-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Cerita Rakyat Sastra Klasik Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.
Cerita Rakyat Sastra Klasik

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Tulisan ini Memberikan Informasi Buku Yang Membahas Tentang Cerita Kerajaan Pajajaran Vesri Masyarakat Banyumas. Dilengkapi Link Cerita Bersambungnya.
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
18 Jan, 2020 4 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC.- Raden Kamandaka sebuah cerita rakyat dari dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Cerita Rakyat ini bercerita tentang Kerajaan Pajajaran. Tentu tema dan subjeknya adalah Prabu Siliwangi raja Kerajaan Pajajaran. Tiga putra dan satu putrinya serta melibatkan kehidupan para bangsawan.

Kesaktian dan kekuatan supranatural menjadi topik bahasan dan induk alur cerita. Cerita Raden Kamandaka ini berbeda dengan cerita film Raden Kian Santang sebuah sinetron laga yang pernah populer di sebuah stasiun televisi. Kalau cerit di stasiun televisi ada persinggungan dengan Islam. Dalam cerita Raden Kamandaka berlatar kepercayaan Hindhu menyeluruh.

Dikisahkan masa kejayaan Kerajaan Pajajarana. Prabu Siliwangi memiliki empat orang anak. Anak pertama bernama Raden Banyakcatra. Anak kedua Raden Banyakngampar, dan putra ketiga Raden Banyakblabur. Sedangkan anak keempat seorang Putri bernama Retna Pamungkas yang lahir dari seorang selir.

Saat itu, Prabu Siliwangi sudah tua dan ingin menyerahkan tahtah kepada Raden Banyakcatra. Namun sebelum dinobatkan menjadi raja. Raden Banyakcatra harus menikah terlebih dahulu. Tapi sang raden belum memiliki calon pilihannya sendiri. Dia berkata pada Prabu Siliwangi kalau dia inging menikah dengan gadis yang wajahnya mirip dengan ibundanya. Maka Raden Banyakcatra pergi mengembara untuk mencari calon istrinya.

Sebelum berangkat dia bersemadi dan mendengar ilham dari Hyang Widih: “Hai Banyakcatra sudah cukup semadimu, pergilah ke gunung Tungkeban. Di gunung itu kau akan bertemu dengan seorang Resi  yang sangat sakti, Ki Hajarwirangrong namanya. Kalau sudah bertemu mintalah nasihatnya.” Bagian percakapan ini menjelaskan sangat kental nuasa Hindhuisme.

Dalam perjalanan setelah mendapat wangsit Dewata. Sebelum berangkat Raden Banyakcatra meminta nasihat Resi, Ki Hajarwirangrong. Setelah mendapat pencerahan Raden Banyakcatra pergi ke arah Pasirluhur dan langsung menuju Kepatihan Pasirluhur. Menghadap Patih Pasirluhur Raden Banyakcatra meminta untuk mengabdi di Kepatihan Pasirluhur. Mengubah namanya menjadi Kamandaka yang berasal dari Kalipuncang. Seiring waktu dimana sang Patih Reksanata tidak memiliki anak. Maka dia mengangkat Kamandaka atau Raden Banyakcatra menjadi anaknya.

Pada waktu itu, Kadipaten Pasirluhur dipimpin oleh Adipati Prabu Kandadaha. Sebuah perintah, Prabu Kandadaha memerintahkan Rekyan Patih untuk menyediakan beberapa orang penangkap ikan. Para putri Prabu Kandadaha ikut menyaksikan penangkapan ikan. Hanya putri bungsu bernama Dewi Ciptarasa ditemani biyung emban Nyai Kandeg tidak bergabung.

Dia hanya memperhatikan dari jauh dan matanya tertuju pada seorang penangkap ikan, Kamandaka. Setelah beberapa waktu Putri Dewi Ciptasari mencintai Kamandaka dan meminta datang ke Kaputren Kadipaten Pasirluhur. Seiring waktu Putri Dewi Ciptasari dan Kamandaka menjalin cinta. Kemudian, pada suatu malam pertemuan mereka diketahui prajurit dan Kamandaka dikenali.  Kamandaka dituduh sebagai seorang pencuri.

Prabu Kandadaha memerintahkan Patih Reksanata ayah angkat Kamandaka untuk membunuh Kamandaka. Tapi karena tidak tega dia memerintahkan Wiradusta. Kamandaka diserang saat mandi di sungai. Prajurit mengira Kalau manandaka sudah mati di sungai. Kabar tersiar kalau Kamandaka sudah mati. Membuat sedih Putri Dewi Ciptarasa dan bergembira para prajurit.

Raden Banyakcatra yang sudah lama berkelana tidak kunjung pulang. Maka Prabu Siliwangi memerintahkan Raden Banyakngampar untuk mencari dan segerah mengajak pulang ke istana Pajajaran. Raden Banyakngampar juga sampai di Kadipaten Pasirluhur. Lalu dia mengabdi dan menjadi prajurit dengan nama samaran Silihwarna. Adipati kemudian memerintahkan untuk menangkap atau membunuh Kamandaka yang dianggap pengacau.

Raden Kamandaka ternyata telah menjadi seorang penyabung ayam. Berangkatlah Raden Banyakngampar atau Silihwarna bersama prajurit berbaju samaran. Mereka membawa ayam aduan untuk menjebak Kamandaka. Pertarungan terjadi beberapa waktu dan sampailah puncaknya pertarungan Kamandaka dan Silihwara. Keduanya sudah tidak lagi saling mengenali karena sudah bertahun-tahun tidak berjumpa.

“Hei bedebah, kalau aku tidak dapat menandingi kesaktiamu, jangan kau sebut aku putra Maharaja Silihwangi, ratu agung di negeri Pajajaran. Mendengar perkataan yang dahsyat itu. Barulah Raden Banyakngampar tahu kalau Kamandaka adalah samaran dari sang kakak yang dia cari selama ini. Mereka bertukar cerita dan penjelasan sehingga saling meyakinkan. Setelah itu mereka pulang dan membohongi Adipati dengan megirim jantung dan darah anjing hutan untuk disantap Adipati. Kembali Putri Dewi Ciptarasa bersedih. Namun dia belum yakin karena dahulu Kamandaka juga pernah dikabarkan mati tapi belum mati.

Setelah pulang ke Pajajaran Raden Banyakcatra mendapat anugerag dewata. Dia mendapat semacam pakaian yang dapat mengubah dirinya menjadi seekor lutung. Seorang utusan Raden Banyakcatra menemui Putri Ciptarasa. Lalu dia mengirim surat kepada Kamandaka atau Raden Banyakcatra menjelaskan kalau dia masih mencintai Kamandaka. Beberapa waktu kemudian Adipati Kandadaha berburu dan menemukan lutung yang ajaib. Lalu membawak lutung ke istana kadipaten.

Karena ajaib semua putri Adipati ingin memelihara si lutung. Kelak dikenal dengan julukan Lutung Kasarung. Maka untuk menentukan yang berhak memelihara lutung adalah putri yang disukai lutung. Maka setiap Putri Adipati diberi satu buah pisang, lalu ditugaskan memeberikan pada si lutung. Apabila saat disodorkan pada lutung pisangnya di ambil  lutung. Maka dialah yang akan memelihara lutung ajaib itu. Tentu saja karena lutung adalah jelmaan Raden Banyakcatra maka dia memilih pisang yang diberikan Putri Dewi Ciptarasa. Maka bertemulah kedua sepasang kekasih itu.

Sebuah kerajaan bernama Nusatembini di perintah oleh Prabu Pule Bahas. Raja Nusatembini mengirim utusan melamar Putri Dewi Ciptarasa. Membuat sebuah keputusan serbah salah sang Adipati Kandadaha. Tentu saja lamaran ditolak oleh Putri Dewi Ciptarasa. Ada bahaya apabila lamaran ditolak, yaitu perang.

Putri dan Raden Banyakcatra mengatur siasat karena kalau lamaran ditolak maka akan terjadi perang. Putri Dewi Ciptarasa mengajukan syarat diterimanya lamaran, yaitu 1000 kodi mori dan 40 orang putri kembar sebagai emas kawin. Kemudian para pengiring tidak boleh membawa senjata. Sesampai di alun-alun kadipaten Pasirluhur. Saat membuka pintu tandu. Prabu Pule Bahas disambut tikaman oleh Lutung Kasarung jelmaan Raden Banykcatra.

