-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Esai Kampus Kesenian Mahasiswa Pendidikan Sastra Klasik Hukum Di Atas Nada: Melacak Sumber Hukum Adat Jawa Lewat Tembang Pucung
Esai Kampus Kesenian Mahasiswa Pendidikan Sastra Klasik

Hukum Di Atas Nada: Melacak Sumber Hukum Adat Jawa Lewat Tembang Pucung

PENULIS : Ahmad Diya'ul
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
01 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC  I  ESAI.-  Hari ini, jika kita membahas tentang hukum, mungkin yang terlintas di dalam kepala kita adalah tumpukan lembaran undang-undang yang kaku, ruang persidangan yang dingin, atau tumpukan berkas perkara yang menggunung. Hukum dalam wajah modern abad ke-21 kini telah menjelma menjadi deretan teks-teks positivistik.

Realitas hukum tertulis ini seringkali menunjukkan wujudnya yang tumpul ke atas namun tajam ke bawah. Di tengah rumitnya hukum saat ini, pernahkah kita membayangkan ada suatu masa di mana hukum tidak berbentuk tulisan yang rumit atau teks-teks kaku lembaran negara, melainkan mewujud dalam bait frasa dengan nada yang indah? Pernahkah kita mengira bahwa harmoni ini ternyata pernah menjadi wadah pengikat ketertiban sosial?. 

Masyarakat Jawa, khususnya generasi modern yang lahir di era digital, mungkin menganggap bahwa Tembang Macapat hanyalah sebuah karya seni tradisional belaka. Ia kerap diposisikan sebagai warisan masa lalu yang terdengar sayup-sayup, yang kemudian perlahan digerus oleh majunya zaman.

Pemahaman ini merupakan sebuah salah kaprah yang fatal. Sebagai bangsa yang besar, kita sering mengalami amnesia sejarah. Kita lupa bahwa jauh sebelum hukum Barat datang mendikte sistem hukum  kita, leluhur kita sudah memiliki rumusan hukum yang sangat matang untuk mengatur tata kehidupan.

Bukti autentik ini tersimpan rapih dalam Tembang Pucung yang tertulis dalam naskah legendaris Serat Wedhatama. Karya agung ini digubah oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Sri Mangkunegoro IV, seorang penguasa sekaligus pemikir ulung dari Praja Mangkunegaran.

Melalui kacamata ilmu hukum, Serat Wedhatama bukan sekadar karya sastra biasa atau sekumpulan puisi. Karya tersebut merupakan sebuah bentuk nyata hukum adat lisan yang berfungsi sebagai alat untuk mengatur perilaku masyarakat atau social control, sekaligus representasi dari hukum yang hidup di tengah masyarakat.

Pertanyaan muncul ketika bagaimana mungkin sebuah tembang atau nyanyian dapat dikategorikan sebagai sumber hukum adat? Masyarakat adat Jawa pada dasarnya memiliki basis budaya lisan. Untuk mengikat ribuan orang tanpa menggunakan media tulis, nenek moyang jawa memiliki mekanisme tersendiri mereka menggunakan metode Macapat.

Tembang Macapat, khususnya struktur Pucung, memiliki aturan metrum yang sangat ketat yang dikenal sebagai guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu. Pucung hanya memiliki 4 gatra baris dengan aturan: 12u, 6a, 8i, 12a. Struktur yang singkat, padat, dan ritmis ini tidak diciptakan tanpa alasan melainkan didesain agar aturan mudah dipahami dan dihafal.

Pendapat Soepomo menjelaskan hukum adat merupakan hukum yang tidak tertulis atau unwriten law yang mengatur tentang prilaku hidup dan tidak membutuhkan stempel negara melainkan hanya membutuhkan pengakuan masyarakat.

Tak hanya dari kacamata hukum adat, jika kita membedahnya dengan teori hukum murni milik John Austin, argumen ini justru semakin solid. Austin menyatakan bahwa hukum pada hakikatnya adalah perintah dari penguasa yang berdaulat law is the command of a sovereign. Hukum wajib mengandung unsur perintah, sanksi, kewajiban, dan kedaulatan.

Jika kita tarik benang merah dari pemikiran Austin, KGPAA Sri Mangkunegoro IV adalah pemegang otoritas politik dan hukum tertinggi (sovereign) di wilayah Mangkunegaran. Ketika seorang raja mengeluarkan perintah kelakuan atau norma yang dituangkan dalam Serat Wedhatama, maka teks tersebut secara otomatis memiliki daya mengikat hukum bagi masyarakatnya.

Dengan demikian, penggabungan teori Soepomo dan John Austin ini memperjelas serta memperkuat argumentasi bahwa warisan leluhur berupa Tembang Pucung ini adalah sumber hukum adat formal pada zamannya, yang sayangnya kini telah hilang dari panggung hukum nasional kita.

Ketika Gusti Mangkunegara IV yang secara hukum merupakan pemegang otoritas tertinggi/raja, menulis sebuah bait yang terkenal: “Ngelmu iku kalakone kanthi laku lekase lawan kas tegese kas nyantosani setya budaya pangekese dur angkara”.

Beliau tidak hanya sekedar berpuisi, ini merupakan sebuah manifestasi dari hukum Jawa yang menekankan bahwa hukum bukan hanya yang tertulis atau dipahami semata melainkan berupa tindakan yang nyata atau Law in action.

Bukan hanya itu saja kalimat terakhirnya juga menjelaskan adanya model penyelesaian tindak kejahatan. Dalam penyelesaian ini tembang pucung menjelaskan bukan melalui pedekatan sanksi fisik tetapi menggunakan pendekatan balasan baik agar tercapainya kesejahteraan bersama.

Hal ini merupakan konsep restorative justice dengan versi klasiknya yang juga sekarang mulai diadobsi dalam hukum positiv kita.

Substansi Tembang Pucung tidak berhenti pada ranah hukum pidana adat atau sosiologi hukum belaka. Pada bait berikutnya, Serat Wedhatama menyajikan gagasan dari prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau Good Governance dalam versi klasiknya.

Perhatikan bait berikut: “Lila lamun kelangan nora gegetun trima yen ketaman sakserik sameng dumadi tri legawa nalangsa srah ing bathara”.

Dalam bait ini Gusti Mangkunegara IV menjelaskan etika seorang kesatriya jawa yang seharusnya memiliki tiga prinsip yang harus dipegang teguh, yaitu Ikhlas dan tidak menyesali ketika kehilangan, sabar ketika disakiti, berlapang dada dan pasrah kepada tuhan yang maha Esa.

Kesatriya yang dimaksut merupakan orang yang boleh memegang senjata atau orang yang boleh memimpin. Ketiga prinsip tersebut menunjukkan kejelasan bahwa sebuah jabatan merupakan amanah yang memiliki pertanggung jawaban yang besar.

Jika melacak Tembang Pucung sebagai sumber hukum di era sekarang pasti akan mendatangkan skeptisisme. Karena kita hidup di zaman ketika fungsi kendali sosial itu tampak telah menguap.

Anak-anak muda Jawa hari ini mungkin lebih akrab dengan algoritma media sosial ketimbang petuah Serat Wedhatama. Sanksi sosial berupa sebutan “ora jawi” atau ”ora njawa” (tidak memahami), bagi pelanggar moral kini tak lagi sekeramat dulu.

Namun, hilangnya praktik ini di masa sekarang tidak serta-merta menghapus fakta sejarahnya. Justru di sinilah letak urgensinya. Kehilangan ingatan akan Tembang Pucung sebagai sumber nilai hukum adalah bentuk amnesia budaya yang membuat hukum kita hari ini terasa kering dan kehilangan Volksgeist (jiwa bangsa).

Membaca kembali Tembang Pucung dalam Serat Wedhatama dengan kacamata hukum adalah sebuah upaya romantis sekaligus kritis untuk menjemput kembali jiwa hukum adat Jawa yang terlupakan.

Melacak hukum di atas nada bukanlah langkah mundur untuk kembali ke masa feodal, melainkan cara kita bercermin. Bahwa jauh sebelum hukum modern kita terjebak dalam labirin birokrasi dan manipulasi pasal, kita pernah memiliki hukum yang ditegakkan dengan begitu indah, puitis, namun tetap ditaati dengan magis.


PENULIS :  Ahmad Diya'ul
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Esai
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Optimalisasi Digitalisasi Administrasi Perpajakan untuk Meningkatkan Penerimaan Negara

PT. Media Apero Fublic- Thursday, July 16, 2026 0
Optimalisasi Digitalisasi Administrasi Perpajakan untuk Meningkatkan Penerimaan Negara
APERO FUBLIC  I  Pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara yang memiliki peran sangat penting dalam mendukung pelaksanaan pembangun…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261439
  • 20251140
  • 2024209
  • 2023142
  • 2022104
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282
  • 20182

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja
    APERO FUBLIC  I  ESAI . -  Data BPS per Februari 2025 mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan ...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba
    APERO FUBLIC.- Makanan "Pundang Muba" merupakan salah satu kekayaan kuliner yang membanggakan dari Kota Sekayu, Kabupaten Musi B...
  • Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?
    APERO FUBLIC   I  OPINI .--  Berdasarkan data yang telah saya kumpulkan, Tingkat inflasi Kota Padang mencapai 0,79% secara tahun...
  • Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980
    Apero Fublic.- Harimau Sumatera adalah subspesies harimau di dunia. Habitat aslinya adalah Pulau Sumatera. Harimau sumatera dalam bahas...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.
    Apero Fublic.- Arsitektur Masjid Agung Palembang Adalah Induk Dari Atap Masjid-Masjid Ttradisional di Sumatra Selatan. Mengapa demiki...
  • Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?
    Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial? Oleh: Muhammad Izaz Alhafiz Dosen Pengampu: Apriani Riyanti, S....
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Sunday, June 30, 2019
Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Monday, June 29, 2026
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 69 Berita 1760 Berita Daerah 1690 Berita Internasional 44 Berita Nasional 1222 Brand 117 Budaya Daerah 38 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 65 Cerita Rakyat 12 Cerpen 32 Dongeng 67 Ekonomi 108 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 20 Kampus 892 Kesehatan 41 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 656 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 50 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 64 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 57 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 201 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us