Kampus
Mahasiswi
Opini
Pendidikan
Pendidikan sebagai Fondasi Pembangunan Ekonomi Indonesia dan Kesejahteraan Masyarakat
APERO FUBLIC I OPINI.- Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya alam melimpah dan jumlah penduduk yang besar. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.
Pada era persaingan global dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, pendidikan menjadi faktor penting yang menentukan kemampuan masyarakat dalam memperoleh pekerjaan, meningkatkan produktivitas, dan mencapai kesejahteraan ekonomi.
Oleh karena itu, kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak dapat dilepaskan dari kualitas sistem pendidikan yang dimiliki masyarakatnya.
Perekonomian Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara dan memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Namun, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam atau besarnya investasi yang masuk, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia.
Dalam hal ini, pendidikan memegang peranan penting karena menjadi fondasi utama dalam membentuk kemampuan, keterampilan, dan pola pikir masyarakat.
Pentingnya pendidikan telah dijamin oleh negara melalui Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pada Pasal 31 ayat (1) disebutkan bahwa “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.” Selanjutnya, Pasal 31 ayat (2) menyatakan bahwa “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.”
Selain itu, Pasal 31 ayat (4) menegaskan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD. Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan pendidikan sebagai salah satu sektor yang sangat penting dalam pembangunan bangsa.
Meskipun demikian, sistem pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu permasalahan utama adalah kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Sekolah-sekolah di kota besar umumnya memiliki fasilitas yang lebih lengkap, akses teknologi yang memadai, serta tenaga pengajar yang lebih berkualitas dibandingkan sekolah di daerah terpencil.
Selain itu, masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Akibatnya, kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas belum dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Menurut Najelaa Shihab, pendidikan seharusnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Keterampilan tersebut sangat dibutuhkan dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Pendapat ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan lulusan dalam menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja yang terus berkembang.
Permasalahan pendidikan tersebut berdampak langsung pada kondisi perekonomian. Pendidikan yang kurang memadai sering kali menyebabkan seseorang memiliki keterbatasan keterampilan dan kompetensi untuk bersaing di dunia kerja. Akibatnya, angka pengangguran masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia.
Bahkan, tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang studinya. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri atau yang sering disebut sebagai skill mismatch.
Selain pengangguran, masalah lain yang muncul adalah banyaknya tenaga kerja yang bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu. Mereka umumnya tidak memiliki jaminan sosial, perlindungan kerja, maupun kesempatan pengembangan karier yang memadai.
Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat sulit meningkatkan taraf hidup meskipun mereka bekerja setiap hari. Di sisi lain, perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat juga menuntut tenaga kerja untuk memiliki keterampilan baru.
Jika kualitas pendidikan tidak mampu mengikuti perkembangan tersebut, maka daya saing tenaga kerja Indonesia dapat tertinggal dibandingkan negara lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ekonomi masyarakat dapat dilihat dari meningkatnya biaya hidup. Harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan rumah tangga lainnya cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Meskipun pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi, banyak masyarakat yang masih merasakan tekanan ekonomi karena pendapatan yang diperoleh belum mampu mengimbangi kenaikan harga barang dan jasa. Akibatnya, sebagian keluarga harus mengurangi pengeluaran atau mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Di sisi lain, Indonesia memiliki kekuatan besar dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional karena mampu menyerap banyak tenaga kerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Namun, banyak pelaku UMKM yang masih menghadapi kendala seperti keterbatasan modal, rendahnya literasi digital, serta kurangnya akses terhadap pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan juga penting untuk membantu pelaku UMKM agar mampu berkembang dan bersaing di era digital.
Menurut saya, salah satu tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah memastikan bahwa sistem pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Pendidikan harus lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, ekonomi digital, dan kebutuhan industri. Selain itu, kemampuan berwirausaha juga perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Pemerintah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), beasiswa LPDP, pelatihan vokasi, hingga program peningkatan keterampilan digital.
Namun, keberhasilan program-program tersebut memerlukan pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kesimpulannya, pendidikan dan perekonomian memiliki hubungan yang sangat erat. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Sebaliknya, rendahnya kualitas pendidikan dapat meningkatkan risiko pengangguran, kesenjangan ekonomi, dan rendahnya daya saing tenaga kerja.
Oleh karena itu, pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran harus menjadi prioritas utama agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Penulis : Irma Safitri
Mahasiswi Universitas Pamulang, Manajemen Ekonomi dan Bisnis.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment