Feature
Ilmu Kesastraan
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Sastra Lisan
Dua Peran, Satu Tujuan: Kiprah Mahasiswa Linguistik Indonesia UPNVJT Majukan Literasi Publik Surabaya
Figure 1. Konten Rumah Bahasa Surabaya |
APERO FUBLIC I SURABAYA.— Bagi banyak mahasiswa, magang sering kali dianggap sekadar syarat akademik sebelum lulus kuliah. Namun, pengalaman berbeda dirasakan Tasya Febrianty, mahasiswa Program Studi Linguistik Indonesia UPN Veteran Jawa Timur, yang menjalani program magang selama empat bulan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya.
Tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, Tasya juga menemukan bagaimana ilmu linguistik dapat diterapkan secara nyata dalam dunia komunikasi publik dan pengelolaan informasi.
Program magang tersebut dilaksanakan di dua tempat berbeda, yakni Rumah Bahasa Surabaya selama dua bulan dan Perpustakaan Rungkut selama dua bulan berikutnya. Dua tempat dengan karakter pekerjaan yang berbeda itu justru memberikan pengalaman yang lebih luas bagi Tasya dalam memahami dunia kerja profesional.
Selama ditempatkan di Rumah Bahasa Surabaya, Tasya bertugas sebagai pembuat konten untuk berbagai kegiatan yang diselenggarakan lembaga tersebut. Setiap harinya, ia terlibat dalam proses dokumentasi kegiatan, penulisan caption media sosial, penyusunan konsep konten, hingga pengemasan informasi digital agar lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat.
Kegiatan tersebut membuatnya memahami bahwa media sosial bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga menjadi sarana komunikasi publik yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran informasi.
Tidak hanya berada di balik layar pengelolaan konten, Tasya juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pelayanan dan pembelajaran. Ia membantu proses administrasi peserta, mendokumentasikan kelas bahasa, hingga menjadi moderator dalam kegiatan pembelajaran daring.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman baru bahwa kemampuan berbahasa dan komunikasi memiliki peran penting dalam membangun interaksi yang baik dengan masyarakat.
“Magang ini membuat saya belajar banyak hal di luar perkuliahan. Saya jadi lebih memahami bagaimana komunikasi yang baik dibutuhkan dalam pelayanan publik maupun media digital,” ujar Tasya.
Pengalaman di Rumah Bahasa Surabaya juga menjadi ruang bagi Tasya untuk mengembangkan kreativitas. Ia ikut terlibat dalam penyusunan storyboard konten, pengembangan ide publikasi, hingga penyuntingan takarir media sosial. Dari proses tersebut, ia belajar bagaimana menyampaikan informasi secara singkat, menarik, tetapi tetap informatif.
Setelah menyelesaikan penempatan di Rumah Bahasa Surabaya, Tasya melanjutkan program magang di Perpustakaan Rungkut. Berbeda dengan suasana kerja sebelumnya yang lebih dinamis di bidang media publikasi, kali ini ia ditempatkan pada bagian pengolahan koleksi buku, khususnya proses labeling.
Pekerjaan tersebut mengharuskannya bekerja dengan teliti dan konsisten karena berkaitan dengan sistem penataan koleksi perpustakaan. Meski terlihat sederhana, proses labeling buku memiliki peran penting dalam mempermudah pengunjung mencari dan mengakses koleksi yang tersedia.
Dari pengalaman tersebut, Tasya memahami bahwa perpustakaan modern bukan hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat pengelolaan informasi yang membutuhkan sistem kerja terstruktur dan rapi.
Program magang ini dibimbing oleh Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd. sebagai dosen pengampu magang. Selama kegiatan berlangsung, Tasya juga mendapatkan pendampingan langsung dari pihak instansi yang membantunya memahami budaya kerja profesional di lingkungan pelayanan publik.
Melalui pengalaman tersebut, Tasya Febrianty menunjukkan bahwa mahasiswa Linguistik Indonesia tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang kebahasaan secara teoritis, tetapi juga mampu berkontribusi dalam dunia komunikasi digital, pelayanan publik, dan pengelolaan informasi.
Pengalaman magang itu menjadi langkah awal dalam membangun kesiapan menghadapi dunia kerja sekaligus memperluas cara pandang mengenai peran ilmu linguistik di tengah perkembangan era digital.
PENULIS : Mahasiswa Linguistik Indonesia, UPN "VETERAN" JAWA TIMUR.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment