalah kaum Muhammad.” (Ali al-Qari, ibid. 1:746).

Hal demikian sangat jelas menggambarkan kaum Muslimin. Dimana hanya umat Islam yang dikenal sebagai rahmatan bagi seluru alam dan menegakkan amar makruf nahi munkar. Sebagai catatan didalam kitab-kitab tersebut nama Muhammad tertulis dalam bahasa Syria, seperti: Mushaffah, Munhamanna, Himyata. Nama Muhammad dengan jelas disebut hanya di beberapa bagian, namun orang-orang Yahudi yang dengki mengubah acuan-acuan ayat dan nama yang mengarah ke Nabi Muhammad SAW.

Disusun: Tim Apero Fublic
Editor. Desti, S.Sos.
Tatagambar. Dadang Saputra.

Sy. Apero Fublic