Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

10/16/2021

PERAN PERPUSTAKAAN DI MASA PANDEMI

APERO FUBLIC.- Peran Perpustakaan di era pandemi tidak berubah. Perpustakaan tetap berperan untuk menciptakan masyakat yang literate, hanya bentuk penyampaian dan medianya yang berubah. Peran perpustakaan dapat dipandang dari dua sisi, yaitu:

1.Peran di back office terkait dengan keberadaan pustakawan dan staff pengelola perpustakaan.

2.Peran di front office terkait dengan masyarakat yang menjadi audiens dari perpustakaan.

Kegiatan di perpustakaan di masa pandemi tidak dapat dilakukan seperti pada umumnya (normal terdahulu). Meskipun saat ini new normal telah diterapkan namun apa yang akan diterapkan tentunya akan disesuaikan dengan kaidah-kaidah normal baru. Kaidah new normal seperti, mengenakan masker, wajib mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, penyemprotan desinfektan rutin, jaga jarak minimal 1 meter sehingga kapasitas ruangan di perpustakaan akan lebih terbatas dan juga pembatasan kunjungan setiap harinya.

Pustakawan dan staff pengelola perpustakaan pada masa pandemi benar-benar dipaksa untuk berubah, pustakawan harus menyesuaikan dengan kondisi dimana tidak dapat melayani secara langsung atau tatap muka seperti yang dilakukan sebelum masa pandemi.

Saat ini pustakawan berusaha untuk mentransformasikan pelayanan yang sebelumnya dilakukan secara langsung menjadi pelayanan daring seperti dongeng, seminar, workshop, pengembangan aplikasi, akreditasi perpustakaan, kepenulisan dan kegiatan lain, sehingga peran perpustakaan di front office yaitu peran untuk menciptakan masyarakat yang literate tetap dapat dirasakan.

Transformasi pelayanan offline menjadi pelayanan daring ini dilakukan karena sebagai pustakawan dan staff pengelola perpustakaan tetap harus mengembangkan diri demi menciptakan pelayanan terbaik untuk masyarakat walaupun masih terdapat banyak kekurangan. Pengembangan diri ini terkait dengan peran perpustakaan di back office yang terkait dengan pustakawan dan staff pengelola perpustakaan.

Oleh: Susmayati.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 16 Agustus 2021.
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

10/12/2021

Pendekar Tapak Suci Asal Muba Raih Emas PON Papua

APERO FUBLIC.- SENTANI. Putri daerah asli Muba, Fransika Sandra Dewi atlet pencak silat dari perguruan Tapak Suci Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sukses meraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-2021 Papua.

Atlet binaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Musi Banyuasin dan juga atlet PPLPD Muba ini menjadi yang terbaik di kelas tanding F 70-75 kg putri. Pada partai final di venue silat GOR Toware, Sentani, Papua, Selasa (12/10/2021) siang atlet asal Kota Sekayu, Kabupaten Muba ini mampu tundukkan Siti Nur dari Kalimantan Timur.

Ini merupakan medali emas perdana cabang olahraga pencak silat Sumsel. Mendali emas ini juga cukup mengejutkan karena pertama kali Fransiska ikut PON. Tak hanya Fransiska, atlet Muba juga menyabet dua medali perunggu yaitu Alvin Masaiz untuk kelas E Putra dan Nia Larasati untuk kelas E Putri.

Fransiska mengaku bersyukur bisa mempersembahkan medali emas untuk kontingen Sumsel. "Alhamdulillah syukur, saya bisa meraih medali emas," kata Fransiska.

Dia juga mengungkapkan terima kasih pada Bupati Musi Banyuasin dan juga Kadispopar Muba yang sangat support. "Saya ucapkan terimakasih banyak pada bapak Bupati Muba dan Kadispopar Muba dan juga Bank Sumsel Babel yang selama ini mendukung karier saya," kata Fransiska.

Terkhusus rasa terima kasih juga diutarakan Fransiska pada pelatih pencak silat Sumsel Abas Akbar. "Terima kasih juga pada coach Abas Akbar orang tua kita di sini. Ya, dia terus memotivasi saya yang berjuang di Papua tanpa didampingi orang tua saya," terang dia.

Fransiska menyebut kunci sukses keberhasilan meraih medali emas adalah selalu tampil all out dalam setiap pertandingan. "Selalu berdoa sebelum laga dan fight dalam laga. Tak boleh anggap remeh lawan dan juga tidak boleh keder, harus tampil maksimal," tukas dia.

Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengucapkan selamat kepada Fransiska atas medali emas dan juga kepada Alvin dan Nia atas capaian yang diperoleh. "Selamat telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional," ungkap Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini.

Sementara itu Pelatih Pencak Silat Abas Akbar juga mengaku bersyukur atas capaian cabor pencak silat di PON Papua. Dimana pencak silat Sumsel sukses mempertahankan 1 medali emas dan 3 medali perunggu, dimana 3 atlet peraih medali adalah dari Musi Banyuasin.

"Alhamdulillah kita bisa mempersembahkan medali emas hari ini. Ini semua untuk masyarakat Sumsel," kata Abas Akbar pesilat yang sukses juara dunia 1996 ini. (HS).

Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 12 Oktober 2021.

Sy. Apero Fublic

10/10/2021

FAMS Sumatera Selatan dan Ajak Kenalkan Potensi Wisata Dengan Medsos.

APERO FUBLIC.- PALEMBANG. Muchendi Mahzareki menyambut baik serta mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh anak-anak muda Sumatera Selatan yang tergabung dalam FAMS (Forum Admin Media Sosial) Sumsel. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan H Muchendi Mahzareki saat ditemui anggota FAMS Sumsel. Sabtu, (9/10) malam.

"Sekarang ini anak muda sangat mendominasi penggunaan media sosial, apalagi berita nasional dapat langsung kita terima dari akun-akun publik yang memposting dan diterima oleh masyarakat langsung," ujar mantan Ketua DPD KNPI Kota Palembang. Lebih lanjut H Munchendi Mahzareki mengatakan para admin harus tetap patuhi UU ITE dan berikan masyarakat edukasi.

"Apalagi masyarakat perlu di edukasi dalam bermedsos mengenai komentar-komentarnya, hoax-nya dan tidak bisa dipungkiri kita juga tidak dapat membendung komentar mereka sebanyak itu," paparnya Muchendi berpesan agar FAMS Sumsel ini selalu memberikan sajian konten yang menarik, edukatif, serta caption pun juga perlu diperhatikan.

"Program-program pemerintah harus disampaikan kepada masyarakat seperti tempat-tempat wisata, karena Bapak Gubernur terus menggaungkan Wisata yang ada di Sumsel," katanya.

Sementara itu, Edo Ketua pelaksana "South Sumatra Media Sosial Jamboree 2021" mengucapkan terima kasih kepada Kakanda Muchendi Mahzareki atas sambutan serta sarannya. Edo menjelaskan, FAMS Sumsel tahun ini mengusung tema "Connection, Collaboration dan Contribution" yang artinya dengan perkembangan media sosial yang semakin cangih ini, kami menyadari untuk melangkah lebih jauh butuh koneksi dan kolaborasi serta kontribusi dari teman-teman admin lainnya.  Selain itu juga kami membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan siapa pun. (HS)

Sy. Apero Fublic

Rebut-Rebutan: Potong Kue Anggaran Negeri Antaberanta

APERO FUBLIC.- Sarce atau syair cerita ini adalah kategori syarce fiksi. Bercerita tentang sebuah negeri yang kaya-raya tapi 80% rakyatnya miskin. Negeri Antaberanta adalah sebuah negeri yang terletak di kayangan. Negeri yang kaya raya beserta subur tanahnya, banyak tambang. Negeri itu dihuni para dewa dan dewi yang baik rupa. Kendaraan dapat terbang kemana-mana di alam semesta, termasuk dapat terbang ke bumi.

Negeri Antaberanta juga demokrasi dan punya penjaga burung elang besar sekali sebagai pelindung negara sehingga negara mereka berdiri. Moto mereka, “saya Antaberanta, saya elang.” Pemimpin dan wakil rakyat bumi (WRB) Negeri Antaberanta kehidupan sangat mewa sekali. Mereka menganut paham neo-feodalisme dimana kesuksesan dirinya diukur dengan seberapa banyak dapat materialisme. 

Baju dan makan mereka diambil dari upeti rakyat mereka di bumi. Upeti itu mereka buat kue yang lezat dengan bahan dasar logam, emas, dan hasil bumi. Para pemimpin negeri Antaberanta tidak punya visi untuk memajukan negeri mereka. Tapi mereka menjadi Pemimpin atau Wakil Rakyat Bumi hanya untuk makan kue upeti dari rakyat. Kue itu, rakyat bumi namakan kue anggaran.

