Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

7/21/2022

DONGENG WOLIO: Asal Usul Pohon Enau

APERO FUBLIC.- Pada zaman dahulu, hiduplah seorang putri yang sangat cantik di suatu kampung di lereng pegunungan. Karena kecantikannya membuat semua pemuda tertarik saat melihatnya. Apabila berjumpa orang-orang akan terpaku melihat dirinya.

Pada suatu hari diadakan sebuah acara keramaian di kampungnya. Putri cantik itu datang untuk melihat-lihat. Dalam kesempatan itulah seorang pemuda menyatakan perasaannya dengan sindiran-sindiran. Tapi sudah menjadi sifat wanita, kalau dia tidak akan mau menjawab langsung. Tetapi gerak dan tingkah lakunya menandakan keinginan yang tersembunyi di dalam hatinya

Menurut dugaan pemuda itu, putri cantik itu juga menyukainya. Kemudian dia memutuskan mengajak orang tuanya untuk melamar si putri. Putri itu, akhirnya menerima lamarannya. Dengan adat dan istriadat yang berlaku di kampong mereka. Karena tidak baik menolak hajat orang yang bertujuan baik. Karena hal tersebut akan membawa dampak buruk padanya di kemudian hari. Maka dari itu, keluarga si pemuda pulang dan mempersiapkan segala kebutuhan untuk pernikahannya.

Di luar dugaan dua hari kemudian datang juga seorang pemuda dan keluarganya dan melamar si putri cantik. Karena lamaran pemuda pertama belum resmi dan pasti sekali. Maka terpaksa si putri cantik juga menerima lamaran si pemuda kedua. Dua hari kemudian kembali datang pemuda melamar lagi. Sampai akhirnya pelamar si putri sudah mencapai empat puluh orang. Keempat puluh pemuda tidak ada yang saling mengenal dan mengetahui kalau si putri sudah dilamar banyak pemuda. Hingga pada suatu hari semua pemuda yang melamar si putri hadir secara bersamaan di rumah putri untuk memastikan lamaran dan kapan pernikahan. Mereka bertanya satu sama lain, dan terkejut karena tujuan sama.

Putri yang cantik itu kebingungan, siapa yang akan dia terima jadi suaminya. Dia tidak dapat menentukan siapa yang akan dia pilih. Oleh karena itu, putri meminta waktu selama tujuh hari untuk menentukan pilihannya. Maka semua pemuda itu pulang dan datang kembali tujuh hari kemudian.

Saat ke empat puluh pemuda itu tiba di rumah putri cantik itu. Keadaan tubuh si putri telah berubah bentuk lain. Kakinya telah tertanam ke dalam tanah dan muncul akar-akar yang kita kenal dengan akar pohon enau.

“Kakanda semua, datanglah tujuh hari lagi. Aku akan menentukan siapa yang akan menikah denganku.” Kata si putri cantik. Keempat puluh pemuda itu kemudian pulang. Tujuh hari kemudian hanya setengah dari mereka yang tiba. Dua puluh orang pemuda menemui tubuh si putri sudah setengah berubah menjadi pohon enau.

“Kakanda semua, datanglah tujuh hari lagi agar Aku bias menentukan siapa yang akan menikah denganku.” Kata putri itu.

Tujuh hari kemudian seluruh tubuh putri cantik itu telah benar-benar berubah. Kuku menjadi akar, badannya menjadi batang, bagian dadanya menjadi buah enau muda, kepala menjadi daun, sedangkan rambutnya menjadi ijuk. Dalam tujuh hari itu juga, sudah ada kemayang yang menggantung dan siap di sadap.

Pada hari yang ketujuh terakhir itu. Yang datang hanya seorang pemuda, dialah yang melamar pertama kalinya. Sedangkan pemuda yang lainnya tidak mau lagi dan mengundurkan diri dari lamarannya. Pemuda itu, akhirnya merawat pohon enau itu. Dia memanen buah enau dan dibuat kolang-kaling. Dia juga menyadap bungah dan mendapat air nira. Kemudian dia jadikan gula merah dan semacam minuman memabukkan. Daunnya dia jadikan sapu lidi. Ijuk dia gunakan menjdi sapu dan atap rumah.

Sebelumnya putri cantik itu menjadi pohon enau, dia bersumpah, “barang siapa meminum airku besok lusa, dia akan merasa pusing dan ketagihan.” Itulah yang kita kenal dengan tuak enau. Pemuda itulah yang benar-benar mencintai si putrid an semua pemuda yang lainnya hanyalah tertarik sebab kecantikannya. Seburuk apa pun rupa kalau disyukuri pastilah ada maknanya.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 21 Juli 2022.
Sumber. M.Arief Mattalitti, Dkk. Sastra Lisan Wolio. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: 1985.

Sy. Apero Fublic

7/20/2022

SASTRA KLASIK: Mengenal Syair Kumbayat

APERO FUBLIC.-
Syair Kumbayat mengisahkan Putra Darman Syah yang bernama Zainal Abidin yang bergelar Fath Al-Arifin. Dia bersahabat akrab dengan anak para menteri, bernama Jafar Sidik, Umar Bakri, Abdullah Sinai, dan Muhammad Muhadin. Zainal Abidin mendapat bekal berbagai ilmu dari ayahnya.

Pada suatu hari Zainal Abidin bermimpi jatuh cinta kepada seorang putri. Kemudian dia pergi mengembara bersama keempat orang sahabat-sahabatnya tersebut, untuk mencari seorang putri yang dia impikan itu. Setelah ditemukan ternyata putri tersebut anak seorang pendeta. Putri itu, bernama Zubaidah dan saudaranya bernama Muhammad Tahir. Selanjutnya, Zubaidah dan Zainal Abidin menikah.

Pada suatu ketika di negeri Cina terjadi peperangan. Dalam peperangan tersebut Zainal Abidin dan keempat temannya tertangkap dan dipenjarakan. Karena pertolongan Zubaidah yang memiliki ilmu kesaktian, Zainal Abidin dapat dibebaskan dari penjara. Peperangan terus berlanjut kemudian, banyak putri-putri Cina yang tertangkap oleh pasukan Zainal Abidin.

Kemudian Zainal Abidin menikah dengan seorang putri Cina bernama Kilan Syah. Kilan Syah mempunyai seorang kakak yang bernama Kilan Suara. Selain itu, Zainal Abidin kemudian menikahi seorang putri bernama Ruki. Putri Ruki adalah teman Zubaidah dan selalu membatu Zubaidah.

Setelah perang, Zainal Abidin, teman-temannya kembali pulang ke Negeri Kumbayat. Kemudian Zainal Abidin diangkat menjadi raja di Negeri Kumbayat. Permaisuri Zainal Abidin bernama Lailah Bangsawan. Putri Zubaidah mendapat kehormatan yang tinggi karena dia telah banyak membantu Zainal Abidin. Dalam kepemimpinan Zainal Abidin, Negeri Kumbayat berkembang dan maju dengan pesat.Berikut cuplikan dari Syair Kumbayat.

1.Syair Kumbayat
Alhamdulillah maka tersebut.
Membaca dengan lidah yang lembut.
Janganlah diberi nafas berebut.
Kalimatnya lepas mengenanya luput.
 
Inilah puji yang amat nyata.
Memuja Allah Tuhan semesta.
Handai tolan yakin sekalian kita.
Supa kita jangan mendapat lata.
 
Inilah kisah suatu cerita.
Cerita Raja Kumbayat Negara.
Kerajaan besar tiada terkira.
Banyaklah raja-raja tidak setara.
 
Inilah gunanya ceritanya.
Seorang raja yang sangat besar.
Sultan Darmana Kumbayat namanya.
Memerintah negeri sangat adil.
 
Adil dan murah amat kepalang.
Lengkaplah dengan menteri hulubalang.
Takluknya banyak tidak terbilang.
Menghantar upeti tiada berselang.
 
Adil pandai pendekar Johan Pahlawan.
Gagah berani tiada berlawan.
Seorang muridnya sangat bangsawan.
Memerintah di bawah baginda nan tuan.
 
2.Negerinya besar jalannya tentu.
Dagang seraya buru pun di situ.
Ramainya bukan lagi suatu.
Indah makmur negerinya itu.
 
Beberapa pula saudagar yang kaya.
Berniaga di dalam negeri dia.
Pasarnya dihiasi dengan yang mulia.
Tempatnya orang bersuka ria.
 
……………………………………………………………..
 
153. Raja Muwayat buta dan tuli.
Patut diikat dengan tali.
 
Datangku ini hendak menyerang.
Mari engkau kulawan berperang.
Rakyatku banyak beribu orang.
Beberapa pahlawan pendekar yang garang.
 
Setelah didengar lascar segala.
Maranya seperti api menyala-nyala.
Mudah ketiga sama setala.
Menggertakkan kudanya sama terhela.
 
Seraya bertempik nyaring suara.
Sambil memusing-musingkan cakra.
……….. celaka kafir angkara.
Keluarlah engkau bersegera.
 
Amuklah pahlawan di negeri Kumbayat.
Beranimu itu hendak ku lihat.
Marilah sini segera laknat.
Kafir murtad tidak ………..
 
Setelah di dengar hulubalang ………….
Pahlawan bertempik menderu bahana.
Ia pun marah terlalu hina.
Memacu kudanya ke Padang Sujana.
 
Serta memalu tambur yang besar.
Menggerakkan segala rakyat lascar.
Sekaliannya marah pahlawan pendekar.
Musuh mengamuk terlalu gempar.
 
Kedua pihak lascar pun marah.
Bertikamkan tombak berlontarkan cakra.
Tempik dan sorak tiada terkira.
Sepertikan sampai ke atas udara.
 
Gemercinglah bunyi alat senjata.
Di tengah padang gegap gempita.
Hari yang terang gelap gulita.
Suatu pun tidak kedengaran nyata.
 
Berperanglah kafir Dengan Islam.
Matahari yang bersih menjadi kelam.
Seperti gempa bumi dan alam.
Rasanya dunia sepertikan tenggelam.


Buku syair Kumbayat setebal 207 halaman. Naskah aslinya dialihaksarakan oleh Drs. Muahammad Jaruki dan Drs. Mardiyanto kemudian disunting oleh Drs. Sriyanto. Sebagaimana sastra klasik lainnya, syair Kumbayat digubah seperti puisi. Terdiri dari bait-bait yang setiap bait terdapat empat baris kalimat. Ssusunan bait terdiri dari enam sampai sepuluh bait.

Syair Kumbata terdiri dari 153 susunan bait dan beraksara Arab. Kemungkinan aksara jawi atau aksara Arab Melayu. Buku Syair Kumbayat I diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1996. Naskah asli dapat dijumpai di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta.

Disusun. Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 20 Juli 2022.
Sumber: Muhammad Jaruki dan Mardiyanto. Syair Kumbayat I. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1996.

Sy. Apero Fublic

7/15/2022

Mengenal Sastra Lisan Lamut (Banjar)

APERO FUBLIC.- Sastra lisan Lamut berkembang di tengah masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Sastra lisan Lamut berproses secara alami dalam rentang waktu yang panjang. Sehingga lamut dianggap masyarakat sebagai sastra yang memiliki kekuatan mitos. Lamut menjadi mitra masyarakat Banjar dalam berbagi fenomena kehidupan. Seperti mengobati orang sakit, menghilangkan rasa takut, membuang sial, dan sebagainya.

Masyarakat yang sangat percaya hal-hal tahayul. Sehingga dalam perkembangannya dalam hal penghilang sial, rasa takut, mengobati orang sakit maka sastra lisan Lamut sering dikorelasikan karena sistem sastra lisan lamut begitu melekat pada pola pemikiran masyarakat. Sebaliknya, terdapat pula sorotan tajam agar menghindari sastra lisan lamut. Maka seiring zaman masyarakat Banjar mulai mencari dan mengembangkan kebudayaan lain.

Sastra lisan lamut berkembang dari dasar jiwa masyarakat Banjar. Muncul dari pengalaman pribadi penutur dan pemaduan dengan realitas sekitar seperti kehidupan manusia, alam dan fenomena yang terjadi. Selain itu, seni lamut berkaitan dengan sikap kelompok masyarakat Banjar dalam menganut kepercayaan. Dalam seni lamut ada juga unsur-unsur kebudayaan Hindu.

Kemudian masyarakat Banjar menjadi penganut Islam yang taat. Lalu masuk juga pengaru Islam dalam seni lamut. Tokoh-tokoh dalam seni lamut seperti para dewa dan mahkluk halus. Dalam pelaksanaan pelamutan sebagai bentuk komunikasi dengan para Dewa. Pihak penyelenggara selalu menyiapkan piduduk sebelum gelar lamut dimulai.

Pelamutan dimulai dengan pembacaan matera-mantera. Mantra tersebut menurut palamut cukup penting. Juga beranggapan dengan mantera tersebut  dia mampu dan lancar dalam bercerita atau bertutur. Selain matera juga dilengkapi sesajian yang ditujukan pada mahkluk halus secara tradisional hanya diketahui oleh palamut.

Seiring waktu banyak juga unsur-unsur yang ditinggalkan karena bertentangan dengan ajaran Islam. Apabila dalam rangkaian membayar nazar atau hajat, pagelaran harus menyiapkan seperangkat piduduk dan sejumlah kue tradisional. Secara tradisional piduduk ini menjadi simbol pembayaran nazar. Setelah semua perlengkapan tersedia, barulah palamut mulai bercerita tutur.

Pelamutan selalu dimulai dengan ritual kecil, seperti membakar kemenyan. Sebelumnya palamut juga melakukan persiapan batin. Dimaksudkan agar palamut kuat selama membawakan cerita. Saat pembakaran kemenyan, palamut membaca mantera untuk memikat para penonton. Apabila selesai membaca mantera dan pembakaran kemenyan, palamut kemudian membelah sebiji buah kelapa muda. Kemudian meminum airnya. Kemudian palamut mengakat tarbang, sejenis alat musik. Palamut kemudian membisikkan sesuatu pada tarbang. Bisikan tersebut tidak lain adalah mantera agar tarbang saat digunakan dapat bersuara nyaring dan merdu didengar para penonton.

Palamut adalah pelaku dari penutur cerita dalam tradisi lamut. Balamut adalah orang yang menyelenggarakan tradisi lamut. Dengan demikian, sastra lisan lamut berpadu dengan, kepercayaan, budaya, dan kesastraan. Banyak seniman lamut muncul dari darah Hulu Sungai Utara serta tersebar di daerah Banjar.

Seni lamut memiliki dua fungsi, pertama sebagai seni tontonan atau hiburan, dan kedua sebagai bagian dari upacara adat.

Pada saat sekarang tradisi lisan lamut dapat dikembangkan sebagai garapan kreatif, seperti pengolahan naskah drama, teori berlakon, atau penciptaan karya sastra dengan pemanfaatan media tradisi sastra lisan lamut. Seni sastra lisan lamut memiliki kemiripan dengan wayang . Hanya saja seni wayang menggunakan media bayang-bayang dari tokoh yang terbuat dari media kulit atau lainnya. Sementara seni lamut menggunakan sistem ritus pemujaan pada hyang.

Sebagaimana diketahui dalam pagelaran seni lamut adanya piduduk. Piduduk bermaksud membangun hubungan antara manusia dan alam semesta, antara mahkluk hidup dengan penciptanya. Anatra tua dan muda, antara suami dan istrinya, antara kiri dan kanan, dan keseimbangan lainnya. Sajian kue dengan aneka ragam rasa adalah gambaran kekayaan jiwa dalam menjalani kehidupan di dunia.

Sejadian terdiri dari kue keras, kelapa, gula merah, pisang, kopi manis atau kopi pahit, rokok, dan air putih. Merupakan tawaran komunitas rohaniah, jiwa dan rasa agar dapat menyelami kehidupan yang tidak menentu (variatif). Sebelum memulai cerita lamut, pelamut membuka kelapa muda dan meminum airnya menandakan untuk membersihkan segala karat dan kotoran hati nurani manusia. Mereka yang meminum air kelapa muda berarti mendapat air kehidupan. Berikut contoh dari sastra lisan lamut berjudul, Kasan Mandi Raja Negeri Palinggam.

Bismillah itu ma lapang kubilang kartas dan dawat jualan dagangan kartasnya putih selain lapang pena pang manulis tangan bagoyang. Tintanya titih di kartas lapang bukan badanku pandai mangarang hanya taingat di dalam badan.

Ka pulau bakara pulang pupang dibilang satu pang tali, dua pang lalaran, katiga pang tungkat, ampat ukuran, kalima jarum, anam kulintang, katuju pos, delapan padoman, kasambilan juri pulitis, nomor sapuluh dengan aturan.

Sapuluh tadi dengan aturan, dimana tali awal permulaan kena saya membuliliakan.

........................

Dahulu itu zaman dewa, banyak batuhan, nabinya Dewa, tuhan sangiang di Jumantara. Dahulu itu jamannya dewa banyaknya manyambah patung babarhala, di alam pawayangan.

Adapun di alam pawayangan, pawayangan itu sama awan di alam kita jua. Apa sababnya sama-sama, atikad di alam pawayangan, karena di alam beda langit, bumi, matahari, bulan bintang dan sebagainya itu, di alam pawayangan.

..........................

Alkisah awal carita sebuah banua.

Jar carita sabuah banua, yakni namanya Nabi Palinggam. Palinggam, namanya kota Palinggam. Kota Palinggam lebar, tanahnya tinggi, kartaknya panjang, alun-alun luas, babatuan padir, nalam biduri. Di Banua Palinggam, makmurnya negeri Palinggam kaya urang di Banua Palinggam, subur di negeri Palinggam, siapa yang nang manjadi di Banua Palinggam namanya Raden Hasan Mandi, adilnya murahan, urang maminta dibari, maminjam diinjami, bautang apa lagi, itulah keadilan raja, apa di Negeri Palinggam apa?

Sarang samut mengambang kapas.
Mariannya labai babaris-baris.
Terbangku handak kulapas.
Waktunya sampai jamnya habis.

Demikianlah sedikit cuplikan permulaan atau pengantar dari seorang palamut dalam mengawali cerita tuturnya yang berjudul Kasan Mandi Raja Negeri Palinggam. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang sastra lisan lamut dapat membaca buku berjudul Struktur Sastra Lisan Lamut yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta pada tahun 1997, ditulis oleh Jarkasi, H. Djantera Kawi, H. Zainuddin Hanif.

Rewrite: Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero
Palembang, 16 Juli 2022.
Sumber. Jarkasi, Dkk. Struktur Sastra Lisan Lamut. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997.

Sy. Apero Fublic

7/14/2022

DONGENG WOLIO: Asal Usul Kelapa Bermata.

APERO FUBLIC.- Pada suatu zaman yang lampau, pohon kelapa belum ada di dunia. Dikisahkan hiduplah seorang istri yang sangat pemarah dan suka menaruh curiga pada suaminya. Kemarahannya karena suaminya selalu pulang kerja sore dan kadang malam. Di dalam hati dan pikiran istri orang itu selalu menaruh curiga dan membuat suaminya serba salah.

Dia menduga dan curiga kalau suaminya berselingkuh dan bermain serong dengan wanita lain. Padahal suaminya memang bekerja dan setiah. Suaminya selalu bersumpah agar istrinya percaya, namun tabiat yang buruk tetap tidak mau percaya, negatif thingking.

Suatu sore pertengkaran terjadi dan salah satunya tidak mau mengalah. Suaminya sudah capek meladeni dan sabar pada istri yang selalu berpikir buruk pada suaminya sendiri. Karena keras kepala dan selalu mau menang sendiri. Maka menangislah istrinya sejadi-jadinya sambil membanting-bantingkan pantatnya ke tanah. Karena terus menerus, akhirnya pantat istri orang itu tertancap ke dalam tanah. Lama kelamaan terus masuk kedalam tanah dan akhirnya istri orang itu hilang ditelan bumi.

Satu tahun kemudian, ditempat itu tumbuhlah sebatang pohon yang kemudian dinamakan oleh penduduk dengan, kelapa. Lama kelamaan pohon tumbuh besar dan akhirnya berbuah. Itulah awal bermulah pohon kelapa, dan mengapa buah kelapa selalu ada matanya di tempurungnya. Karena amarah seorang istri pada suaminya. Amarah seorang istri yang menjulang menjadi pohon kelapa.

Karena asalnya dari manusia, itulah sebabnya kelapa memiliki mata dan hidung. Kalau jatuh biah kelapa tidak pernah menimpa manusia. Kalau sekiranya ada buah kelapa jatuh dan menimpa manusia, pastilah itu kelapa yang buta atau tidak memiliki mata.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 14 Juli 2022.
Sumber: M.Arief Mattalitti, Dkk. Sastra Lisan Walio. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta, 1985.

Sy. Apero Fublic

DONGENG WOLIO. Pelanduk dan Harimau

APERO FUBLIC.- Pada suatua masa disuatu kawasan hutan luas, hiduplah seekor harimau dan seekor pelanduk di sana. Harimau tersebut menyimpan rasa sakit hati pada pelanduk yang selalu berhasil menipunya. Suatu hari, lagi-lagi harimau berhasil di tipu pelanduk yang sama. Sejak saat itu, harimau mulai menghabiskan waktu hanya untuk mencari pelanduk. Dia sudah sangat marah pada pelanduk itu.

Waktu berlalu, tanpa disangka-sangka harimau menemukan pelanduk yang sedang berjalan menuju sebuah sungai. Harimau mengikuti dari belakang, dan pelanduk tahu kalau dia sedang diikuti harimau. Tapi, untuk berbalik arah tidak mungkin, sama saja dia menyerahkan diri. Pelanduk pun akhirnya timbul rasa takut.

“Suda pasti harimau tidak akan memberiku jalan dan tidak akan melepaskanku.”       Kata pelanduk. Dia berjalan cepat-cepat dan terus menuju sungai. Ternyata sungai itu sangat besar dan dia tidak mungkin menyemberanginya. Sementara harimau berjalan santai mendekati pelanduk dari belakang sambil tersenyum.

“Baru kau rasa, akan Aku koyak-koyak tubuhmu. Baru Aku dapati sekarang. Mau kemana lagi kau.” Kata hati harimau penuh kemenangan. Pelanduk berpikir keras, di belakang harimau di depan sungai membentang lebar dan banyak buaya sepertinya. Benar saja, pelanduk melihat seekor buaya yang sedang mengapung di permukaan sungai.

“Hai kawan, apakah engkau belum mendengarnya?.” Kata Pelanduk, buaya mendengarkan dan melihat harimau yang berjalan mendekat tebing sungai . “Raja negeri ini hendak mengetahui, seberapa banyak jumlah kalian di dalam sungai ini. Oleh karenah itu, panggil memanggilah kalian datang kemari dan berbaris agar aku mudah menghitung jumlah kalian.” Kata pelanduk dengan serius, buaya yang mendengar memanggil teman-temannya semua. Mereka percaya pada kancil, karena mereka pikir benar sebab harimau yang menjadi raja hutan sedang menuju tempat itu. Maka muncullah buaya satu demi dan berbaris memanjang sehingga sampai ke seberang.

“Satu, dua, tiga, empat, lima.” Kata pelanduk menghitung buaya sisetiap dia melompati di belakang para buaya itu, dan sampailah dia di seberang. Sementara harimau telah mendekati tebing sungai dan melihat apa yang terjadi.

“Sudah, tugas kalain sudah selesai dan pulanglah. Penghitungan kalian sangat baik karena disaksikan langsung oleh wakil raja hutan.” Kata pelanduk sambil cengar-cengir, dan para buaya merasa bingung, benarkah pelanduk sudah jadi raja hutan.

Mendengar kata-kata pelanduk itu, betapa geram hati harimau. Sekarang pelanduk akan lepas lagi darinya. Kemudian dia melompat untuk mengejar pelanduk. Tapi sayang para buaya sudah mulai menenggelamkan diri. Sehingga saat harimau tiba di atas para buaya tubuh harimau langsung masuk kedalam air dan buayan terus menyelam pergi. Harimau sangat marah, dan kembali berenang ke pinggir sungai. Tubuhnya basah dan kedinginan sehingga dia menggigil. Saat melihat ke seberang sungai, pelanduk sudah pergi entah kemana.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 14 Juli 2022.
Sumber: M.Arief Mattalitti, Dkk. Sastra Lisan Walio. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta, 1985.

Sy. Apero Fublic

DONGENG WALIO: Kisah Ayam dan Kera

APERO FUBLIC.- Pada zaman dahulu ayam dan kera berteman. Suatu hari, Kera mengajak ayam untuk jalan-jalan. Karena sibuk menikmati keindahan alam sekitar, keduanya tidak menyadari kalau sudah jauh dan hari menjelang malam. Dalam perjalanannya kera merasa sangat lapar, sehingga dia menangkap ayam temannya untuk dijadikan makanannya.

“Aku lapar, ku makan engkau ayam.” Kata kera sambil mencabuti bulu-bulu ayam. Tentu saja ayam tidak tinggal diam. Dia terus meronta dan berusaha melepaskan diri. Bulu ayam hampir habis dicabuti oleh kera jahat itu. Beruntung beberapa saat setelah itu, ayam berhasil melepaskan diri. Dia berlari dan menuju rumah sahabat lamanya, si Kepiting.

Saat menjumpai sahabat kepitingnya, dia menceritakan semua hal telah menimpanya. Sehingga kepiting tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Itulah kata orang tua, kalau kita mencari teman, haruslah memilih teman yang baik hatinya dan setia. Sudah, masrilah masuk kedalam rumah.” Kata kepiting menasihati ayam, lalu mengajak masuk kedalam rumahnya.

“Kepiting tolonglah, bagaimana bulu-buluku kembali tumbuh seperti semulah.” Kata si Ayam. Kepiting mengangguk dan dia memandikan ayam dengan santan setiap hari. Sehingga dalam waktu beberapa hari bulu ayam kembali seperti semulah.

“Bagaimana caranya kita dapat menghukum kera itu.” Tanya ayam pada kepiting.

“Aku punya ide, kita membuat sebuah perahu dari tanah liat yang ada disekitar lobangku ini. Setelah selesai, kita undang kera itu untuk pergi berlayar ke sebuah pulau yang banyak buah-buahannya.” Saran kepiting, ayam setuju dan mereka mulai membuat perahu dari tanah liat. Beberapa minggu kemudian perahu selesai. Ayam pun pergi mencari kerah yang dulu hampir memakannya dan mencabuti bulu-bulunya. Ayam menjumpai kera itu di suatu tempat. Mereka bertutur sapa dan berbasah-basih.

“Kera, marilah kita berlayar ke sebuah pulau yang banyak buah-buahannya, sedangkan engaku sangat pandai memanjat.” Kata ayam.

“Ayam, ayam. Dimana kita mendapat perahu untuk berlayar ke pulau itu.” Tanya kera meremehkan.

“Tenang saja, nanti saya ajak temanku si kepiting. Dia punya perahu dan kita dapat berlayar ke seberang bersama-sama.” Kata ayam. Pergilah keduanya menuju tepian dimana terdapat perahu dan kepiting. Setelah itu, kepiting mengajak ayam dan kerah naik perahu dan perjalanan berlayar ke tengah laut dimulai. Kera dengan sangat gembira naik ke perahu. Dia berpikir kalau akan makan sepuas-puasnya buah-buahan di pulai itu, sementara ayam dan kepiting akan mati karena tidak dapat memanjat.

“Kalau kita sudah di tengah laut. Aku akan memberi komando dan mulai melubangi perahu. Lakukan diam-diam supaya perahu kita bocor dan perahu perlahan tenggelam.” Ujar kepiting.

“Do-mi-so-la-so-mi. Aku lubangi hooo!!1.” Ayam bernyanyi-nyanyi sambil tertawa-tawa.

“do-mi-so-la-so-mi. Jangan dahulu, hooo!!!.” Balas kepiting menyanyi. Mereka pura-pura bermain dan terus tertawa. Kera tidak menyadari apa yang dilakukan ayam dan kepiting.

“Aku lubangi, hooo.” Kembali ayam bernyanyi.

“Nanti dalam sekali hooo.” Balas kepiting. Setelah di tengah lautan, mulailah kepiting dan ayam melobangi perahu tanah liat mereka perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian perahu mulai terisi air. Ayam melompat terbang kedaran, dan kepiting menyelam ke dalam laut. Sementara kera merasa kebingungan karena perahu terus tenggelam. Karena tidak bisa berenang akhirnya kera mati lemas tenggelam.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Rama Saputra
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 14 Juli 2022.
Sumber: M.Arief Mattalitti, Dkk. Sastra Lisan Walio. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta, 1985.

Sy. Apero Fublic

7/12/2022

Mengenal Seni Suara Daerah Sasak atau Lombok (NTB)

APERO FUBLIC.- Daerah Lombok adalah salah satu kawasan yang kaya seni budaya di Indonesia. Salah satunya adalah seni suara yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Seni suara tersebut semoga tetap terjaga keberadaannya di tengah masyarakat Lombok. Sayang sekali kalau sampai hilang warisan budaya tersebut.

1.Kayak

Kayak jenis seni suara vokal yang terdapat di seluruh Pulau Lombok. Bentuknya berbait-bait seperti pantun. Penggunaan seni kayak biasanya diikuti seni tari dan musik instrumental.

2.Cepung

Cepung jenis seni suara yang diiringi dengan rebab  dan seruling dan diikuti dengan gerakan-gerakan sederhana. Cepung hadir biasnya untuk menghibur masyarakat saat ada keramaian.

3.Tembang

Tembang adalah jenis seni suara yang berkembang secara sendiri di tengah masyarakat Lombok, terutama pada masyarakat-masyarakat biasa di desa-desa. Pelantunan tembang tersebut dilakukan saat ada keramaian yang berhubungan dengan adat. Tembang masyarakat Lombok hampir sama dengan tembang yang terdapat di daerah Jawa dan Bali.

4.Tandak Gerok

Tandak gerok sejenis seni suara vokal yang disertai dengan gerak-gerak sederhana. Penggunaan seni suara Tandak Gerok juga untuk mengisi keramaian saat ada acara adat. Perkembangan seni ini meliputi daerah Lombok Tengah dan Timur.

5.Lelakak

Lelakak sejenis seni suara vokal yang susunannya berbait-bait juga dan menyerupai pantun. Penggunaan Lelakak untuk menyatakan perasaan hati. Lelakak tersebar di seluruh Pulau Lombok.

6.Lawas

Lelakak suatu jenis seni suara vokal yang spontan, tersebar di tengah masyarakat. Tapi penggunaan Lawas dapat dimana saja. Misalnya sedang berjalan-jalan di sawah, pulang dari ladang atau sedang santai-santai. Lawas termasuk seni rakyat yang tidak teratur atau dapat dimainkan oleh siapa saja.

7.Genggong

Genggong adalah jenis seni suara instrumenta yang menggunakan alat musik dari kulit bambu atau kulit pelepah enau. Genggong juga termasuk seni suara dan musik tradisional masyarakat yang juga tidak teratur. Masyarakat membuat dan memainkan genggong untuk hiburan mereka secara langsung dan pribadi.

8.Redep atau Rebab

Redep atau Rebab adalah sejenis seni suara yang menggunakan alat musik sederhana yang digesek menyerupai biola. Penggunaan meliputi lagu-lagu vokal dan lagu instrumental. Redep atau Rebab tersebar di seluruh Lombok.

9.Rebana

Rebana adalah alat musik yang terbuat dari kulit kambing. Acara rebana ini dimainkan untuk mengisi keramaian-keramaian dan acara adat. Rebana juga terdapat dan tersebar di seluruh Lombok.

10.Tawak-Tawak

Tawak-Tawak sejenis seni suara instrumental yang alat-alat musiknya terbuat dari abahan perunggu, kayu, julit dan lain-lain. Penggunaanya untuk menyertai acara-acara adat. Tawak-tawak tersebar dan terdapat di seluruh Lombok.

Itulah sepuluh jenis seni sura dan musik dari masyarakat Lombok. Untuk saran dan tambahan-tambahan dapat di tulis pada kolom komentar. Kirimkan artikel tetang jenis-jenis seni suara dari daerah Anda ke Apero Fublic melalui www.fublicapero@gmail.com. Kalau Anda menginginkan informasi lebih banyak tentang Lombok masa lalu, dapat membaca buku Sejarah Daerah Nusata Tenggara Barat yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Palembang, 13 Juli 2022
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra
Sumber: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat. Jakarta, 1977/1978.

Sy. Apero Fublic