Banten
Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Serang
Mahasiswa KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting bagi Ibu Hamil di Desa Undar Andir
APERO FUBLIC I SERANG.– Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyelenggarakan sosialisasi bertajuk "Cegah dan Atasi Stunting pada Ibu Hamil dan Balita" pada Kamis (23/7/2026) pukul 14.00 WIB.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ibu Kepala Desa Undar Andir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, ini merupakan salah satu program kerja KKM di bidang kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian di Indonesia karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga kualitas hidup anak di masa depan.
Oleh karena itu, Mahasiswa KKM Kelompok 37 UNIBA berinisiatif menghadirkan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting melalui pendekatan promotif dan preventif.
Kegiatan ini dihadiri oleh ibu hamil, kader PKK yang dipimpin langsung oleh Ibu Kepala Desa selaku Ketua Tim Penggerak PKK Desa Undar Andir, bidan desa, kader Posyandu, serta mahasiswa KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang mendukung kesehatan ibu dan anak.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai pengertian stunting, penyebab terjadinya stunting, faktor risiko yang dapat memengaruhi pertumbuhan anak, serta dampak jangka pendek dan jangka panjang apabila stunting tidak dicegah sejak dini.
Materi juga menekankan bahwa pencegahan stunting tidak dimulai ketika anak lahir, melainkan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang cukup dan pola hidup sehat.
Bidan Desa Undar Andir sebagai narasumber menjelaskan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin di fasilitas kesehatan, konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, vitamin, dan mineral, serta kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), memberikan ASI eksklusif setelah bayi lahir, hingga memastikan imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan secara berkala melalui Posyandu.
Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta, khususnya ibu hamil, tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai kebutuhan gizi selama kehamilan, cara menjaga kesehatan janin, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting sejak dini.
Seluruh pertanyaan dijawab secara langsung oleh bidan desa dengan penjelasan yang mudah dipahami sehingga peserta memperoleh informasi yang lebih komprehensif.
Ketua KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa, Ahmad Mustopa, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting yang masih menjadi perhatian nasional.
"Melalui sosialisasi ini kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama ibu hamil, mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi sejak masa kehamilan. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting," ujar Ahmad Mustopa.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa KKM tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menjadi mitra pemerintah desa dalam memberikan edukasi yang bermanfaat bagi warga.
Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader PKK, dan kader Posyandu menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus menerapkan pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di desa.
Mahasiswa KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini dan memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan Desa Undar Andir yang sehat serta bebas stunting.
Penulis: Kelompok 37
Mahasiswa KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Banten

Post a Comment