Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

5/19/2022

Mengenal Pelaku Sejarah Yang Hadir Saat Penyusunan-Penandatanganan Naskah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945).

APERO FUBLIC.- Selama ini, kita hanya akrab dengan pembaca teks proklamasi saja yang kita kenal Dwi Tunggal, yaitu Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohamad Hatta. Bahkan kita tidak banyak tahu kalau yang mengetik naskah seorang pemuda bernama Sayuti Melik. Dalam benak kita hanya sosok presiden dan wakilnya saja yang terbayang.

Namun, dibalik semua itu ada orang-orang yang hadir dan turut berperan serta langsung atau tidak langsung. Berikut nama-nama pejuang yang hadir dalam peristiwa itu. Naskah Proklamasi Kemerdekaan disusun oleh Presiden Soekarno, Mohamad Hatta dan Achmad Subardjo.

Berikut nama-nama yang hadir saat itu, Ir. Soekarno, Drs. Mohamad Hatta, Achmad Subardjo, Dr. Rajiman Wadyodiningrat, M. Sutardjo Kartohadikusumo, Mr. Iwa Kusuma Sumantri, Abikusno Cokro Suyoso, Dr. Buntaran Martoarmodjo, Oto Iskandar Dinata, Profesor. Dr. Mr. Supomo, Ki Hajar Dewantara, Sukarjo Wirjopranoto, Ki Bagus Hadikusumo, Dr. Sam Ratulangi, Mr. Johanes Lahahary, Mr. I Gusti Ratutripujo, Dr. Samsi, Dr. Mohamad Amir, Mr. Teuku Mohamad Hasan, Mr. A. Abas, Hamidhan, A.A. Rivai, Andi Pangeran, Andi Sultan Daeng Radha, Sudiro, Harsono Cokroaminoto, Sukarni, Chaerul Saleh, B.M. Diah, Sayuti Melik, Semaun Bakry.

Sumber dikutip dari Departemen Pertahanan dan Keamanan, Lembaga Penelitian dan Pengembangan HANKAM, Kejelasan Mengenai Pancasila dan Proklamasi, Jakarta Tahun 1968 pada halaman 76.

Rewrite: Tim Apero Fublic.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 20 Mei 2022.
Sumber: Wisnu Subagyo. Dr. Mohamad Amir: Karya dan Pengabdiannya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta, 1986.

Sy. Apero Fublic

Mengenal Orang-Orang Seputar Persiapan Kemerdekaan Indonesia di Pulau Sumatera (1945).

Foto anggota-anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia 1945.


APERO FUBLIC.- Kita lebih mengenal persiapan kemerdekaan Bangsa Indonesia yang di Pusat saja, Jakarta. Tapi tidak begitu mengenali siapa-siapa yang berperan dalam melakukan penyelidikan persiapan kemerdekaan dari daerah di Pulau Sumatera. Sebelum melakukan proklamasi kemerdekaan terlebih dahulu adanya penyelidikan di sumatera. Mereka di kenal dengan PPPKS atau Panitia Penyelidik Persiapan Kemerdekaan untuk Sumatera.

Sebagai ketua PPPKS dijabat oleh Mohamad Sjafei dan sekretaris Jamaluddin Adinegoro.  Kemudian ada dua puluh dua orang anggotanya. Diantaranya, Teuku Nya’Arief, Teuku Mohamad Daud Beureud, Dr. R. Pirngadi, Dr. Mohamad Amir, Mr. Teuku M. Hasan, Hamka, Tengku Saibun Abdul Jalil Rahmat Syah, Hsu Hua Chang, Dr. F.L. Tobing, Mr. Hazairin, Datuk Perpatih Baringsek, A.R. Sutan Mansyur, Chatib Soelaiman, Syeh M. Jamil Jambek, Aminudin, Dr. A. Syagaf Yahya, Ir. Idracaya, Dr. A.K. Gani, Ir. Ibrahim, K.H. Chik Wan, Mr. Abdul Abbas, M.A. Syarif. Sumber dikutip dari Medan Area Proklamasi, Biro Sejarah Prima, 1976 pada halaman 129.

Dalam perjuangan dan berdirinya negara kita tidak hanya dilakukan satu atau dua orang. Sangat banyak sekali putra-putra terbaik bangsa kita yang berupaya dan berusaha untuk memerdekakan bangsa kita. Jasa mereka tidak boleh dilupakan dan kita sebagai generasi penerus harus bersyukur atas buah dari perjuangan mereka. Banggalah menjadi Indonesia, bangsa yang besar dan luas.

Berikut nama-nama anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia 1945. Selaku ketua Ir. Soekarno, dan wakil ketua Drs. Mohamad Hatta. Ada dua puluh lima anggota diantaranya, K.R.T. Dr. Rajiman Wedyodiningrat, Ki Bagus Hadikusumo, Oto Iskandar Dinata, G.P. Haryo Suryohomijoyo, M. Sutarjo Kartohadikusumo, BP. Haryo Puroboyo, Profesor. Mr. Dr. Supomo, Abdulkadir, Dr. Mohammad Amir, Mr. A. Abas, Dr. Samratulangi, Andi Pangeran, Mr. Latuhary, Mr. I Gusti Ketut Puja, A.H. Hamidan, Mr. TM. Hasan, Panji Suroso, Winatakusumah, Ki Hajar Dewantara, Drs. Jap Cwan Bing, Wahid Hasyim, Kasman Singodimedjo, Sayuti Melik, Iwa Kusuma Sumantri, Achmad Subardjo. Sumber ini berasal dari Departemen Penerangan 1970 pada halaman tiga.

Rewrite: Tim Apero Fublic.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 20 Mei 2022.
Sumber: Wisnu Subagyo. Dr. Mohamad Amir: Karya dan Pengabdiannya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta, 1986.

Sy. Apero Fublic

Nama-Nama Pejabat Menteri dan Gubernur Dalam Kabinet Pertama Indonesia (29 Agustus 1945)

Foto Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohamad Hatta beserta para pemimpin lainnya sedang berjalan memasuki tempat sidang. Hasil sidang terbentuknya kabinet pertama Indonesia berbentuk Kabinet Presidensil. Sidang dipimpin langsung oleh presiden di Jakarta pada 19 Agustus 1945, tepatnya sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan.


APERO FUBLIC.- Kita sebagai penerus bangsa Indonesia tentulah penasaran  siapa-siapa saja yang menjadi menteri dan gubernur yang pertama saat pertama kali negara kita didirikan oleh pendahulu kita. Tentu mereka orang-orang yang memiliki keberuntungan besar karena menjadi pemain sejarah bangsa kita.

Kita sebagai pewaris dan penikmat alam kemerdekaan tentulah harus bersyukur atas rahmat Allah telah mengkaruniakan kemerdekaan. Kabinet pertama disusun dan disepakati kurang dari dua minggu setelah proklamasi kemerdekaan. Semua diangkat oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohamad Hatta.

1. R. A.A. Wiranatakusumah sebagai Menteri Dalam Negeri.
2. Akhmad Subarjo sebagai Menteri Luar Negeri.
3. Profesor Supomo sebagai Menteri Kehakiman.
4. R.P. Surakhman sebagai Menteri Kemakmuran atau dikenal zaman kita sekarang Menteri Kordinator Kesejahteraan Rakyat (MENKOKESRA).
5. Samsi sebagai menteri Menteri Keuangan.
6. R. Buntaran sebagai Menteri Kesehatan.
7. Ki Hajar Dewantara sebagai Menteri Pengajaran kalau kita sekarang Menteri Pendidikan.
8. Iwa Kusumasumantri sebagai Menteri Pengajaran. Dalam buku referensi  tidak dapat dipahami mengapa ada dua menteri yang sama.
9. Mr. Amir Syarifuddin sebagai Menteri Penerangan dapat kita samakan dengan kementrian Komunikasi dan Informasi di zaman sekarang.
10. R. Abikusno Cokrosujoso sebagai Menteri Perhubungan.
11. R. Otto Iskandardinata sebagai Menteri Negara.       
12. Dr. Mohammad Amir sebagai Menteri Negara.
13. Mr. Maramis sebagai Menteri Negara.
14. Mr. Sartono sebagai Menteri Negara.
15. Wahid Hasyim sebagai Menteri Negara.
16. Gatot sebagai Jaksa Agung.
17. A.G. Pringgodigdo sebagai Sekretaris Negara.
18. Sukarjo Wiryopranoto sebagai Pembicara. Kalau di zaman kita mungkin sama dengan Juru Bicara Presiden.
19. Kusumaatmaja sebagai Ketua Mahkama Agung.
20. Sukamto sebagai Kepala Polisi. Kalau di zaman sekarang sama dengan KAPOLRI.

Setelah nama-nama tersebut disusun. Setelah diamati masih ada kekurangan bagian dari Pemerintahan Pusat. Dimana tidak ada kementrian yang mengkomandoi tentang keamanan secara menyeluruh. Maka menyusul setelah semua itu diangkatlah menteri keamanan.

21. Sulyohadikusumo sebagai Menteri Keamanan. Kalau sekarang kita kenal dengan nama Menteri Pertahanan dan Keamanan (MENHANKAM). Lalu diangkat juga Mayor Urip Sumohardjo sebagai Kepala Stap Umum.

Untuk pejabat Menteri Negara kemungkinan waktu penyusunan kabinet masih belum maksimal. Sehingga dibuat sebagai Menteri Negara terlebih dahulu. Di saat keadaan telah baik mereka akan ditugaskan pada bidang yang berbeda. Mereka juga dijadikan sebagai menteri-menteri cadangan dalam kabinet. Dalam keadaan yang ingin serba cepat dan sulit tentu akan sulit menyusun secara maksimal.

Selain membentuk kabinet dan mengangkat menteri, Pemerintah Pertama juga mengangkat dan menetapkan pejabat Gubernur untuk meneruskan pemerintahan di tingkat daerah di seluruh Indonesia. Nantinya para gubernur akan membentuk pemerintahan di daerah dan meneruskan proklamsi kemerdekaan. Karena zaman tersebut belum ada sistem teknologi komunikasi dan informasi sehingga penyampaian berita harus secara langsung. Hanya radio yang ada, itupun terbatas hanya di perkotaan saja. Saangat sedikit desa-desa dan pedalaman yang memiliki radio.

1. Suwiryo diangkat sebagai Walikota kota Jakarta.
2. Teuku T.M. Hasan sebagai Gubernur Sumatera.
3. Sutarjo Kartahadikusumo sebagai Gubernur Jawa Barat.
4. Suroso sebagai Gubernur Jawa Tengah.
5. Suryo sebagai Gubernur Jawa Timur.
6. Pangeran Muhamad Noor sebagai Gubernur Kalimantan.
7. Dr. Samratulangi sebagai Gubernur Sulawesi.
8. I Gusti Ktut Puja sebagai Gubernur Nusa Tenggara.
9. J. Latuharhary sebagai Gubernur Maluku.

Begitulah susunan Kabinet Pertama sekali Negara Indonesia yang disusun sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan dan nama-nama Gubernur yang pertama kali diangkat di Indonesia. Masa itu, pembagian provinsi belum berjalan. Para gubernur menjabat untuk mewakili daerah-daerah terlebih dahulu.

Baru kemudian akan diadakan penyusunan dan penyelidikan untuk membentuk provinsi-provinsi baru. Seiring berjalan setelah melalui perjuangan yang panjang dan menumpahkan air mata dan darah. Negara kita merdeka penuh pada tahun 1949 setelah Kolonial Belanda menyerah dan pergi dari Indonesia.

Rewrite: Tim Apero Fublic.
Editor. Melly.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 20 Mei 2022.
Sumber: Wisnu Subagyo. Dr. Mohamad Amir: Karya dan Pengabdiannya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta, 1986. Dikutip dari naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945 Jilid I halaman 399.

Sy. Apero Fublic

5/18/2022

Mengenal Doktor Psychiatri Pertama Indonesia: Mohammad Amir

APERO FUBLIC.- Daerah Talawi terletak di Kabupaten Sawalunto-Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Menurut cerita tutur masyarakat nama Sawalunto berasal dari area “sawah” yang dijadikan tempat tinggal oleh salah satu kelompok masyarakat Minang yang menamakan diri mereka “orang lunto.” Lambat laun dari waktu ke waktu daerah tersebut dikenal dengan nama Sawalunto.

Menjelang abad ke 20 di daerah Talawi hiduplah sebuah keluarga religius. Kepala rumah tangga bernama Datuk Malano, istrinya bernama Siti Alamah. Datuk Malano seorang pedagang ternak, dia menjual kerbau, sapi, kambing dan lainnya. Dari pernikahan Datuk Malano dan Siti Alamah mereka mendapatkan anak laki-laki yang dinamai Mohamad Amir. Seiring waktu berjalan Datuk Malano menikah lagi dan mendapat anak perempuan dinamai, Rubai.

