-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Budaya Esai Kampus Kebudayaan Mahasiswa Pendidikan SUMUT Menggugat Tabu Saat Anak Perempuan Batak Menuntut Keadilan Waris
Budaya Esai Kampus Kebudayaan Mahasiswa Pendidikan SUMUT

Menggugat Tabu Saat Anak Perempuan Batak Menuntut Keadilan Waris

PENULIS: Muhammad Zaqqi Asegaf Al Farado
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
29 May, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Figure. Rumah Adat Batak Toba. (Sumber: Oliver Biallawons / Getty Images)


APERO FUBLIC  I  ESAI.-  Bayangkan sebuah situasi pelik yang barangkali sering kita dengar dalam isu konflik keluarga di sekitar kita. Ada seorang anak perempuan yang menghabiskan waktu belasan tahun untuk merawat orang tua kandung di masa senjanya.

Menemani mereka bolak-balik ke rumah sakit, menyuapi makan dengan sabar, menyeka air mata mereka saat kesakitan, hingga akhirnya mengurus seluruh prosesi ritual dan biaya pemakaman ketika mereka berpulang. 

Namun, begitu tanah makam baru saja mengering dan pelayat mulai pulang, saudara laki-laki anak perempuan yang selama ini merantau jauh dan jarang memberi kabar tiba-tiba mengetuk pintu.

Ia mengklaim seluruh rumah, bidang ladang, tabungan, dan harta peninggalan orang tua secara mutlak atas nama hukum adat. Sementara anak perempuan itu? dipaksa hengkang tanpa membawa apa-apa, kecuali kenangan dan rasa lelah.

Bagi masyarakat modern, kronologi ini terasa seperti sebuah ketidakadilan nyata yang menyayat hati. Namun, dalam ruang lingkup Hukum Waris Adat Batak Toba yang menganut sistem kekerabatan patrilineal murni, tindakan sang saudara laki-laki memiliki legitimasi kultural yang kuat dan sudah berjalan selama berabad-abad.

Dalam tatanan adat Batak, anak perempuan dianggap akan keluar dari lingkungan hukum keluarganya sendiri setelah menikah (manjae) dan melebur ke dalam marga suaminya. Implikasinya secara hukum adat sangat tegas, mereka tidak lagi dihitung sebagai ahli waris dari orang tua kandung. Hak waris sepenuhnya menjadi hak eksklusif anak laki-laki sebagai penerus garis keturunan dan penjaga silsilah keluarga (tarombo).

Pertanyaannya, di tengah perkembangan zaman dan perubahan cara pandang masyarakat saat ini, apakah aturan adat yang dibuat sejak lama masih sesuai dengan rasa keadilan sekarang? Ataukah justru ada aturan adat yang sudah tidak relevan dan dapat menimbulkan diskriminasi?

Hukum Adat Bukan Fosil di Dalam Etalase


Banyak orang masih memandang hukum adat sebagai sesuatu yang kuno dan hanya cocok menjadi bagian dari sejarah atau tradisi masa lalu. Ia dipandang sebagai sesuatu yang sakral, kaku, dan tidak boleh disentuh, seolah-olah jika ada satu pasal yang bergeser, maka seluruh fondasi kebudayaan akan runtuh seketika.

Padahal, jika kita mengupas kembali pemikiran pakar hukum adat legendaris seperti B. Ter Haar, hukum adat sejatinya didefinisikan sebagai living law atau hukum yang hidup. Sifat utamanya adalah dinamis, elastis, dan mestinya bernapas seirama dengan perkembangan peradaban masyarakatnya.

Belakangan ini, ruang-ruang sidang di Pengadilan Negeri wilayah Sumatera Utara dan kota-kota besar lainnya tidak lagi sepi dari gugatan waris yang diajukan oleh para perempuan Batak.

Fenomena ini menarik, langkah hukum yang mereka tempuh bukanlah bentuk tindakan "durhaka" atau pembangkangan terhadap leluhur. Hal tersebut merupakan reaksi yang wajar ketika rasa kemanusiaan dan keadilan seseorang berbenturan dengan aturan yang dianggap terlalu kaku.

Kondisi ini menunjukkan adanya pluralisme hukum di Indonesia. Di satu sisi, masyarakat adat berupaya mempertahankan sistem kekerabatan patrilineal sebagai bagian dari identitas dan keberlangsungan tradisi mereka.

Di sisi lain, ada prinsip kesetaraan gender dan hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi negara kita, khususnya dalam Pasal 27 UUD 1945 yang menegaskan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum.

Ketika penyelesaian melalui hukum adat dalam keluarga tidak lagi memberikan rasa adil dan justru merugikan salah satu pihak karena faktor gender, maka pengadilan negara sering menjadi jalan terakhir untuk mencari keadilan.

Senjata Hukum Yurisprudensi 1961


Menariknya, perlindungan hukum bagi perempuan sebenarnya bukan hal baru dalam sistem hukum Indonesia. Jauh sebelum isu kesetaraan gender banyak dibahas seperti sekarang, Mahkamah Agung Republik Indonesia telah membuat putusan penting melalui Yurisprudensi MA No. 179 K/Sip/1961 yang memberikan pandangan lebih adil terhadap hak Perempuan yang putuskan pada tanggal 23 Oktober 1961.

Putusan ini adalah bukti konkret bahwa hukum negara wajib melakukan intervensi ketika aturan hukum komunal di masyarakat dinilai sudah tidak lagi selaras dengan nilai kemanusiaan universal.

Lewat yurisprudensi ini, institusi peradilan tidak sekadar bertindak sebagai "corong undang-undang" yang pasif, melainkan bertindak sebagai agen perubahan sosial. Mereka melakukan pembaruan terhadap batas-batas tradisi yang kaku demi mewujudkan prinsip keadilan yang lebih berorientasi pada nilai kemanusiaan dan kesetaraan hukum.

Adil Secara Ekonomi, Aman Secara Adat


Namun, kehadiran hukum negara dalam persoalan tersebut sering kali menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat adat terhadap keberlangsungan nilai dan tradisi yang mereka pertahankan. Ada kekhawatiran kolektif bahwa jika perempuan Batak diberikan hak waris, maka struktur adat Batak akan punah, runtuh, dan kehilangan identitasnya.

Argumen yang sering digaungkan adalah ketakutan jika tanah-tanah adat milik sebuah marga akan jatuh dan dikuasai oleh marga lain ketika anak perempuan tersebut menikah. Jika dilihat secara objektif, kekhawatiran tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya tepat.

Dalam praktik peradilan modern, hakim umumnya berupaya mencari jalan tengah dengan tetap mempertimbangkan keberadaan sistem patrilineal, tanpa mengabaikan prinsip keadilan dalam pembagian harta warisan. Pertama, Harta Pusaka Tinggi. Harta jenis ini meliputi tanah adat, rumah adat utama, atau warisan turun-temurun dari leluhur marga.

Untuk kategori ini, pengadilan biasanya tetap memutuskan agar penguasaannya jatuh ke tangan anak laki-laki. Langkah ini diambil demi menjaga kelangsungan nama marga dan memastikan tanah ulayat tidak beralih ke marga lain, sehingga fungsi pelestarian adat tetap berjalan.

Kedua, Harta Pencaharian. Ini adalah harta benda seperti uang tabungan, kendaraan, rumah toko, atau properti yang dibeli murni dari hasil keringat dan kerja keras orang tua semasa mereka hidup. Terhadap harta pencaharian inilah yurisprudensi MA diterapkan secara penuh yang mana harta tersebut harus dibagi secara adil dan rata, baik kepada anak laki-laki maupun anak perempuan.

Konstruksi kompromi tersebut mencerminkan upaya penyelesaian yang proporsional dan berkeadilan dalam menyeimbangkan kepentingan hukum adat dengan prinsip perlindungan hak asasi.

Anak perempuan mendapatkan hak ekonomi dan kepastian hidupnyamsebagai bentuk apresiasi nyata atas bakti dan kasih sayangnya kepada orang tua, sementara di saat yang sama, eksistensi kekerabatan patrilineal tetap dapat dipertahankan secara sosial dan kultural.

Adat yang Bijak Adalah Adat yang Adil


Hukum adat pada hakikatnya adalah penjelmaan dari jiwa bangsanya (Volkgeist), sebagaimana yang pernah ditegaskan oleh Friedrich Carl von Savigny. Jiwa bangsa bukanlah sesuatu yang mati dan membeku dalam linimasa Sejarah, namun ia bergerak, tumbuh, dan mendewasa seiring dengan kecerdasan kolektif masyarakatnya.

Seiring berkembangnya cara pandang masyarakat yang semakin menghargai prinsip kesetaraan dan keadilan tanpa membedakan gender, maka hukum adat juga perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut.

Keberlangsungan hukum adat tidak ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan aturan secara kaku, melainkan oleh kemampuannya menyesuaikan diri dengan nilai-nilai keadilan modern tanpa kehilangan identitas dan nilai dasar adat itu sendiri.

Pengakuan hak waris bagi anak perempuan dalam masyarakat Batak tidak dapat dipandang sebagai ancaman terhadap keberlangsungan tradisi adat. Sebaliknya, hal tersebut menunjukkan bahwa hukum adat memiliki kemampuan untuk berkembang secara adaptif dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dasarnya, sekaligus menyesuaikan diri dengan prinsip keadilan dan perkembangan masyarakat modern.


PENULIS: Muhammad Zaqqi Asegaf Al Farado
Mahasiswa Prodi Hukum-Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Budaya
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Bupati Muba Lantik Pejabat dan Kukuhkan Nomenklatur Baru

PT. Media Apero Fublic- Wednesday, July 15, 2026 0
Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Bupati Muba Lantik Pejabat dan Kukuhkan Nomenklatur Baru
Tanpa praktik suap dan jual beli jabatan, pelayanan masyarakat menjadi prioritas.  APERO FUBLIC   I  SEKAYU.–   Bupati Musi Banyuasin (Muba) H M To…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261432
  • 20251140
  • 2024209
  • 2023142
  • 2022104
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja
    APERO FUBLIC  I  ESAI . -  Data BPS per Februari 2025 mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan ...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba
    APERO FUBLIC.- Makanan "Pundang Muba" merupakan salah satu kekayaan kuliner yang membanggakan dari Kota Sekayu, Kabupaten Musi B...
  • Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?
    APERO FUBLIC   I  OPINI .--  Berdasarkan data yang telah saya kumpulkan, Tingkat inflasi Kota Padang mencapai 0,79% secara tahun...
  • Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980
    Apero Fublic.- Harimau Sumatera adalah subspesies harimau di dunia. Habitat aslinya adalah Pulau Sumatera. Harimau sumatera dalam bahas...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.
    Apero Fublic.- Arsitektur Masjid Agung Palembang Adalah Induk Dari Atap Masjid-Masjid Ttradisional di Sumatra Selatan. Mengapa demiki...
  • Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat
    APERO FUBLIC   I  BANDUNG .— Tingginya jumlah angkatan kerja di Jawa Barat belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memad...
  • Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?
    Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial? Oleh: Muhammad Izaz Alhafiz Dosen Pengampu: Apriani Riyanti, S....
  • GIG ECONOMY: Fleksibel Bagi Perusahaan, Rapuh Bagi Pekerja
    Ketika Pekerjaan Modern Tidak Lagi Menjamin Kepastian Hidup   APERO FUBLIC   I  ESAI .--   Di tengah mahalnya biaya hidup dan su...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026

Popular Post

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Sunday, June 30, 2019
Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat

Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat

Monday, June 15, 2026
Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Monday, June 29, 2026
GIG ECONOMY: Fleksibel Bagi Perusahaan, Rapuh Bagi Pekerja

GIG ECONOMY: Fleksibel Bagi Perusahaan, Rapuh Bagi Pekerja

Monday, June 15, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 69 Berita 1757 Berita Daerah 1689 Berita Internasional 44 Berita Nasional 1220 Brand 117 Budaya Daerah 38 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 64 Cerita Rakyat 12 Cerpen 31 Dongeng 67 Ekonomi 107 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 20 Kampus 889 Kesehatan 41 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 654 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 49 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 64 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 57 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 201 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us