KUE ANGGARAN
 
Ada sebuah kue.
Kue anggaran namanya.
Adonan dibuat musyawara.
Di dalam loyang bima.
Banyak lobang dan celah-celah.
Ada untuk makan sendiri.
Ada untuk pencitra diri.
Kue itu sejenis bolu, yang bolong ditengah.
Sering dipesan oleh orang terhormat negeri Antaberanta.
 
Hari ini ulang tahun.
Ulang tahun yang ditunggu setiap tahun.
Acara meriah dihadiri orang terhormat.
Pakai jas, pakai mobil, sepatu mengkilap.
Acara dilaksanakan di gedung milik rakyat.
 
Ulang tahun dirayakan setahun sekali.
Kalau ulang tahun ada kue, tentunya.
Kue-kue yang mantap dan enak.
Kue terhidang di meja emas.
Sebelum memotong diadakan rapat.
Rapat dimulai oleh pimpinan wakil rakyat Negeri Antaberanta.
Dimulai salam, diawali ketuk palu.
Ada bentak-bentak, ada teriak-teriak.
Lalu semua akur sebab ukuran sama didapat.
Sidang pun diakhiri salam, diakhiri ketuk palu.
 
Kue yang enak dan lezat.
Sudah di bagi-bagi untuk di potong-potong.
Siap di cicip dan dilahap.
Lalu dilaksanakan oleh para dinas.
Ada juga yang dijual belikan.
Ada juga yang minta potong persen saja.
Sebab kue tidak terlalu lezat.
Lagian perutnya buncit dan berlemak sudah.
Sudah kenyang makan kue tiap tahun.
Kue yang dibuat dengan pajak dan hasil usaha negeri Antaberanta.
 
Tinggal sisa untuk dibagi sekalian.
Untuk jatah  tikus, anjing, dan srigala-srigala buas.
Kue pun mulai habis dan mulai basih.
Rakyat negeri anta beranta berkata.
Tanya rakyat antaberanta: Kenapa kue cepat hancur, mahal dan tidak enak?.
Sebab sudah di obok-obok tangan kotor.
Tangan kotor, tapi dibilang bersih.
Karena di lap dengan jas dan dasi.
Lalu dibungkus dengan agama dan gelarnya.
Mereka itulah orang terhormat, katanya.
Wangi parpumnya, busuk hati dan pikirannya.
 
Begitulah kiranya orang negeri antaberanta.
Tidak usah heran dan dilema.
Serahkan pada yang kuasa.
Sebab mereka akan mati jua.

 

Negeri Antaberanta selalu memilih pemimpin mereka dengan cara dipilih langsung oleh rakyat bumi. Saat pemilihan para calon sangat dekat dengan rakyat, serta banyak pula lukisan-lukisan mereka di pinggir-pinggir jalan. Setelah terpilih karena lapar memperkenalkan diri mereka sangat lapar sehingga akan sangat banyak memakan kue anggaran yang lezat itu. Walau pun cuma kue tapi dapat ditukar dengan berbagai macam keperluan.

Seperti keperluan memperkenalkan diri, keperluan membeli kuda, kijang, membeli wanita atau menapkahi istri muda. Kue anggaran juga ajaib, lama di simpan tidak busuk, hanya berbunga saja dan bertambah banyak. Negeri Antaberanta juga banyak agama dan kepercayaan.

Tapi tidak ada gunanya dalam membangun moral mereka. Apabila berurusan dari Rukun Bumi (RB) sampai Tingkat Kayangan I dan Tingkat Kayangan II akan lancar kalau diberi kue cemilan dari rakyat. Untung kita tinggal di Indonesia yang luar biasa.

Disusun: Tim Redaksi Apero Fublic.
Palembang, 10 Agustus 2021.

Sy. Apero Fublic

10/09/2021

Mengenal Swarsih Djojopuspito: Penulis Yang Mahir Berbahasa Belanda.

APERO FUBLIC.- Sastrawan wanita bernama Swarsih Djojopuspito adalah salah satu sastrawan wanita Indonesia angkatan pertama. Masa dimana awal perkembangan kesastraan modern Indonesia. Swarsih lahir pada 20 April 1912 di Cibadak, Bogor. Dia masuk pendidikan di Sekolah Kartini, MULO, dan Europesche Kweekschool. Setelah selesai menempuh pendidikan dia bekerja sebagai guru Perguruan Rakyat di tahun 1931. Mengajar di Taman Siswa tahun 1939, Pasundan Istri tahun 1937, dan mengajar di HIS tahun 1939.

Bidang organisasi di tahun 1945 sampai 1950 menjadi anggota Komite Nasional Pusat. Di tahun 1946 sampai tahun 1947 menjadi wakil kepala Biro Perjuangan bagian wanita. Membantu sebuah majalah berbahasa Belanda, Critiek en Opbouw, Het Inzicht dan Majalah Orientatie. Karena menguasai bahasa Belanda Swarsi menulis sebuah buku berbahasa Belanda berjudul Buiten Het Gareel. Namun hasil karya tersebut tidak masuk sebagai kesastraan Indonesia.

Buku kumpulan cerita pendeknya yang berjudul Empat Serangkai yang diterbitkan Pustaka Rakyat di Jakarta pada tahun 1954. Judul empat serangkai memberikan penjelasan kalau buku tersebut memuat empat buah cerita pendek. Judul pertama berjudul, Seruling di Malam Sepi. Cerita Pendek bercerita tentang seorang istri yang ditinggal suami bekerja keluar negeri. Sehingga sang istri mendapat godaan-godaan dari lelaki lain. Dalam cerita tersebut sang Suami bernama Purnomo mengatakan padanya:

“Seorang lelaki tak dapat setia, Maryati. Dia dikodrti mengingini wanita lain dari istrinya. Dia tak harus tinggal pada satu istri saja. Ini bukan soal cinta dan kasih sayang, hanya suatu keperluan tubuh belaka.”

Dari kata-kata itu membuat hati Maryati tidak tenang. Dalam pada itu seorang lelaki bernama Haryadi. Akhirnya Maryati menyerah dalam pelukan lelaki itu. Saat sang suami pulang berkatalah Maryati. “Seorang wanita juga dapat ingin pada lelaki lain, dan Aku inging melihat kau, bagaimana sikapmu jika aku berbuat seperti lelaki. Aku tetap mencintai kau.”

Namun ternyata Purnomo tidak bisa menerima, dia menolak Maryati setelah mengakui dosa-dosanya. Cerpen kedua berjudul, Artina. Bercerita tetang seorang gadis bernama Artina yang memiliki banyak cita-cita dan baik hati. Namun semua cita-citanya harus berakhir karena menikah. Cerpen ketiga berjudul Badju Merah yang mengisahkan tentang seorang lelaki buaya dimana banyak wanita yang menjadi korbannya.

Cerpen keempat berjudul Perempuan Djahat yang mengisahkan seorang wanita bernama Hersini yang menikah dengan seorang lelaki yang tidak dia cintai. Dia menikah atas dasar kasihan saja bernama Slamet. Tetapi suami selalu menyakitinya dan dia berusaha mempertahankan rumah tangganya. Beberapa waktu dia berselingkuh dengan seorang lelaki bernama Iskandar.

Namun sikat sang suami masih tidak berubah, kemudian di pergi ke rumah saudaranya di Surabaya. Dia meminta bercerai dengan suaminya, namun sang suami tidak mau memberikannya.  Akhir cerita Hersini meninggal dunia setelah melahirkan anak dengan selingkuhannya Iskandar. Dalam cerpen-cerpen tersebut memberikan gambaran bahwa penulis memberikan kritikan pada kaum laki-laki.

Disusun: Tim Apero Fublic
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 9 Oktober 2021.
Sumber: Th. Sri Rahaju Prihatmi. Pengarang-Pengarang Wanita Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya, 1977.

Sy. Apero Fublic

10/08/2021

PEPUSTAKAAN SEBAGAI WAHANA REKREASI

APERO FUBLIC.- Apakah kalian sering berwisata ke banyak tempat untuk melakukan rekreasi, seperti trans studio, pantai Parangtritis, taman nasional, pegunungan, musium, dan lainnya?, lalu pernahkah kalian malakukan wisata ke perpustakaan?.

Perpustakaan itu ibaratnya objek wisata, karena dapat memberikan fungsi rekreasi kepada para pengunjungnya. Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana atau seharusnya perpustakaan bisa menjadi tempat wisata dan menjadi wahana rekreasi.

Bagi orang-orang yang suka membaca, perpustakaan tentu saja bukan sebuah tempat yang baru. Tapi mungkin sebagian juga belum tahu bahwa perpustakaan juga bisa menjadi wahana rekreasi loh, jadi nggak Cuma sebagai tempat di mana buku-buku dan sumber informasi lainnya ditata. Rekreasi pada dasarnya merupakan suatu kebutuhan yang penting dan tidak bisa diabaikan manfaatnya dari kehidupan kita.

Harold D. Mayer dkk (1964) menjelaskan bahwa kebutuhan pokok hidup manusia dibagi berdasarkan waktu yang dimanfaatkan oleh individu, yang dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu: exsistence adalah waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan mempertahankan kelangsungan hidup, seperti mandi, makan, tidur dan istirahat; subsistence adalah waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan yang menunjang kelangsungan hidupnya dengan karyanya; leisure adalah waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan agar tercapai keseimbangan antara usaha manusia dalam mempertahankan dan menunjang kelangsungan hidupnya yakni dengan melakukan rekreasi.

Rekreasi merupakan salah satu kebutuhan yang fundamental dalam membentuk kepribadian manusia, dimana dengan ikut melakukan kegiatan yang  rekreatif maka manusia akan mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan yang lebih besar, memberikan keseimbangan dalam pertumbuhan, kreativitas, kompetisi dan watak, memperbaiki kapasitas mental dan meningkatkan pengetahuan, kebebasan kondisifisik, hubungan sosial, tujuan hidup serta stabilitas emosi yang lebih baik.

Pesatnya perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, informasi, serta pengetahuan berpengaruh terhadap semua jenis kegiatan dan tindakan manusia. Seiring dengan kemajuan tersebut membawa perubahan besar terhadap kegiatan di perpustakaan, hal ini dapat dilihat dari berkembangnya ilmu, fungsi, dan tugas perpustakaan dalam kegiatan perpustakan. Oleh karena itu, kemajuan ilmu, fungsi dan tugas menuntut adanya suatu perubahan yang besar dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada pemustaka dalam kegiatan perpustakaan.

Berkembangnya ilmu, fungsi dan tugas perpustakaan dalam kegiatan perpustakaan perlu diarahkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pemustaka atau pengunjung, maka perpustakaan harus dapat lebih melaksan akan fungsi rekreasi dengan menjadikan perpustakaan sebagai objek wisata. Pemustaka atau pengunjung dapat memanfaatkan layanan yang dimiliki perpustakaan untuk mendapatkan penyegaran pikiran sertahiburan yang dibutuhkan oleh setiap individu.

Perpustakaan harus terus mengembangkan fungsi serta tugas dalam melayani pemustaka. Perpustakaan bukan hanya sebagai pemenuh kebutuhan informasi, tetapi perpustakaan dapat dijadikan sebagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan rekreasi pemustaka atau pengunjung.

Perpustakaan menurut Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 pasal 3 yang menyatakan bahwa “Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa”. Dalam praktiknya, hanya fungsi pendidikan, fungsi informasi, dan fungsi penelitian yang mendapat perhatian terbesar dari berbagai perpustakaan dan pakar yang berkompeten. Karena fungsi-fungsi ini berada di bawah lingkup perpustakaan.

Fungsilain, seperti fungsi rekreasi, kurang diperhatikan. Buktinya dengan jarangnya tulisan, penelitian, proyek pengembangan, diskusi ilmiah, atau pertemuan yang membahasnya secara khusus. Akibatnya, wajar jika timbul kesan bahwa perpustakaan pada umumnya adalah tempat belajar atau mencermati informasi dan pengetahuan dengan sungguh-sungguh. Perpustakaan tidak memberikan kesan memberikan hiburan kepada pengunjungnya.

Berbagai sumber hanya menjelaskan fungsi rekreasi yang dapat dijalankan di perpustakaan dengan koleksi materi ringan seperti komik, majalah, koran, dan bahan lain yang dapat memberikan hiburan bagi masyarakat pengguna. Selain itu, perpustakaan sering disebut-sebut sebagai sumber hiburan bagi orang-orang yang gemar membaca buku. Meskipun ini relatif, apakah orang benar-benar terhibur dengan membaca? Hal tersebut perlu diuji secara empiris.

Terlepas dari kenyataan yang ada, fungsi rekreasi  pada perpustakaan masih dapat dikembangkan. Perpustakaan itu seperti objekwisata, di mana keduanya dapat memberikan fungsi rekreasi terhadap masyarakat yang menjadi pengunjungnya. Orang yang pergi ke perpustakaan dapat mencapai hasil yang sama seperti mereka yang pergi berwisata. Mereka (pengunjung) tetap melakukan rekreasi untuk mendapatkan hiburan, kesegaran jasmani atau rohani, dan kenangan. Ketiga aspek ini dapat menjadi dasar pendekatan bagi pengembangan fungsi rekreasi di perpustakaan.

Oleh: Muhammad Alfin Ramadhan
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 9 Oktober 2021.
Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora, Program Studi Ilmu Perpustakaan, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. (E-Mail: rm.alfin@gmail.com atau rm.alfin@ymail.com.

Sy. Apero Fublic

Mengenal Sastrawan Wanita: Sariamin Ismail

APERO FUBLIC.- Sariamin Ismail adalah salah satu sastrawan wanita generasi awal dalam masa pergerakan kebangsaan Indonesia. Dia lahir di Talu Lubuksikaping pada bulan Juli tahun 1909 Masehi. Masa itu, Indonesia masih dalam Pemerintahan Kolonial Belanda dengan nama Hindia Belanda. Lubuk Sikaping masuk Onder Afdeling dalam Afdeling Agam. Masa kemerdekaan Lubuk Sikaping masuk dalam Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Sariamin Ismail memiliki banyak nama samaran atau nama pena dalam mengarang, diantaranya Bunda Kandung, Ibu Sejati, Serigunting, Kak Karinah, Seritanjung, Serigunung, Seleguri. Beliau masuk Sekolah Normal Putri Padangpanjang. Sejak masih muda sekali dia menulis syair, sajak, gurindam dan dilanjutkan dengan roman. Diantara karya roman beliau yang cukup terkenal diantaranya berjudul Kalau Tak Untung dan Pengaruh Keadaan.

Kisah cerita roman berjudul Kalau Tak Untung menceritakan tentang cerita sepasang kekasih yang menjalani kehidupan cinta yang tidak sesuai harapan. Tokoh wanita cerita bernama Rasmani seorang gadis desa yang hidup miskin. Kemudian menjalin cinta dengan seorang anak muda yang kaya dan berparas tampan.

Masrul  dalam perjalanan hendak di jodohkan dengan anak pamannya (mamak). Tetapi sekali lagi Masrul menjumpai gadis yang cantik jelita bernama Muslina anak seorang guru, Guru Gedang. Karena terpesona akan kecantikan Muslina dia akhirnya memilih Muslina untuk menjadi istrinya. Rupanya kecantikan dan pesona Muslina tidak membuat kebahagiaan dalam rumah tangga. Sehingga Masrul menceraikan Muslina.

Setelah menceraikan istrinya, Masrul melamar Muslina sang kekasih di desa, mereka bertunangan. Sebelum pernikahan dilaksanakan Masrul pamit untuk mencari pekerjaan. Setelah setahun berlalu rupanya Masrul belum mendapat pekerjaan pengganti. Karena itu, dia bermaksud melepaskan Rasmani. Dia kemudian mengirim surat kebohongan, yang berisi kalau dia meminta putus. Dengan alasan matan istri pertamanya Muslina meminta dia kembali rujuk. Rasmani kemudian jatuh sakit.

Beberapa waktu berlalu, Masrul kemudian mendapat pekerjaan kembali. Maka dia siap untuk menikah karena memiliki pekerjaan untuk menapkahi keluarga. Maka dia mengirim surat kembali pada Rasmani, meminta dia untuk datang ke Medan. Rasmani yang sudah mulai sembuh dari sakitnya menjadi terkejut sekali, sehingga membuat penyakitnya kambuh. Tidak lama kemudian Rasmani meninggal dunia. Begitulah ringkasan cerita dari roman Kalau Tak Untung.

Untuk jalan cerita roman yang berjudul Pengaruh Keadaan sangat cocok untuk bacaan remaja. Kisah cerita Pengaruh Keadaan memiliki tokoh wanita yang bernama Yusnani. Yusnani diceritakan memiliki sifat yang muliah. Dia penyabar, lembut, dan baik hati. Tapi dia memiliki kecantikan yang tersembunyi. Yusnani dikisahkan hidup bersama ibu tirinya dan selalu menanggung kesusahan.

Karena dia memiliki kemuliaan akhlak, dia pun tidak mendendam pada ibu tiri dan saudara tirinya. Yusnani kemudian menikah dengan seorang lelaki bernama Syahruddin. Yusnani kemudian hidup berkecukupan dan bahagia. Dia pun akhirnya dapat mengakat kehidupan ibu tiri dan saudara tirinya. Banyak nasihat dalam roman tersebut.

Disusun: Tim Apero Fublic.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 8 Oktober 2021.
Sumber: Th. Sri Rahaju Prihatmi. Pengarang-Pengarang Wanita Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya, 1977.

Sy. Apero Fublic