Ekonomi IsIam
Feature
Mahasiswi
Palopo
Pendidikan
Menggali Potensi Ekonomi Islam dari Sudut Pasar Tradisional hingga UMKM Palopo
APERO FUBLIC I FEATURE.-- Ekonomi Islam di Kota Palopo bukan sekadar wacana teoritis di bangku kuliah, melainkan sebuah denyut nadi yang dapat dirasakan di berbagai pusat perdagangan lokal. Sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius, Palopo memiliki fondasi yang kuat untuk menjadikan prinsip syariah sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
Sayangnya, pemahaman masyarakat mengenai ekonomi Islam masih sering kali terbatas pada label atau sebatas menghindari riba, padahal esensinya jauh lebih luas, yakni menciptakan keadilan sosial, pemerataan pendapatan, dan keberkahan bagi semua pihak.
Di sektor akar rumput, penerapan ekonomi Islam tercermin kuat pada perilaku pedagang di pasar tradisional, seperti Pasar Andi Tadda dan area sekitar Masjid Agung Kota Palopo. Banyak pelaku usaha mikro yang secara naluriah telah mengaplikasikan prinsip kejujuran, transparansi dalam berdagang, dan menghindari praktik kecurangan seperti penimbunan barang atau mengurangi timbangan. Praktik ini secara tidak langsung membentuk ekosistem perdagangan yang adil dan saling menguntungkan antara penjual dan pembeli.
Namun, tantangan terbesar sistem ekonomi Islam di Bumi Sawerigading ini adalah masih rendahnya literasi keuangan syariah di kalangan pelaku UMKM. Masih banyak pedagang yang terjebak pada jeratan utang rentenir akibat minimnya akses modal syariah yang mudah dijangkau.
Oleh karena itu, kehadiran perbankan syariah dan lembaga penyalur dana bergulir harus lebih proaktif melakukan pendampingan. Akses modal yang sesuai dengan prinsip syariah seperti pembiayaan berbasis bagi hasil (mudharabah atau musyarakah) perlu disosialisasikan secara masif agar pelaku usaha kecil bisa tumbuh tanpa terbebani bunga.
Selain sektor usaha produktif, pilar penting ekonomi Islam di Palopo juga bertumpu pada optimalisasi instrumen sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Keberadaan BAZNAS Kota Palopo memegang peran kunci dalam mendistribusikan kekayaan agar tidak berputar hanya pada kalangan tertentu saja. Jika dana ZISWAF ini dikelola secara produktif, dampaknya akan sangat luar biasa dalam mengentaskan kemiskinan dan memodali usaha-usaha kecil di Palopo.
Kesimpulannya, ekonomi Islam di Kota Palopo adalah sebuah peluang emas yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, akademisi dari kampus seperti UIN Palopo, tokoh agama, dan pelaku usaha harus bersinergi untuk memperkuat ekosistem ekonomi halal.
Dengan literasi yang baik, mental bisnis yang jujur, dan dukungan akses modal yang merata, ekonomi Islam di Kota Palopo diyakini mampu menjadi katalisator kemajuan ekonomi yang adil, merata, dan berkelanjutan.
Oleh : Ainul Mardiyah Suparman
Mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ekonomi IsIam

Post a Comment