Adipati memanggil Putri Dewi Ciptarasa dan mempertanyakan perbuatan lutung peliharaannya. Maka Putri menceritakan semua bahwa lutung tersebut adalah jelmaan Kamandaka atau Raden Banyakcatra putra mahkota kerajaan Pajajaran. Maka Adipati dengan senang hati menikahkan keduanya. Setelah itu mereka pulang ke Pajajaran.

Karena terbunuhnya Prabu Pule Bahas raja Nusatembini maka perang tidak terelakkan. Raden Banyakcatra atau Kamandaka memimpin perang dan berhasil menghancurkan pasukan Kerajaan Nusatembini. Masa-masa berikutnya Raden Banyakcatra diangkat menjadi Adipati Kadipaten Pasirluhur.

Demikianlah cuplikan dari cerita rakyat dari Banyumas, Jawa Tengah berjudul Raden Kamandaka. Dalam penulisan gaya bahasa masih seperti gayah tulisan sastra lama. Seperti menggunakan kata-kata syahdan yang sangat kental dengan gaya sastra Melayu. Buku dokumentasi cerita Raden Kamandaka diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tidak ada pengarang hanya ditulis nama seseorang yang menuturkan cerita ini, yaitu Radjiati, BA.

Dengan penyunting Bobin AB dan Atjep Djamaludin, tanpa tahun terbit. Penerbitan buku ini terbilang sembrono. Kata pengantar tidak jelas, kemudian langsung daftar pustaka dan pembahasan.  Tidak ada penjelasan dimana tempat terbitnya. Semoga selanjutnya kedepan, penerbitan buku-buku dokumentasi kebudayaan negara seperti ini lebih rapi dan teratur.

Buku ini berisi 74 halaman, ditambah halaman judul, halam kata pengantar dan halaman daftar isi. Demikianlah informasi dunia kesusastraan klasik Indonesia. Semoga bermanfaat bagi anda pencinta sastra klasik Indonesia dan berguna bagi para akdemisi bidang kesusastraan.


#Sastra adalah cerminan masyarakat. Hadir di dalam kesusastraan yang kemudian akan hadir di tengah masyarakat. Mari kita kembalikan sastra bangsa kita yang sesuai dengan kebudayaan kita.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 17 Januari 2020.
Sumber. Radjiati. Raden Kamandaka Cerita Rakyat Dari Daerah Banyumas Jawa Tengah. Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Baca Cerita Bersambung Raden Kamandaka. Klik ling berikut:

1.Aulah Istana Pajajaran
2.Padepokan Ki Hajarwirongrang
3.Patih Reksanata
4.Prabu Kandadaha: Kegiatan Parakan
5.RadenKamandaka Menemui Dewi Ciptarasa
6.Raden Kamandaka Menjadi Buronan Pasirluhur
7.Raden Banyak Ngampar Mencari Raden Banyak Catra
8.Kamandaka Menjadi Penyabung Ayam
9.Pertemuan Banyak Ngampar dan Banyak Catra
10.Kamandaka Pulang Ke Pajajaran
11.Kamandaka Menerima Anugera Dewata
12.Adipati Kandadaha Berburu Ke Hutan Trataban
13.Kamandaka Berjumpa Putri Bungsu
14.Kerajaan Nusatembini
15.Raja Nusatembini Melamar Putri Bungsu
16.Raja Kerajaan Nusatembini Dibunuh Lutung Kesarung
17.Kamandaka dan Putri Bungsu Kembali ke Pasirluhur


Sy. Apero Fublic
Via Cerita Rakyat
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

4 comments

  1. cindewulung September 4, 2020 at 6:59 AM

    Makam raden kamandaka ada di wilayah kami cirebon girang tua gunung kumbang brebes.

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
  2. UnknownOctober 7, 2020 at 6:17 PM

    Terimakasih infonya..

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
  3. cindewulung December 12, 2020 at 9:52 PM

    Makam raden Kamandaka ada di wilayah kami dengan makam istrinya di wilayah kami khusus nya terkenal dengan nama aki gesong ki Buyut dita wangsa dan makam aslinya ada pada makam aki gesong.

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
  4. UnknownFebruary 21, 2021 at 2:11 AM

    Dahlan gunung kumbang
    Boleh minta alamat lengkap nya makam Raden kamandaka

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
Add comment
Load more...

Post Populer

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Thursday, October 01, 2026
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

Saturday, September 26, 2026
Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Thursday, October 01, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Yatim Mandiri Palembang Sukses Gelar OMATIQ 2026, Cetak Generasi Cerdas dan Qur’ani

PT. Media Apero Fublic- Wednesday, October 14, 2026 0
Yatim Mandiri Palembang Sukses Gelar OMATIQ 2026, Cetak Generasi Cerdas dan Qur’ani
APERO FUBLIC   I  PANGKALAN BALAI.--   Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM MBA IPU ASEAN ENG diwakili Kabag Kesra Setd…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20262149
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021367
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Balikpapan Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Berita Nasionalis Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Cirebon Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampu Kampus Kanada Kapolri Karanganyar Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kulon Progo Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makalah Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Mesir Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Olahraga9 Olaraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekalongan Pekanbaru Pelalawan Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Seminar SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Siak Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita Sleman SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Sragen Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara Sukoharjo SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Tegal Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat
    APERO FUBLIC  I  Kebakaran hutan dan lahan (Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Kebakaran hutan dan lahan (kar...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?
    APERO FUBLIC  I  Ada satu angka yang cukup menjelaskan arah politik Indonesia hari ini: dari delapan partai politik yang lolos ...
  • Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia
    Vani Satya Puspita Anggraeni APERO FUBLIC  I  Perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat membawa tantangan baru bagi ke...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • Mengenal Buah Raman
    APERO FUBLIC.- Buah raman atau dikenal juga dengan nama buah aman, dan gandario. Buah asli endemik Indonesia ini banyak tumbuh di pulau ...
  • Menyongsong Kemandirian Ternak: Pelatihan Pembuatan UMMB “Permen Sapi” Bekali Calon Transmigran Poso
    APERO FUBLIC  I  Kegiatan Pelatihan Calon Transmigran (Catrans) Poso dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026, bertempat di Ba...
  • SKENARIO TERBAIK-NYA
    APERO FUBLIC   I  CERITA KITA .--  Tahun 2020 menjadi momen yang membingungkan bagi banyak orang. Pandemi COVID-19 mengubah bany...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Pelan-Pelan, Kita Sedang Berusaha“Tentang mental health dan proses menerima diri”
    Dok. Penulis Pelan-Pelan, Kita Sedang Berusaha “Tentang mental health dan proses menerima diri” APERO FUBLIC    I  SASTRA KITA .-  Aku pern...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Prasasti Persumpahan Telaga Batu 1: Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Prasasti Persumpahan Telaga Batu 1: Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Thursday, October 03, 2024
Kisah Inspiratif : Mandiri Finansial di Usia 20-an

Kisah Inspiratif : Mandiri Finansial di Usia 20-an

Monday, February 16, 2026
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Piagam Leiden : Piagam Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Mengenal Piagam Leiden : Piagam Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Tuesday, October 08, 2024

Popular Post

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Hutan dan Melindungi Hak Warga Negara atas Lingkungan yang Sehat

Thursday, October 01, 2026
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

Saturday, September 26, 2026
Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Thursday, October 01, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Menyongsong Kemandirian Ternak: Pelatihan Pembuatan UMMB “Permen Sapi” Bekali Calon Transmigran Poso

Menyongsong Kemandirian Ternak: Pelatihan Pembuatan UMMB “Permen Sapi” Bekali Calon Transmigran Poso

Saturday, September 26, 2026
SKENARIO TERBAIK-NYA

SKENARIO TERBAIK-NYA

Wednesday, June 17, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Pelan-Pelan, Kita Sedang Berusaha“Tentang mental health dan proses menerima diri”

Pelan-Pelan, Kita Sedang Berusaha“Tentang mental health dan proses menerima diri”

Monday, February 16, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 74 Berita 1957 Berita Daerah 1831 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1253 Brand 117 Budaya Daerah 42 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 70 Cerita Rakyat 12 Cerpen 34 Dongeng 67 Ekonomi 129 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 9 Flora 67 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 20 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1397 Kesehatan 56 Kisah Legenda 10 Kuliner 35 Mitos 15 Opini 823 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 60 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 8 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 222 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 54 Video 19 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us