Jambi
Kampus
Mahasiswi
Opini
Pariwisata
Pendidikan
Optimalisasi Kawasan Wisata Kuliner Kota Tua Pasar Jambi Sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)
APERO FUBLIC I Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan indicator penting dalam mengukur kemandirian fiscal suatu daerah. Semakin besar kontribusi PAD, semakin luas pula ruang pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan public.
Oleh karena itu, pemerintah dituntut untuk menggali sumber – sumber pendapatan yang berkelanjutan tanpa membebani masyarakat. Salah satu sector yang memiliki prospek besar adalah pariwisata berbasis kuliner, terutama melalui pengembangan Kawasan Wisata Kuliner Kota Tua Pasar Jambi sebagai destinasi unggulan baru di Kota Jambi.
Pemerintah Kota Jambi telah mengambil langkah strategis dengan meresmikan Kawasan Wisata Kuliner Kota Tua pada April 2026. Kawasan ini tidak hanya menghadirkan beragam kuliner khas jambi, tetapi menggabungkan nilai sejarah, budaya melayu, ekonomi kreatif, dan aktivitas UMKM dalam satu kawasan.
Pemerintah bahkan menggandeng BUMD PT Siginjai Sakti untuk mengelola kawasan tersebut dengan tujuan menghidupkan kembali denyut ekonomi di kawasan pasar yang selama bertahun - tahun cenderung sepi pada malam hari.
Pengembangan kawasan ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan PAD. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin tinggi pula transaksi rumah makan, kedai kuliner, pusat oleh – oleh, hingga jasa parkir, serta retribusi pelayanan.
Di sisi lain, meningkatnya efektivitas ekonomi juga akan memperkuat daya siang UMKM local sehingga manfaatnya tiak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga masyarakat sebagai pelaku usaha.
Namun, besarnya potensi tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan yang professional. Kawasan Wisata Kuliner Kota Tua tidak cukup hanya mengandalkan peresmian atau acara seremonial.
Pemerintah perlu memastikan kebersihan kawasan, keamanan, pencahayaan yang memadai, ketersediaan lahan parkir, serta penataan pedagang agar pengunjung merasa nyaman. Tanpa kualitas pelayanan yang baik, minat wisatawan berkunjung secara berulang akan sulit dipertahankan.
Selain itu, promosi harus dilakukan secara konsisten. Pemerintah dapat menjadikan kawasan ini sebagai lokasi penyelenggaraan festival kuliner, pertunjukan seni melayu, hingga pameran produk UMKM secara berkala.
Pemanfaatan media social dan kolaborasi dengan komunitas kreatif juga penting agaer Wisata Kuliner Kota Tua dikenal tidak hanya oleh masyarakat jambi, tetapi juga wisatawan dari luar daerah. Semakin tinggi jumlah kunjungan, semakin besar peluang peningkatan penerimaan PAD dari sector pariwisata dan kuliner.
Di samping itu, transparan pengelolaan perndapatan juga peru menjadi perhatian. Digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi di kawasan wisata dapat menimalkan kebocoran penerimaan daerah sekaligus memberikan kemudahan bagi palaku usaha dan pengunjung. Data transaksi yang tercatat secara digital juga akan membantu pemerintah mengevaluasi perkembangan kawasan dan menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran meningkatkan PAD.
Pada akhirnya, kawasan wisata kuliner kota Tua Pasar Jambi bukan sekadar tempat menikmati makanan khas, tetapi merupakan investasi ekonomi jangka panjang bagi kota Jambi.
Apabila dikelola secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMD, pelaku UMKM, dan masyarakat, kawasan ini berpotensi menjadi ikon pariwisata yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan pendapatan Asli Daerah. Keberhasilan program ini akan menjadi bersejarah dapat berjalan seiring dengan upaya mewujudkan kemandirian fisikal daerah.
Oleh: Junita Tri Guslia
Mahasiswi Universitas Nurdin Hamzah, Jambi.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Jambi

Post a Comment