Mohamad Amir lahir pada tanggal 27 Januari 1900 di Talawi. Pada umur tujuh tahun Mohamd Amir mulai menempuh dunia pendidikan. Masuk sekolah HIS (Hollands Inlandsche School) di Talawi. Dia dapat masuk sekolah tersebut karena ditanggung oleh pamannya (mamak) yang kebetulan mengajar di HIS Talawi, bernama Mohamad Yaman. Sekolah HIS menempuh pendidikan selama tujuh tahun dikhusukan untuk anak-anak orang Indonesia yang bekerja di Pemerintah. Seperti anak wedana, anak guru, anak Pegawai Pemerintah Belanda. Sekolah HIS mengajarkan materi pelajaran Bahasa Belanda dari kelas satu sampai kelas tujuh.

Mohamad Amir mempunyai hobi membaca buku, sehingga wawasannya terus bertambah. Membuat pemikiran Mahamad Amir tumbuh cerdas dan berkembang. Kemudian dia menjadi suka menulis untuk menuangkan ide-ide dan gagasannya. Dia selalu mengembangkan pemikirannya sehingga terbentuk kreatifitas menulis seiring bertumbuh intelektualnya. Hal tersebut didorong oleh Landjoemin Datuk Toemenggoeng salah seorang penerbit surat kabar Soeloeh Peladjar, Tjahja Hindia, dan Neratja. Dari hasil menulisnya dia mendapat honor dan digunakan untuk membayar sekolahnya.

Pada tahun 1914 beliau menamatkan sekolah HIS. Kemudian melanjutkan ke sekolah menengah ELS (Europesche Legere School) di Sawalunto. Selanjutnya dia pindah ke Bukittinggi. Di Bukittinggi dia kemudian berkenalan dengan Mohamad Hatta, Abdullah Ahmad, dan M. Thaher Marah Sutan. Ketiganya kemudian mencetuskan ide pendirian organisasi kepemudaan bernama Jong Sumatera pada tahun 1917. Mohamad Hatta menjadi ketua organisasi, sedangkan Mohamad Amir sebagai anggota biasa. Pada tahun 1918 Mohamd Amir menamatkan sekolah ELS.

Dengan bekal nilai yang baik Mohamad Amir dapat masuk ke STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) di Batavia atau Jakarta di tahun itu juga (1918). Selama mengikuti kuliah dia menjadi redaktur surat kabar Jong Sumatera. Sejak itu dia dikenal sebagai seorang penyair dan penulis terkemuka. Walau dia sangat sibuk antara kuliah dan kerja (wartawan) dia dapat menyelesaikan studinya dengan baik pada tahun 1923. Umur 23 tahun usia sangat muda kalah itu untuk karir pendidikan. Sebagaimana kemenakannya Mohamad Yamin yang sudah berumur 29 tahun baru menyelesaikan Sekolah Hukum (Rechts Hooge School).

Kecintaannya pada ilmu pengetahuan terus tumbuh. Setahun setelah selesai sekolas STOVIA dia berangkat ke Negeri Belanda pada tahun 1924. Melanjutkan pendidikannya di Geneeskunding Hogeschool, Utrecht University, Belanda. Kuliah di sana dia mengambil jurusan ilmu jiwa, psikiater (psychiatri). Selama menjadi mahasiswa dia tidak menonjol. Namun diam-diam dia bergerak pada bidang lain bersama pemuda Indonesia lainnya di Belanda. Mohamad Amir bergabung dengan organisasi pemuda, Perhimpunan Indonesia (PI) yang sangat terkenal itu. Dia menjadi pengurus organisasi untuk periode 1924-1925 yang diketuai oleh Sukiman Wirjosandjojo. Kemudian menjadi komisaris organisasi bersama Budiarto dan Mohamd Yusup.

Empat tahun mengikuti pendidikan di Utrecht University dia berhasil menyelesaikan studinya. Sehingga dia berhak mendapat gelar arts dan doctor in de medisijn. Selama mengikuti kuliah dia terus menulis di surat-surat kabar diantaranya Neratja dan Hindia Baroe sehingga honornya dia dapat menambah uang kuliahnya. Mohamad Amir adalah orang Indonesia pertama yang mendapat gelar Doktor ilmu psikiatri atau ilmu kejiwaan pada tahun 1931. Sehingga dia dapat mengabdikan dirinya pada masyarakat pada bidang ilmu sastra dan kesehatan.

