Ekonomi
Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
UMKM Mie Pentil Pundong Dukung Pencapaian SDGs melalui Pemberdayaan Masyarakat
APERO FUBLIC I YOGYAKARTA.— Upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terus dilakukan oleh berbagai sektor, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu contohnya dapat ditemukan di wilayah Pundong, tepatnya pada usaha produksi Mie Pentil yang dikelola oleh Ibu Mujirahayu.
Pada Minggu, 10 Mei 2026, empat mahasiswa Pendidikan Bahasa Daerah, Universitas Negeri Yogyakarta, yaitu Alya Sagita, Putra Anugerah, Yohan Putro, dan Reza Putri melakukan kunjungan sekaligus wawancara kepada Ibu Mujirahayu di kediamannya di Pundong, Bantul.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali informasi mengenai peran UMKM lokal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs poin 1 (Tanpa Kemiskinan), poin 2 (Tanpa Kelaparan), dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Usaha Mie Pentil yang dijalankan Ibu Mujirahayu tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Dalam wawancara tersebut, beliau menyampaikan bahwa usaha yang dirintisnya mampu membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga sekitar melalui penciptaan lapangan pekerjaan.
“Usaha mie pentil ini sangat membantu ekonomi terutama keluarga saya dan kemudian bisa melibatkan tetangga atau masyarakat sekitar,” ujar Ibu Mujirahayu.
Melalui usaha tersebut, beberapa warga sekitar turut dilibatkan dalam proses produksi maupun penjualan. Setelah diproduksi, mie pentil kemudian dipasarkan dan dijual di pasar tradisional sekitar wilayah Pundong dan Bantul. Aktivitas ini turut membantu perputaran ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan kuliner tradisional kepada masyarakat yang lebih luas.
Hal ini menunjukkan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal sekaligus mengurangi angka pengangguran di wilayah pedesaan. Hal tersebut otomatis akan mendukung SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), dan SDGs 2 (Tanpa Kelaparan).
Selain itu, keberadaan usaha Mie Pentil Pundong juga turut melestarikan kuliner tradisional khas daerah. Dengan mempertahankan cita rasa lokal dan memberdayakan masyarakat sekitar, UMKM seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana ekonomi kerakyatan dapat berjalan selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa UNY berharap, keberadaan UMKM lokal seperti usaha Mie Pentil milik Ibu Mujirahayu dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung tercapainya SDGs di Indonesia.
Penulis :
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ekonomi

Post a Comment