Ekonomi
Kampus
Mahasiswi
Opini
Pendidikan
Warga Mulai Merasakan Uang Rp 50 Ribu Sehari Makin Tidak Cukup di Kabupaten Pasaman
APERO FUBLIC I PASAMAN.– Keluhan masyarakat terkait meningkatnya biaya hidup mulai semakin terasa di Kabupaten Pasaman. Jika beberapa tahun lalu uang Rp50 ribu masih dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga kecil, kini nominal tersebut dinilai semakin sulit mencukupi kebutuhan dasar seperti membeli beras, lauk, minyak goreng, hingga biaya transportasi.
Fenomena ini dirasakan hampir di seluruh lapisan masyarakat, terutama kalangan pekerja harian, petani kecil, pedagang kaki lima, hingga mahasiswa perantauan. Kenaikan harga bahan pokok secara perlahan membuat pengeluaran rumah tangga semakin besar, sementara pendapatan masyarakat cenderung tidak mengalami peningkatan signifikan.
Salah seorang warga Pasaman mengaku bahwa uang Rp50 ribu saat ini hanya cukup untuk membeli beberapa kebutuhan dapur sehari. Harga cabai, bawang, telur, dan minyak goreng yang terus berubah membuat masyarakat harus lebih selektif dalam berbelanja.
Secara nasional, kondisi ini juga tercermin dalam berbagai survei ekonomi. Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan lebih dari separuh masyarakat merasa harga kebutuhan pokok kini semakin sulit dijangkau dibanding tahun sebelumnya.
Beberapa komoditas pangan pada 2026 juga tercatat mengalami kenaikan harga, seperti beras, cabai, telur ayam, dan minyak goreng. Kondisi tersebut dinilai ikut menekan daya beli masyarakat di daerah, termasuk Kabupaten Pasaman.
Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat lebih aktif menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama menjelang hari besar keagamaan dan musim tertentu yang sering memicu kenaikan harga pasar. Selain itu, dukungan terhadap sektor pertanian dan usaha kecil dinilai penting agar pendapatan masyarakat ikut meningkat seiring naiknya biaya hidup.
Pengamat ekonomi menilai kondisi ini menjadi sinyal bahwa tekanan ekonomi rumah tangga mulai dirasakan secara nyata di daerah. Jika tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan dan stabilitas harga, maka kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari akan semakin berat.
Bagi sebagian warga Pasaman, uang Rp50 ribu kini bukan lagi angka yang cukup besar untuk kebutuhan satu hari. Realitas tersebut menjadi gambaran bagaimana perubahan ekonomi nasional perlahan mulai dirasakan hingga ke tingkat masyarakat bawah.
Penulis: Risa Wahyuni
Mahasiswi Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Malikussaleh.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ekonomi

Post a Comment