*****

Setelah pulang dari negeri Belanda Mohamad Amir menjadi dokter dari tahun 1934 sampai tahun 1937, dia dan keluarganya menetap di Medan. Dari tahun 1937 sampai pendudukan militer Jepang Dr. Mohamad Amir menjadi dokter pribadi Sultan Langkat. Menetap di Tanjung Pura, Sumatera Timur. Selama hampir satu dekade beliau sangat dekat dengan kaum pergerakan dan kaum kerajaan.

Karena pengaruh Dr. Mohamad Amir yang luas, pada tahun 1945 dia diminta Pemerintah Militer Jepang menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dia bersama-sama Mr. T.M. Hasan dan Mr. A. Abas untuk mewakili Pulau Sumatera. Karena mengikuti agenda di Jakarta ikut saat terjadinya peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia di Jakarta, serta mengikuti sidang-sidang PPKI.

Kembali ke sumatera dengan pesawat terbang ketiganya tiba di Palembang. Mr. A. Abas tetap di Palembang karena dia perwakilan dari wilayah Sumatera Bagian Selatan. Dr. Mohamad Amir perwakilan dari wilayah sumatera bagian Barat dan Tengah. Sedangkan TH. M. Hasan dari Sumatera bagian Utara dan Timur. Dr. Mohamad Amir dan TH. M. Hasan melanjutkan perjalanan melalui darat. Sepanjang perjalanan dimana mereka melakukan rapat dan memberitahu berita proklamasi kemerdekaan yang sudah terjadi, di Jakarta.

Tanpa sepengetahuan beliau, dia kemudian diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Menteri Negara dalam Kabinet Pertama Republik Indonesia. Tugas dilaksanakan melalui Sumatera Timur karena dia berada di Medan. Di tahun yang sama beliau diangkat menjadi wakil gubernur Sumatera. Setahun berikutnya pada 16 Januari 1946 dia diangkat menjadi ketua Balai Penerangan dan Penyelidikan Provinsi Sumatera dan Mr. Luat Siregar sebagai wakilnya.

*****

Doktor Mohamad Amir memiliki perawakan sedang, berwajah tampan dan berambut lurus. Dia dapat dikategorikan sebagai seorang sastrawan dan digolongkan sebagai Pujangga Baru yang produktif. Pada masa jayanya hampir setiap minggu karya tulisnya dimuat pada surat-surat kabar atau majalah-majalah. Dia mudah bergaul dan memiliki pergaulan luas. Dia hobi membaca, cerdas dan jujur. Dia memiliki semangat tinggi, cermat dan menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Baik itu tugas sebagai siswa, mahasiswa, tugas organisasi, kerja dan abdi negara.

Dalam kesehariannya dia berpenampilan gaya Barat. Baik itu dalam organisasi atau dalam keluarga. Mungkin karena dia berpendidikan Barat dan beristri orang Belanda. Walau demikian dia tetap suka menolong semua orang. Sikap demikian terlihat dalam tugasnya sebagai dokter. Dia berprilaku biasa-biasa saja karena menurutnya menjadi dokter hanyalah sebuah pengabdian pada rakyat dan negara. Dia tidak memiliki sifat neo-feodalisme sebagaimana orang-orang yang merasa tinggi derajadnya hanya karena ada kedudukan atau sedikit kekayaan.

Kelemahan beliau adalah dia selalu mudah percaya pada orang-orang di hadapannya atau berita dari media. Sulit mengendalikan keinginan istrinya orang Belanda sehingga dia ragu-ragu dalam mengambil keputusan dalam hal kenegaraan. Banyak yang menduga demikian karena terlambatnya proklamasi kemerdekaan di Sumatera Utara. Kemungkinan dari jiwanya yang demikianlah yang menyebabkan dia terjebak permainan kelompok kiri. Menyebabkan terjadinya kerusuhan sosial semasa tanggung jawab gubernur padanya.

Tiada gading yang tak retak, begitulah pepatah. Setelah masa-masa itu berlalu, Dr. Mohamad Amir dipindahkan tugas ke Makasar (Ujungpandang) sebagai dokter biasa. Dalam masa itu dia menyadari kehilapannya semasa di Sumatera. Dia yang seorang nasionalis ulung yang telah dibangun sejak kecil sampai dia menjadi Pejuang Pergerakan. Namun dia harus jatuh dalam penghujung perjalanan perjuangannya.

Dalam keadaan demikian rasa bersalah yang mendalam menyerang jiwanya. Kemudian beliau jatuh sakit dan semakin parah. Lalu dia berobat ke Negeri Belanda berangkat bersama keluarganya pada tahun 1948 dimana terjadi Agresi Militer Belanda II di Indonesia. Setahun kemudian (1949) Dr. Mohamad Amir meninggal dunia. Sedangkan istri dan kedua anaknya tetap tinggal di Negara Balanda. Dr. Mohamad Amir tetaplah salah satu tokoh bangsa kita dan seorang pejuang. Kesalahan yang dia lakukan bukanlah murni dari hati nuraninya. Tetapi situasi yang terjadi diluar kendalinya.

Oleh. Joni Apero
Editor. Totong Mahipal.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 18 Mei 2022.
Sumber: Wisnu Subagyo. Dr. Mohamad Amir: Karya dan Pengabdiannya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986.

Sy. Apero Fublic.

5/17/2022

MAKNA: Mengenal Pengertian Nisan atau Maesan

APERO FUBLIC.- Sedikit berbagi tentang ilmu pengetahuan mengenai nisan. Nisan kita kenal sudah sangat akrab dengan kehidupan sosial manusia. Nisan digunakan untuk penanda kuburan, baik itu tanda adanya kubur, arah kepala dan kaki, serta menjelaskan kepercayaan manusia yang dikubur di dalamnya.

Sekarang kita membicarakan nisan atau maesan dalam artian kebudayaan Indonesia. Dalam pandangan akademisi yang menjelaskan tentang asal kata nisan atau maesan. Pertama, menurut Wilkonson berpendapat nisan atau maesan berpendapat berasal dari kosa kata dalam bahasa Persia (Iran), yang berarti tanda.

Sedangkan menurut Hidding berkesimpulan bahwa maesan berasal dari kata paesan yang bermakna cermin untuk berhias. Hal tersebut merujuk dari kata paes dalam bahasa Sunda yang berarti, hias. Kemungkinan nisan atau maesan memberikan pesan agar manusia selalu bercermin pada nisan. Agar hidup selalu mengingat kematian dan takutlah untuk berbuat dosa.

Menurut L.Ch. Damais memandang maesan atau nisan berasal dari kata mahisa yang berarti kerbau. Dia menghubungkan dengan kebudayaan asli Indonesia pada zaman megalitikum (pra-sejarah) dimana terdapat banyak menhir-menhir pengorbanan. Masyarakat zaman itu selalu melakukan pengorbanan di dekat menhir dengan memotong kerbau. Di zaman kita sekarang tradisi tersebut masih melekat pada masyarakat Toraja, Sulawesi.

Sekarang tinggal kita yang memahami dan memaknai arti nisan. Kelak nama kita akan di tulis. Jangan menjadikan nisan atau maesan sebagai benda keramat atau menjadikan tempat meminta togel. Sebab nisan hanyalah sebuah tanda, cerminan kehidupan dan warisan budaya leluhur. Nisan hanyalah buatan tangan manusia, tidak ada yang istimewa. Hanya kita perlu memahami pesan-pesan kehidupan ini sebagai manusia yang akan mati.

Oleh. Tim Apero Fublic.
Editor. Rama Saputra.
Palembang, 17 Mei 2022.
Sumber: Hasan Muarif Ambari. Menemukan Peradaban: Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia. Logos Wacana Ilmu. Ciputat, 1998.

Sy. Apero Fublic

5/16/2022

SEJARAH DAERAH: Mengenang Perlawanan Rakyat Desa Sesela

APERO FUBLIC.- Desa Sesela terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lombok. Sekarang Desa Sesela masuk administrasi Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Desa Sesela salah satu desa dari dua belas desa yang berada di Kecamatan Gunungsari. Penduduknya beragama Islam dan dikenal dengan kelompok masyarakat Melayu Sasak. Desa Sesela terletak di bagian barat Pulau Lombok.

Sebab pemberontakan, pertama karena keberatan masyarakat Desa Sesela untuk membayar pajak yang dirasakan mereka sangat berat dan tidak adil. Kedua cara pendekatan pemerintah atau mungkin agen pajak yang tidak sopan atau mungkin juga memaksa. Masyarakat pun menjadi tersinggung sebab mereka adalah orang-orang merdeka bukan budak.

