-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Dongeng Dongeng si Kera dan si Bangau. Dari Sulawesi Utara
Dongeng

Dongeng si Kera dan si Bangau. Dari Sulawesi Utara

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
18 Jan, 2020 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Apero Fublic.- Pada suatu masa yang lampau. Berkisah tentang dua sahabat, si kera dan si bangau. Keduanya berencana berladang bersama membuat kebun pisang. Pohon pisang tumbuh subur dan berbuah, masak. Namun setiap ada buah pisang yang masak selalu dipetik dan dimakan oleh si kera. Buah pisang di tandannya selalu berkurang dan berkurang. Si  bangau tidak pernah sekalipun memakan buah pisang yang dia tanam bersama kera.


Bangau tahu kalau kera selalu memakan buah-buah pisang tersebut. Tidak pernah memberi dia barang sebiji pun. Tapi kera selalu beralasan kalau bukan dia yang mengambil buah-buah pisang yang masak. Bangau diam saja setiap kera berkata-kata membelah diri. Bangau berpikir bagaimana caranya memberi pelajaran buat si kera yang selalu berakal-akal, bulus.  Untuk itu, suatu hari bangau mengajak kera memancing di laut. Bangau beralasan untuk bersantai-santai menghilangkan rasa capek karena selalu beraktivitas selama ini, refresing istilah sekarang.

“Kera, mari kita memancing ikan di laut. Tentu kita akan mendapat ikan dan dapat menikmati ikan bakar yang lezat. “Ya, baiklah. Kata kera, dia tidak tahu kalau bangau akan memberinya pelajaran setimpal dengan kelicikannya. Mereka berlayar ketengah laut lepas. Perahu mereka terbuat dari kuali bekas, dayung dari senduk besar, tiang layar terbuat dari lidi enau. Sedangkan layar dari bekas pengipas api yang dibuat dari anyaman bambu.

Mereka membawa bekal sebuah kelapa muda. Saat keduanya sudah di atas perahu. “bawak parang bangau, untuk mengupas kelapa. Ujar kera. “Bagaimana ini, kalau kembali ke rumah kita bisa terlambat memancing dan hari keburu malam. Jawab burung bangau. Mereka pasrah, lalu mulai mendayung ke tengah lautan.

“Cukup di sini saja kita memancingnya. Saran kera.
“Tak seru, kera agak kelautan lagilah. Kamu takut ya?. “Ahhh, tidak.“ Jawab kera merasa berani. 

Mereka mendayung lebih ketengah laut lagi. Sekarang mereka seperti di tungkam baskom raksasa. Tidak lagi dapat melihat daratan. Air laut dan lengkungan langit. Kera juga sudah tidak mungkin lagi berenang ke tepian pantai dengan jarak yang sudah sejauh itu. Mereka membuang jangkar dan mulai memancing. Beberapa ikan telah dapat dan mereka mulai lapar dan haus. Kera menyarankan agar membuka buah kelapa dan segera minum makan dengan yang lezat.
“Saya sudah lapar, dan haus. Ujar kera.
“Aku juga.” Kata bangau.
“Bagiaman membuka buah kelapa agar kita dapat memakan degan dan meminum air kelapa.” Tanya kera. Sambil meneteskan air liur.
“Parang tidak ada. Coba pukulkan pada tepi perahu yang keras.” Saran bangau.

Kera yang sudah tidak sabar dan tergiur nikmatnya air kelapa muda. Membuat dia lupa kalau hantaman buah kelapa akan merusak kapal mereka yang terbuat dari kuali. Kera memukulkan buah kelapa dengan kuat ke tepi perahu mereka. Seketika itu juga, perahu retak memanjang dan air laut masuk. Tampak memercik dari retakan perahu. Tidak perlu waktu lama perahu mereka tenggelang. Bangau melompat ke angkasa, terbang. Dia tidak dapat menarik untuk membawa kera terbang. Karena tenaga terbang bangau tidaklah kuat. Maka terpaksa bangau meninggalkan kera di tengah lautan.

Kera berenang-renang mencoba bertahan hidup. Seekor hiu lapar datang menghampiri kera yang hampir sekarat. Kera menangis dan menjerit menyesali nasibnya yang malang. Terbayang akan keserakahannya pada kebun pisang. Tentu dia berdosa pikirnya pada si bangau. Dia telah menghianati sahabatnya sendiri. Sekarang dia akan menebus semua kesalahannya di lautan ini.

“Syukur aku bertemu makanan empuk hari ini.” Kata hiu sambil berenang mengelilingi kera yang megap-megap. Gigi hiu tampak runcing dan lidah hiu menggosok-gosok giginya yang tajam. Seakan-akan dia sedang mengasa mata giginya. Kera begitu ketakutan dan nasibnya akan berakhir di perut hiu.

“Mau memakanku, kawan. Tapi aku tidak enak saat ini. Sebab hati dan ususku tidak ada.” Kata kera.
“Di mana hati dan ususmu.” Tanya ikan hiu.
“Di daratan, aku sembunyikan di hutan bakau.” Jawab kera. Kemudian dia melanjutkan. “Antarkan aku ke tepian pantai. Nanti akan aku berikan hati dan usuku dan saat itu kau makanlah aku.” Jelas kera pada ikan hiu lapar itu. Ikan hiu percaya dan mengantar kera sampai di tepian pantai di hutan bakau.

“Tunggu di sini, kawan. Aku akan mengambil hati dan ususku. Kata kera. Kera melompat naik ke pohon-pohon bakau dan terus melompat dari dahan ke dahan dan sampai di hutan daratan. Sementara ikan hiu terus menunggu dan menunggu. Sampai akhirnya dia bosan dan tahu kalau dia ditipu si kera. “Kera yang suka menipu.” Guman ikan hiu. Air tepian bakau bergerak surut. Karena disana ada waktu air pasang dan surut. Membuat ikan hiu harus pergi mengikuti alur air ke tengah laut. Hiu pun pergi dan tidak pernah kembali lagi. Begitulah kehidupan si kera yang banyak akalnya. Tapi selalu penuh tipuan.

Rewrite. Joni Apero.
Editor. Desti. S. Sos
Palembang, 18 Januari 2019.

Dongeng ini diceritakan oleh P. Mahaganti. Dia seorang pensiunan guru dan pemuka agama. Dongeng ini diceritakan oleh ibunya sewaktu dia berumur enam tahun. Sumber. Paul Nebarth, dkk. Sastra Lisan Sangir Talaud. Pusat Pembina dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Skala Indah, 1985.


Sy. Apero Fublic
Via Dongeng
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Analisis Psikologi Agama terhadap Fenomena Remaja yang Beribadah Hanya Saat Mengalami Masalah

PT. Media Apero Fublic- Monday, June 29, 2026 0
Analisis Psikologi Agama terhadap Fenomena Remaja yang Beribadah Hanya Saat Mengalami Masalah
APERO FUBLIC   I  ESAI .--   Manusia yang lahir ke dunia pada dasarnya telah diperkenalkan dengan agama melalui lingkungan keluarga, terutama oleh …

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261296
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV so Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 68 Berita 1652 Berita Daerah 1622 Berita Internasional 38 Berita Nasional 1202 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 57 Cerita Rakyat 12 Cerpen 28 Dongeng 67 Ekonomi 99 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 862 Kesehatan 41 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 636 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 47 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 63 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 53 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 193 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us