-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Esai Kampus Kesehatan dan Pendidikan Wanita Mahasiswi Pendidikan Psikologi Sosial Masyarakat Pandangan Perempuan Gen Z Terhadap Marriage is Scary
Esai Kampus Kesehatan dan Pendidikan Wanita Mahasiswi Pendidikan Psikologi Sosial Masyarakat

Pandangan Perempuan Gen Z Terhadap Marriage is Scary

OLEH : LAKSMI SAQEENA RIDHO
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
09 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
source : canva

Pandangan Perempuan Gen Z Terhadap Fenomena Marriage is Scary: Ketika Kurangnya Peran Ayah Mempengaruhi Perspektif

APERO FUBLIC  I  ESAI.--  Perempuan dalam keadaan fatherless memiliki kondisi takut akan ditinggalkan, sama dengan apa yang pernah dilakukan oleh ayahnya, sehingga menimbulkan kecemasan untuk menjalin sebuah komitmen atau pernikahan. Kecemasan ini merupakan suatu pengalaman emosional yang timbul karena trauma dan rasa tidak percaya diri dari dalam diri.

Artikel populer ini ditulis bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kecemasan terhadap pernikahan pada perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless sehingga menganggap bahwa ‘marriage is scary’. 

Pandangan inilah yang akhirnya membuat perempuan yang mengalami fatherless memandang negatif lelaki lawan jenisnya, sehingga mempengaruhinya terhadap gambaran pernikahan dan menjadikan sosok ayah sebagai laki-laki harus dijauhi. Padahal seharusnya sosok ayah seharusnya menjadi laki-laki pertama bagi anak perempuan untuk menjadi cinta pertama dalam hidupnya.

Ketakutan perempuan Gen Z terhadap fenomena ‘marriage is scary’ bukanlah sekedar tren media sosial, tetapi juga bentuk nyata dari trauma pengasuhan akibat hilangnya peran ayah (fatherless).

Krisis figur pelindung ini telah mengubah pandangan laki-laki di mata mereka dari yang seharusnya menjadi cinta pertama menjadi sumber kecemasan utama sehingga keputusan untuk menunda atau menghindari pernikahan menjadi sebuah mekanisme pertahanan diri demi memutus rantai luka emosional yang sama.

Budaya patriarki yang masih mengakar kuat dalam struktur sosial masyarakat sering kali menempatkan beban domestik secara eksklusif pada bahu perempuan. Konstruksi sosial ini menguatkan pandangan bahwa peran utama laki-laki hanyalah sebagai pencari nafkah material tanpa kewajiban terlibat dalam pengasuhan emosional.

Akibatnya, banyak ayah yang merasa asing di dalam rumahnya sendiri karena terjebak dalam ekspektasi maskulinitas yang kaku. Hal ini menciptakan jarak psikologis antara ayah dan anak, di mana kehadiran fisik tidak dibarengi dengan kehangatan komunikasi.

Patriarki secara tidak langsung menormalisasi ketidakhadiran ayah (fatherless) karena menganggap keterlibatan emosional laki-laki sebagai bentuk kelemahan. Kondisi tersebut membuat perempuan Gen Z melihat struktur keluarga tradisional sebagai sistem yang tidak seimbang. Mereka menyaksikan bagaimana ibu berjuang sendirian sementara figur ayah tetap menjadi sosok yang dingin dan jauh.

Ketidakseimbangan ini menanamkan persepsi bahwa pernikahan hanya akan menambah beban tanggung jawab tanpa dukungan pasangan yang setara. Oleh karena itu, kritik terhadap patriarki menjadi bagian penting dalam memahami mengapa pernikahan mulai dipandang sebagai institusi yang menakutkan. Pada akhirnya, dekonstruksi terhadap nilai-nilai patriarki diperlukan agar peran ayah tidak lagi terbatas pada aspek finansial semata.

Keluarga adalah unit sosial terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu dan satu atau dua anak lebih dijiwai dengan cinta dan tanggung jawab. Tumbuh kembang seorang anak tentunya membutuhkan pengasuhan yang baik dari kedua orang tuanya.

