Cerita Kita
Cerpen
Tentang Anak yang Menyimpan Banyak Mimpi untuk Kedua Orang Tuanya
Aku, Arin.
Anak bungsu yang masih terus belajar kuat di tengah keadaan yang kadang tidak sesuai harapan. Di usia ketika banyak orang sudah memiliki pekerjaan tetap dan hidup yang terlihat mapan, aku masih berjalan pelan dengan pekerjaan freelance yang kadang ada, kadang juga sepi. Tidak mudah memang, apalagi saat melihat orang lain sudah lebih dulu sampai pada titik yang ingin aku capai.
*Tapi aku tidak pernah benar-benar ingin menyerah*.
Karena di setiap langkah yang aku jalani, ada dua orang tua yang selalu menjadi alasan mengapa aku harus terus bertahan.
Menjadi anak bungsu sering dianggap paling dimanja, paling santai, atau paling sedikit beban. Padahal, diam-diam aku juga menyimpan banyak ketakutan. Takut belum bisa membuat ayah dan ibu bangga. Takut belum mampu membalas semua pengorbanan mereka. Dan takut waktu berjalan terlalu cepat sementara aku masih berjuang di tempat yang sama.
Aku tahu, pekerjaan freelance belum sepenuhnya memberi kepastian. Kadang harus menunggu proyek datang, kadang harus menahan kecewa ketika hasil tidak sesuai harapan. Namun dari semua proses itu, aku belajar bahwa perjuangan tidak selalu tentang siapa yang paling cepat berhasil, tapi siapa yang tetap bertahan meski sering merasa lelah.
Aku percaya, setiap doa orang tua selalu menemukan jalannya.
Dan mungkin hari ini aku masih berjuang dari bawah, masih belajar, masih jatuh bangun mencari rezeki. Tapi aku yakin suatu saat nanti, semua usaha kecil ini akan membawa aku pada satu tujuan besar: melihat kedua orang tuaku hidup lebih tenang dan bahagia.
*Aku ingin menjadi alasan mereka tersenyum bangga*.
Aku ingin membuktikan bahwa anak bungsu ini juga bisa membawa kebahagiaan untuk keluarga. Meski jalannya lambat, meski prosesnya panjang, aku akan tetap berjalan.
Karena untuk kedua orang tuaku, aku ingin terus tumbuh, terus berusaha, dan tidak pernah menyerah.
Penulis : Norie Khoiril Qiromah
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Cerita Kita

Post a Comment