Kampus
Mahasiswi
Opini
Pendidikan
Antara Hobi dan Pemborosan: Pengaruh Kecintaan terhadap Idola K-Pop terhadap Pengelolaan Keuangan di Kalangan Mahasiswa
APERO FUBLIC I OPINI.- Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena K-Pop telah berkembang menjadi bagian dari budaya populer yang dinikmati oleh banyak orang, termasuk mahasiswa. Mulai dari musik, penampilan, dan kepribadian idola K-Pop mampu menarik perhatian penggemar hingga membentuk komunitas penggemar yang sangat besar.
Kecintaan terhadap idola K-Pop sering kali diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti mendengarkan lagu, menonton konser, membeli album, mengoleksi merchandise, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan idola K-Pop.
Pada dasarnya, memiliki hobi merupakan hal yang positif karena dapat menjadi tempat untuk hiburan dan pelepas stres. Namun, kecintaan yang berlebihan terhadap idola K-Pop dapat berubah menjadi kebiasaan berbelanja yang berlebihan yang menimbulkan sifat konsumtif, hal ini berpotensi menganggu kondisi keuangan seseorang jika tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang bijak.
Terutama bagi mahasiswa yang umumnya memiliki sumber pendapatan yang terbatas. Oleh karena itu, sanagat penting untuk memahami bagaimana kecintaan terhadap idola K-Pop dapat memengaruhi pengelolaan keuangan.
Pengaruh terhadap Pengelolaan Keuangan
Pengelolaan keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam merencanakan, mengatur, dan mengendalikan penggunaan uang agar kebutuhan dan tujuan dapat terpenuhi. Kemampuan ini sangat penting bagi mahasiswa, karena sebagian besar dari mereka masih bergantung pada uang saku dari orang tua atau memiliki penghasilan yang terbatas.
Kecintaan yang berlebihan terhadap idola K-Pop dapat memengaruhi pengelolaan keuangan melalui beberapa cara, yaity:
1. Meningkatnya Pengeluaran Konsumtif
Sebagian besar penggemar K-Pop sering kali membeli album, photocard, lightstick, dan berbagai merchandise. Jika hal ini dilakukan secara berlebihan, pengeluaran tersebut dapat mengurangi dan yang harusnya untuk kebutuhan pokok seperti biaya hidup sehari-hari, transportasi, dan pendidikan.
2. Pembelian Impulsif
Ketika idola melakukan comeback atau merilis merchandise edisi terbatas, seringkali terjadi pembelian impulsif. Para penggemar sering kali melakukan pembelia impulsif tanpa mempertimbangkan kondisi mereka. Akibatnya, pengeluaran menjadi tak terkendali dan dapat terganggu.
3. Menurunnya Kemampuan Menabung
Kemampuan untuk menabung mungkin berkurang akibat pengeluaran untuk hiburan. Namun, menabung sangat penting sebagai dana darurat maupun untuk mempersiapkan kebutuhan di masa depan. Tujuan keuangan jangka panjang akan lebih sulit dicapai sebagian besar penghasilan dihabiskan untuk memenuhi keinginan.
Upaya Mengelola Keuangan secara Bijaksana
Agar kecintaan terhadap idola K-Pop tidak berubah menjadi pemborosan, terdapet beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Menyusun anggaran keuangan bulanan dan menentukan batas pengeluaran untuk hiburan.
2. Memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan.
3. Menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan dana darurat.
4. Menghindari pembelian impulsif dengan mempertimbangkan manfaat dan kemampuan finansial sebelum membeli suatu produk.
5. Tidak menggunakan utang atau layanan cicilan untuk memenuhi kebutuhan hiburan yang tidak mendesak.
6. Membuat catatan pengeluaran agar penggunaan uang dapat dipantau secara lebih efektif.
Kesimpulan
Kecintaan terhadap idola K-Pop dapat memberikan manfaat seperti pelepas stres dan menjadi tempat hiburan dari hobi ini. Namun, hobi ini dapat menyebabkan pengeluaran berlebihan, pembelian impulsif, menurunnya kemampuan menabung, hingga dapat menimbulkan masalah keuangan lainnya.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kesadaran terhadap keuangan yang baik agat dapat menikmati hobi tanpa mengorbankan kebutuhan utama maupun tujuan keuangan masa depan. Dengan pengelolaaan keuangan yang bijaksana, kecintaam terhadap idola K-Pop dapat tetap menjadi sumber kebahagiaan tanpa berubah menjadi pemborosan.
Penulis: Kesya Mariana Putri
Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi D3 Akuntansi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment