Esai
Kampus
Mahasiswi
Pendidikan
Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Tekanan Global
APERO FUBLIC I ESAI.- Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian ekonomi global. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia menghadapi berbagai gejolak, mulai dari perlambatan ekonomi global, konflik geopolitik, perang dagang antarnegara, hingga tingginya volatilitas pasar keuangan internasional.
Kondisi tersebut memberikan tekanan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Namun demikian, Indonesia masih mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, meningkat dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang sebesar 5,03 persen. Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp23.821,1 triliun dengan PDB per kapita sebesar Rp83,7 juta.
Menurut Badan Pusat Statistik dalam rilis resminya mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025, pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, investasi, serta aktivitas ekspor yang tetap terjaga.
Konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional karena tingginya aktivitas masyarakat dalam berbagai sektor ekonomi. Selain itu, investasi yang terus masuk ke berbagai sektor industri juga memberikan kontribusi penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.
Ketahanan ekonomi Indonesia juga tidak terlepas dari landasan konstitusional yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33. Pasal tersebut menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan ditujukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Prinsip tersebut menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan ekonomi nasional yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Meskipun demikian, pencapaian tersebut tidak berarti Indonesia terbebas dari berbagai tantangan. Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam publikasi Media Keuangan yang berjudul Perjalanan Ekonomi Indonesia 2025: Hadapi Tahun Penuh Tekanan Hingga Kembali Pulihkan Kepercayaan menjelaskan bahwa kondisi ekonomi global masih dipenuhi berbagai risiko.
Ketegangan geopolitik, meningkatnya proteksionisme perdagangan, serta ketidakpastian kebijakan ekonomi negara-negara besar menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia.
Dampak dari ketidakpastian global tersebut terlihat pada fluktuasi nilai tukar, perubahan harga komoditas dunia, serta naik turunnya kepercayaan investor. Ketika kondisi ekonomi global memburuk, investor cenderung lebih berhati-hati dalam menanamkan modalnya. Akibatnya, aliran investasi ke negara berkembang dapat mengalami penurunan.
Selain faktor eksternal, Indonesia juga masih menghadapi sejumlah tantangan internal. Salah satunya adalah belum meratanya pembangunan ekonomi antarwilayah. Selama ini, aktivitas ekonomi nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi di luar Pulau Jawa masih perlu ditingkatkan agar tercipta pertumbuhan yang lebih merata.
Tantangan lainnya adalah kualitas sumber daya manusia dan produktivitas tenaga kerja. Dalam era persaingan global dan transformasi digital, kualitas SDM menjadi faktor utama yang menentukan daya saing suatu negara. Oleh karena itu, pemerintah perlu terus meningkatkan kualitas pendidikan, pelatihan kerja, serta penguasaan teknologi agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.
Di sisi lain, sektor UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai kesimpulan, ekonomi Indonesia terbukti memiliki ketahanan yang cukup baik di tengah tekanan global yang terus berlangsung. Dengan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkelanjutan, dan merata di masa depan.
Referensi:
1. Badan Pusat Statistik. (2026). Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Tumbuh 5,11 Persen.
2. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2025). Perjalanan Ekonomi Indonesia 2025: Hadapi Tahun Penuh Tekanan Hingga Kembali Pulihkan Kepercayaan.
3. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33.
4.
PENULIS : Elsa Fitri
Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang.
Dosen: Mukhamad Khotib Arifai SE.,MM.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Esai

Post a Comment