Peran ayah dan ibu sama pentingnya dan berpengaruh dalam perkembangan anak, tetapi dalam kenyataannya seorang ayah tidak memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dengan anak karena memiliki kewajiban untuk mencari nafkah.

Seorang anak tumbuh dalam keluarga yang utuh biasanya mendapat perhatian yang cukup, terutama dari ayahnya. Namun ketika salah satu orang tua tidak hadir maka terdapat ketidakseimbangan pada perkembangan psikologis anak.

Tentunya setiap orang menginginkan keluarga yang bahagia dan harmonis untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap anggotanya tetapi tidak menutup kemungkinan terjadinya permasalahan di dalam keluarga. Berdasarkan data dari Databoks pada tahun 2017-2021 kasus perceraian terjadi sebanyak 53% dan sebesar 7,04 anak hanya tinggal bersama ibu (Ridho, 2022).

Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa anak-anak yang mengalami fatherless menyebabkan anak merasa rendah harga diri (self esteem), kesepian (loneliness), kecemburuan (envy), kedukaan (grief), rasa kehilangan yang amat sangat, rendahnya control terhadap diri sendiri (selfcontrol), keberanian dalam mengambil sebuah resiko (risk taking), dan kecenderungan mental yang tidak stabil terutama banyak terjadi pada anak perempuan (Salsabila dkk, 2020).

Peran ayah tidak hanya dibutuhkan anak laki-laki saja tetapi anak perempuan juga membutuhkan kedekatan dengan ayah agar lebih dapat berpikir secara rasional, sedangkan anak laki-laki diajarkan untuk berani dalam bersikap sebagai pemimpin.

Pengaruh peran ayah terhadap anak perempuan di masa depan adalah ketika berhubungan sosial dengan lawan jenis, situasi tanpa ayah ini cenderung membuat anak merasa ada sesuatu yang hilang, menempatkan mereka dalam situasi yang sulit, dan menghambat pertumbuhan mereka.

Luka emosional akibat fatherless sering kali bermula dari perasaan tidak layak dicintai yang tertanam sejak masa kanak-kanak. Tanpa afirmasi dari sosok ayah, anak perempuan cenderung tumbuh dengan harga diri yang rendah dan perasaan kesepian yang mendalam.

Ketidakhadiran ini menciptakan trauma pengabaian yang membuat mereka selalu merasa cemas akan ditinggalkan oleh orang lain di masa depan. Mereka kehilangan standar perilaku laki-laki yang baik karena cinta pertama yang seharusnya melindungi justru menjadi sumber kekecewaan.

Akibatnya, timbul rasa tidak percaya yang besar terhadap laki-laki lawan jenis secara umum. Luka ini berkembang menjadi mekanisme pertahanan diri yang membuat mereka sangat selektif atau bahkan takut menjalin komitmen serius.

Ketidakhadiran peran ayah secara emosional merusak citra ideal tentang sebuah keluarga yang harmonis di mata perempuan dewasa awal. Pengalaman melihat kegagalan interaksi orang tua membuat mereka memandang pernikahan sebagai siklus penderitaan yang harus dihindari.

Ketakutan untuk mengulangi kesalahan yang sama menjadi motivasi utama di balik fenomena marriage is scary. Mereka merasa bahwa pernikahan tanpa kehadiran emosional yang utuh hanyalah sebuah beban formalitas yang menyakitkan.

Luka ini mendorong mereka untuk lebih memilih kemandirian demi menjaga kesehatan mental dan stabilitas diri sendiri. Memutus rantai trauma ini dianggap lebih penting daripada memenuhi ekspektasi sosial untuk segera membangun rumah tangga.

Kecemasan terhadap pernikahan ini timbul karena ayahnya sebagai standar untuk menilai perilaku baik dan tidak baik dari laki-laki. Karenanya, ketika sosok ayah hilang maka akan cenderung timbul kecemasan pada diri perempuan untuk melakukan pernikahan, sebab merasa bahwa dirinya tidak layak untuk dicintai oleh siapapun, takut akan terjadi hal yang sama seperti pernikahan orangtuanya, dan takut salah memilih sosok ‘ayah’ untuk anaknya kelak.

Hasil survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada 2016 menunjukkan 8,3 juta perempuan dewasa yang tidak menikah dan meningkat sebanyak 8% menjadi 9,04 juta orang pada 2020 (Maharrani, 2022).

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa fenomena yang terjadi saat ini adalah karena banyaknya perempuan yang sudah cukup usia dengan kondisi kehidupan yang mencukupi tetapi enggan untuk menikah yang disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya fatherless.

Karena pengalaman yang dilihat dari pernikahan kedua orangtuanya juga menjadi salah satu alasan utama individu dalam membayangkan kebahagiaan seperti apa itu pernikahan.

Fenomena ‘marriage is scary’ di kalangan perempuan Gen Z bukan hanya sebuah tren tanpa alasan, tetapi sebuah peringatan atas rapuhnya peran figur seorang ayah dalam keluarga selama ini. Tingginya angka perceraian dan fenomena fatherless telah menciptakan banyak luka yang mengubah cara pandang perempuan terhadap laki-laki dan pernikahan.

Bagi mereka, memilih untuk tidak terburu-buru menikah atau bahkan memutuskan untuk sendiri adalah sebuah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri agar tidak mengulangi siklus kegagalan yang pernah mereka rasakan.

Pada akhirnya, penurunan angka pernikahan ini adalah pesan bagi masyarakat bahwa sebuah keluarga tidak cukup jika hanya dibangun atas dasar pemenuhan materi berupa nafkah tetapi juga harus didasari oleh kehadiran emosional yang utuh.

Perempuan Gen Z saat ini tidak sedang menolak kebahagiaan, mereka hanya sedang memastikan bahwa ketika memutuskan untuk membangun sebuah keluarga harus ada cinta dan pemahaman bahwa keluarga adalah tempat paling nyaman untuk bertumbuh.

Perempuan Gen Z memilih untuk memutus rantai trauma demi masa depan yang lebih sehat secara mental.


OLEH  :  LAKSMI SAQEENA RIDHO
Mahasiswi Prodi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. 
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Esai
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Mahasiswa KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting bagi Ibu Hamil di Desa Undar Andir

PT. Media Apero Fublic- Saturday, July 25, 2026 0
Mahasiswa KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting bagi Ibu Hamil di Desa Undar Andir
APERO FUBLIC  I  SERANG.– Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyelenggarakan sosialisasi bertajuk…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261496
  • 20251140
  • 2024210
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja
    APERO FUBLIC  I  ESAI . -  Data BPS per Februari 2025 mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan ...
  • MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba
    APERO FUBLIC.- Makanan "Pundang Muba" merupakan salah satu kekayaan kuliner yang membanggakan dari Kota Sekayu, Kabupaten Musi B...
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...
  • Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980
    Apero Fublic.- Harimau Sumatera adalah subspesies harimau di dunia. Habitat aslinya adalah Pulau Sumatera. Harimau sumatera dalam bahas...
  • Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.
    Apero Fublic.- Arsitektur Masjid Agung Palembang Adalah Induk Dari Atap Masjid-Masjid Ttradisional di Sumatra Selatan. Mengapa demiki...
  • Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio
    APERO FUBLIC.- Bulan Ramadhan 1439 Hijriah telah berlalu, sekitar sebulan lalu. Aktivitas perkuliahan Aisyah dalam libur smester. Kampu...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?
    Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial? Oleh: Muhammad Izaz Alhafiz Dosen Pengampu: Apriani Riyanti, S....
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019
Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Sunday, June 30, 2019
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Monday, June 29, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 69 Berita 1790 Berita Daerah 1708 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1229 Brand 117 Budaya Daerah 38 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 66 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 117 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 20 Kampus 925 Kesehatan 42 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 672 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 53 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 64 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 58 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 202 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us