Jambi
Kampus
Mahasiswi
Opini
Pariwisata
Pendidikan
Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi
APERO FUBLIC I Ditengah upaya Pemerintah Kota Jambi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Salah satu destinasi yang kerap menjadi simbol Kota Jambi adalah Gentala Arasy.
Dengan arsitektur yang khas dan lokasinya yang berada di tepi Sungai Batanghari, Gentala Arasy tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya tetapi juga simbol perpaduan antara nilai budaya, sejarah, dan religi masyarakat Jambmasyarakat Jambi.
Sejak diresmikan pada tahun 2015, Gentala Arasy berkembang menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Keberadaannya turut mendorong tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi, seperti usaha kuliner, perdagangan kaki lima, hingga jasa transportasi sungai. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian lokal.
Dari perspektif keuangan daerah, keberadaan Gentala Arasy seharusnya mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan PAD Kota Jambi. Meskipun objek wisata ini tidak secara langsung menghasilkan pendapatan yang besar melalui tiket masuk, aktivitas ekonomi di sekitarnya dapat meningkatkan penerimaan daerah melalui pajak restoran, pajak hiburan, serta retribusi parkir.
Dengan kata lain, pariwisata tidak hanya berkaitan dengan jumlah pengunjung, tetapi juga tentang bagaimana perputaran ekonomi dapat memberikan manfaat bagi daerah.
Namun, pengembangan pariwisata di Kota Jambi masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah kualitas infrastruktur dan fasilitas publik di kawasan wisata. Sebuah penelitian menemukan bahwa tingkat kepuasan wisatawan di Gentala Arasy masih berada pada kategori sedang, sementara kualitas infrastrukturnya dinilai rendah.
Selain itu, masalah parkir, kebersihan, dan penataan kawasan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Tantangan lainnya terletak pada promosi dan pengelolaan destinasi wisata.
Meskipun Gentala Arasy telah menjadi salah satu ikon Kota Jambi, berbagai fasilitas pendukung, seperti pusat informasi wisata dan media promosi, dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa fasilitas pendukung dan penataan kawasan wisata masih perlu ditingkatkan agar pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih baik.
Pemerintah Kota Jambi perlu memanfaatkan potensi Gentala Arasy dengan menghadirkan lebih banyak kegiatan budaya, festival, dan ruang bagi pelaku UMKM lokal. Selain meningkatkan daya tarik wisata, langkah ini juga dapat memperluas peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi akan menciptakan efek ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan.
Selain menjadi ikon kota, Gentala Arasy diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Berbagai upaya pengembangan dan promosi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kawasan ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat sektor pariwisata Kota Jambi.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting agar Gentala Arasy dapat berkembang sebagai destinasi wisata yang mampu mendukung perekonomian daerah.
Pada akhirnya, Gentala Arasy bukan sekadar bangunan ikonik yang mempercantik Kota Jambi. Lebih dari itu, kawasan ini merupakan aset yang memiliki potensi untuk mendukung kemandirian fiskal daerah. Karena itu, diperlukan strategi pengelolaan yang inovatif dan berkelanjutan agar Gentala Arasy tidak hanya dikenal sebagai landmark, tetapi juga sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD Kota Jambi.
Oleh: Shabilla Maharani
Mahasiswi Universitas Nurdin Hamzah.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Jambi

Post a Comment