Artikel
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Penting Akhlak, Moral, dan Etik Dalam Memiliki Karakter Mahasiswa di Era Modern
Penting Akhlak, Moral, dan Etik Dalam Memiliki Karakter Mahasiswa di Era Modern
Iyasy Zaid Umar Abdillah
Politeknik Negeri Sriwijaya
iyasyzaid28@gmail.com
1. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi dan globalisasi membawa perubahan besar terhadap pola kehidupan masyarakat, termasuk dalam perilaku generasi muda. Mahasiswa sebagai kelompok intelektual dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang baik agar mampu menghadapi tantangan sosial di era modern.
Namun, pada kenyataannya masih banyak ditemukan perilaku yang menunjukkan rendahnya kesadaran terhadap nilai akhlak, moral, dan etika, seperti plagiarisme, kurangnya rasa hormat terhadap dosen, penyebaran ujaran kebencian di media sosial, hingga menurunnya kepedulian sosial antar sesama mahasiswa.
Akhlak, moral, dan etika merupakan tiga konsep penting yang menjadi pedoman dalam menentukan baik dan buruknya perilaku manusia. Ketiganya memiliki keterkaitan yang erat dalam membentuk karakter seseorang. Akhlak berkaitan dengan nilai religius, moral berkaitan dengan norma sosial, sedangkan etika berkaitan dengan pemikiran rasional mengenai perilaku manusia.
Dalam kehidupan mahasiswa, ketiga aspek tersebut sangat diperlukan agar tercipta lingkungan akademik yang sehat, disiplin, dan berintegritas.
Topik ini penting dibahas karena mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang akan berperan besar dalam kehidupan bermasyarakat. Jika mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai akhlak, moral, dan etika, maka mereka dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sosial maupun dunia profesional.
2. Opini Penulis
Menurut saya, penerapan akhlak, moral, dan etika dalam kehidupan mahasiswa merupakan hal yang sangat penting karena ketiga aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, meningkatkan integritas akademik, serta menciptakan generasi muda yang bertanggung jawab dan bermartabat di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
3. ARGUMEN ILMIAH
1. Akhlak Menjadi Dasar Pembentukan Karakter Mahasiswa
Akhlak memiliki peran penting dalam membentuk perilaku mahasiswa karena akhlak bersumber dari ajaran agama yang mengajarkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam Islam, akhlak tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi juga sebagai praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa yang memiliki akhlak baik cenderung lebih menghormati dosen, menjaga sopan santun, serta mampu mengendalikan diri dari perilaku negatif.
Menurut Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, akhlak merupakan sifat yang tertanam dalam diri seseorang yang melahirkan tindakan secara mudah tanpa perlu dipikirkan terlebih dahulu.
Hal ini menunjukkan bahwa akhlak yang baik harus dibiasakan sejak dini agar menjadi bagian dari karakter individu. Oleh karena itu, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membangun kepribadian mahasiswa yang berintegritas.
2. Moral Membantu Mahasiswa Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan Sosial
Moral berkaitan dengan aturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Dalam kehidupan kampus, moral sangat diperlukan agar mahasiswa mampu hidup berdampingan secara harmonis dengan orang lain. Sikap saling menghormati, tidak melakukan bullying, menjaga ucapan, serta menghargai perbedaan pendapat merupakan bentuk penerapan moral dalam kehidupan mahasiswa.
Perkembangan media sosial saat ini memperlihatkan bahwa banyak generasi muda mengalami penurunan moral, terutama dalam cara berkomunikasi. Banyak mahasiswa yang mudah menyebarkan informasi tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan moral harus diperkuat agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
Moral yang baik juga dapat meningkatkan rasa empati dan kepedulian sosial. Mahasiswa yang memiliki moral baik akan lebih mudah bekerja sama, menghargai keberagaman, serta mampu menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif di dalam maupun di luar kampus.
3. Etika Akademik Sangat Penting dalam Dunia Pendidikan Tinggi
Etika merupakan ilmu yang membahas baik dan buruk berdasarkan pemikiran rasional. Dalam dunia pendidikan tinggi, etika sangat berkaitan dengan integritas akademik. Salah satu masalah yang sering terjadi di kalangan mahasiswa adalah plagiarisme, manipulasi data, dan kurangnya tanggung jawab terhadap tugas akademik.
Etika akademik diperlukan agar mahasiswa mampu bersikap jujur dan profesional dalam proses pembelajaran. Mahasiswa yang memahami etika akan menyadari bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh nilai tinggi, tetapi juga oleh proses yang dilakukan secara benar dan bertanggung jawab.
Menurut K. Bertens dalam bukunya Etika, etika membantu manusia mempertimbangkan tindakan yang tepat berdasarkan akal dan nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, penerapan etika akademik dapat menciptakan budaya belajar yang sehat dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
4. Akhlak, Moral, dan Etika Harus Berjalan Secara Seimbang
Akhlak, moral, dan etika tidak dapat dipisahkan karena ketiganya saling melengkapi. Akhlak memberikan dasar religius, moral memberikan dasar sosial, sedangkan etika memberikan dasar rasional dalam mengambil keputusan. Jika salah satu aspek diabaikan, maka pembentukan karakter mahasiswa menjadi tidak sempurna.
Mahasiswa yang hanya mengandalkan kecerdasan akademik tanpa memiliki akhlak dan etika yang baik berpotensi menyalahgunakan ilmu yang dimiliki. Sebaliknya, mahasiswa yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan karakter akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
4. DISKUSI / IMPLIKASI
Penerapan akhlak, moral, dan etika memiliki dampak besar terhadap kehidupan mahasiswa maupun masyarakat secara luas. Dalam lingkungan kampus, mahasiswa yang beretika akan menciptakan budaya akademik yang jujur, disiplin, dan saling menghargai. Hal ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan suasana yang kondusif.
Dalam kehidupan sosial, mahasiswa yang memiliki moral dan akhlak baik akan lebih mudah diterima masyarakat karena mampu menunjukkan sikap toleransi, kepedulian sosial, dan tanggung jawab. Selain itu, penerapan etika juga penting dalam dunia profesional karena perusahaan dan instansi saat ini tidak hanya membutuhkan individu yang pintar, tetapi juga memiliki integritas tinggi.
Jika pendidikan karakter terus diperkuat di perguruan tinggi, maka akan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang bijaksana dan bermoral. Oleh sebab itu, pendidikan akhlak, moral, dan etika harus menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan nasional.
5. PENUTUP
Akhlak, moral, dan etika merupakan tiga aspek penting yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter mahasiswa. Ketiganya harus diterapkan secara seimbang agar mahasiswa mampu menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan bermartabat.
Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran individu serta dukungan dari lingkungan pendidikan untuk terus menanamkan pentingnya akhlak, moral, dan etika dalam membangun generasi muda yang berkualitas.
REFERENSI
Al-Ghazali. (2005). Ihya’ Ulumuddin. Jakarta: Republika.
Bertens, K. (2011). Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Magnis-Suseno, F. (1987). Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisius.
Salam, B. (2000). Etika Individual: Pola Dasar Filsafat Moral. Jakarta: Rineka Cipta.
Ya’qub, H. (1993). Etika Islam. Bandung: Diponegoro.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Artikel

Post a Comment