Ekonomi
Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Daya Beli Masyarakat Indonesia: Terlihat di Angka, Terasa di Kehidupan Sehari-hari?
APERO FUBLIC I OPINI.- Daya beli masyarakat menunjukkan kemampuan seseorang untuk membeli barang dan jasa yang dibutuhkan. Kondisi ini menjadi salah satu gambaran penting tentang kesehatan ekonomi suatu negara.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi memang menjadi hal positif, tetapi yang lebih penting adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat membeli kebutuhan pokok, membayar biaya pendidikan, atau memenuhi kebutuhan keluarga.
Pada tahun 2026, beberapa indikator menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mengalami peningkatan. Menjelang Lebaran 2026, jumlah uang tunai yang beredar mencapai Rp1.370 triliun, naik 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, kunjungan ke pusat perbelanjaan selama Ramadan dan Idulfitri meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun lalu. Indeks belanja masyarakat juga mengalami kenaikan, yang menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi semakin aktif.
Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia berkurang sekitar 11 juta orang dalam lima tahun terakhir.
Di sisi lain, kenaikan upah riil pekerja hanya mencapai 1,8 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen. Banyak masyarakat juga memilih mengurangi atau menunda pengeluaran karena ingin menjaga kondisi keuangan mereka di tengah ketidakpastian ekonomi.
Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tercatat dalam data belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih mendasar untuk memperkuat daya beli, seperti menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil, dan meningkatkan upah pekerja agar sejalan dengan kenaikan harga barang.
Dengan demikian, manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.
PENULIS : Vilon Khansa Arindra Putri
Mahasiswi Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Semarang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ekonomi

Post a Comment