Oleh karena itulah masyarakat Desa Sesela menolak semua bentuk pajak yang memberatkan mereka. Karena mereka tidak mau membayar pajak maka petugas pajak mendatangi mereka. Dengan dikawal beberapa orang polisi Kontrolir Pajak dan seorang Kontrolir Agraria berangkat menuju Desa Sesela.

Mengetahui hal tersebut masyarakat Desa Sesela dibawa pimpinan Amaq Nurisah yang tidak mau membayar pajak memberatkan, melakukan perlawanan. Tim Kontrolir BB dan Kontrolir Agraria bersama para pengawal diserang oleh masyarakat. Kontrolir BB tewas dan kontrolir Agraria luka-luka.

Kemudian bantuan tentara Belanda dari Mataram didatangkan. Amaq Nurisah akhirnya gugur dalam perlawanan mereka menentang ketidakadilan tersebut. Setelah itu, tentu saja perlawanan rakyat dapat dihancurkan. Rakayat biasa dengan senjata seadanya tidak dapat melawan tentara bersenjata lengkap dan terlatih. Bagi mereka rakyat Desa Sesela yang gugur adalah mati syahid. Bagi kita bangsa Indonesia mereka adalah pahlawan.

Apa pelajaran dalam peristiwa tersebut. Dalam kebijakan-kebijakan pemerintah terkhusus pada sektor pajak agar berhati-hati dalam menerapkan pajak pada masyarakat. Jangan sampai pemerintah kehilangan kendali dalam menerapkan pajak-pajak yang memberatkan masyarakat. Dimana pun dalam sebuah pemerintahan selalu masalah pajak selalu memicu perlawanan. Kemiskinan yang mengikuti juga menyebabkan rusaknya kedamaian dan munculnya banyak kejahatan.

Selain itu, petugas-petugas pajak juga haruslah memiliki cara-cara yang manusiawi dalam mengenalkan pajak. Hindari petugas pajak yang korup dan serakah agar tidak merusak citra pemerintah di mata rakyat. Pajak juga sangat penting untuk kelangsungan jalannya pemerintahan. Dimana masyarakat juga harus menyadari dan jujur dalam menyikapinya.

Bagi masyarakat kecil mereka tidak memiliki ambisi-ambisi besar. Tidak menginginkan hal-hal besar dalam tujuan politik dan program pemerintah. Rakyat kecil hanya memikirkan bagaimana mereka makan dan hidup damai. Dari peristiwa itu, kita dapat melihat betapa miskinnya Pemerintahan Kolonial Belanda dahulu sebab memaksa petani miskin di desa untuk membayar pajak.

Disusun: Tim Apero Fublic
Editor. Joni Apero
Palembang, 17 Mei 2022.
Sumber: Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1977/1978.

Sy. Apero Fublic

4/15/2022

BANYUASIN: Warga Hebat Menimba Jalan Raya

APERO FUBLIC.- BANYUASIN. Siang itu, tampak sekelompok warga sedang menimba air yang tergenang di jalan raya.  Sepintas lalu mereka tampak seperti sedang menangkap ikan di sungai. Mereka sedang bergotong royong menimba air yang tergenang di badan jalan yang berlobang besar. Sehingga membuat jalan hampir putus (15/4/2022).

Lokasi jalan tergenang air terletak di Desa Lubuk Rengas, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.  Kegiatan gotong royong tersebut atas inisiatif warga. Mereka melakukan swadaya mem perbaikan jalan sesuai kemampuan mereka.

Menurut warga jalan rusak dan berlobang akibat curah hujan yang tinggi karena di musim penghujan. Diduga juga, jalan bertambah mudah rusak akibatkan aktivitas pertambangan pasir di Desa Lebung. Dimana setiap hari mobil angkutan pasir melalui jalan tersabut. Jalan kemudian semakin rusak dan tidak kunjung di mendapat perhatian Pemerintah setempat atau instansi terkait.

Hal demikian sangat di keluhkan oleh masyarakat di  tiga desa, yaitu Desa Lebung, Desa Lubuk Rengas, dan Desa Lubuk Saung. Begitu juga dengan warga masyarakat di kelurahan Kedondong Raye tepatnya di Talang Keban. Dengan demikian warga-warga setempat berharap ada penertiban, musyawarah atau tindakan-tindakan tertentu sehingga tidak merugikan pihak manapun. (By)

Editor. Tim Redaksi Apero Fublic
Palembang, 15 April 2022.

Sy. Apero Fublic