Sosialisasi Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Lilin Ramah Lingkungan Dukung SDG 12 di Dusun Kajorkulon, Imogiri, Bantul
Sosialisasi Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Lilin Ramah Lingkungan Dukung SDG 12 di Dusun Kajorkulon, Imogiri, Bantul
APERO FUBLIC I FEATURE.- Mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan sosialisasi bertema "Optimalisasi Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Lilin Ramah Lingkungan melalui Edukasi Pengelolaan Limbah Rumah Tangga" pada Minggu, 9 Mei 2026, di Dusun Kajorkulon, Selopamioro, Imogiri, Bantul. Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah rumah tangga secara bertanggung jawab, sejalan dengan SDGs nomor 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Kegiatan ini hadir sebagai respons atas kondisi di Dusun Kajorkulon, di mana sebagian besar ibu rumah tangga masih membuang minyak jelantah langsung ke saluran air atau tanah dan belum ada program pengelolaan di tingkat dusun. Padahal, kebiasaan ini berdampak serius, mulai dari penyumbatan drainase hingga pencemaran air tanah. Sekitar 30 ibu-ibu anggota PKK Dusun Kajorkulon hadir sebagai peserta, dengan mahasiswa UNY sebagai penyelenggara sekaligus pemateri.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapat penjelasan tentang bahaya pembuangan minyak jelantah serta cara mengolahnya menjadi lilin ramah lingkungan menggunakan bahan sederhana seperti minyak jelantah, parafin, Bleaching Earth dan Pewarna krayon bekas. Setelah sesi materi, seluruh peserta langsung mempraktikkan pembuatan lilin dan berhasil menghasilkan produk nyata. Dari sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, lebih dari 70 persen peserta dinilai telah memahami materi. "Ternyata minyak bekas goreng bisa jadi lilin, saya baru tahu dan mau coba lagi di rumah," ujar salah satu peserta PKK. Kegiatan ini juga dinilai berkontribusi pada SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim dan SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas melalui pendekatan pembelajaran berbasis komunitas.
Sebagai wujud komitmen UNY dalam mendukung pencapaian SDGs, mahasiswa berharap program ini dapat berlanjut melalui pembentukan bank minyak jelantah di tingkat dusun, penguatan peran PKK sebagai agen edukasi lingkungan, serta pengembangan produk lilin sebagai peluang usaha kecil rumah tangga. Langkah-langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari gerakan nyata dalam membangun budaya pengelolaan limbah yang berkelanjutan, baik di lingkup lokal maupun sebagai kontribusi terhadap agenda pembangunan nasional.
Penulis : Lisa Dwi Anggraeni
Tim Pelaksana Kegiatan Terdiri: Siti Azzahra, Siti Saraswati, Najya Salsabila Firdasari, Lisa Dwi Anggraeni, Rahmadhani Nurul Suci, Risda Elisa Trisnati.
Mahasiswa Program Studi PPKn, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic

Post a Comment