Ekonomi
Kampus
Kesehatan
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Makan Bergizi Gratis atau Dana Pelajar? Menimbang Ketepatan Kebijakan
APERO FUBLIC I OPINI.- Sebagai seorang mahasiswa, saya melihat bahwa kebijakan Masyar tidak cukup hanya didasarkan pada niat baik. Dalam konstitusi, negara tidak hanya dituntut untuk hadir, tetapi juga untuk tepat dalam memenuhi kebutuhan warganya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintahan Prabowo Subianto, pada dasarnya, merupakan Masyara yang cukup menjanjikan. Secara konsep, program ini sejalan dengan semangat keadilan sosial dalam Pancasila, yaitu memastikan kesejahteraan Masyarakat, termasuk pemenuhan gizi pelajar.
Namun, pertanyaannya, apakah seluruh pelajar benar-benar membutuhkan hal yang sama?
Di lapangan, realitas menunjukkan bahwa kebutuhan pelajar tidak selalu seragam.
Sebagian mungkin membutuhkan asupan gizi, tetapi tidak sedikit yang justru menghadapi kendala lain, seperti biaya transportasi, perlengkapan sekolah, atau akses terhadap sumber belajar.
Dalam perspektif Pancasila, keadilan tidak selalu berarti kesamaan, melainkan kesesuaian dengan kondisi. Oleh karena itu, pendekatan yang terlalu seragam berpotensi kurang tepat sasaran.
Selain itu, pelaksanaan program berskala besar seperti MBG juga tidak lepas dari tantangan. Distribusi, kualitas makanan, hingga pengawasan menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Tanpa pengelolaan yang baik, program ini justru berisiko menimbulkan inefisiensi anggaran.
Sebagai alternatif, bantuan dalam bentuk dana pelajar dapat menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi pelajar untuk menentukan kebutuhan mereka sendiri, sekaligus berpotensi lebih efisien dalam pelaksanaannya.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan Masyar cakupan penerima manfaat. Program ini masih berfokus pada siswa sekolah, sementara mahasiswa yang juga berada dalam proses Masyarakat belum tersentuh secara langsung.
Bukan berarti program MBG tidak baik, tetapi kebijakan ini masih dapat dikembangkan agar lebih adaptif dan tepat sasaran. Pada akhirnya, kebijakan yang baik bukan hanya yang terlihat ideal, tetapi yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi Masyarakat.
PENULIS: Aisyah Inas Tsabita
Mahasiswa Program Studi Akuntansi
Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ekonomi

Post a Comment