-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Esai Kampus Mahasiswa Pendidikan Produktif atau Terobsesi ? Obsesi Produktivitas Anak Muda dan Dampaknya pada Kesehatan Mental
Esai Kampus Mahasiswa Pendidikan

Produktif atau Terobsesi ? Obsesi Produktivitas Anak Muda dan Dampaknya pada Kesehatan Mental

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
11 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 “Aku lagi sibuk banget.”

APERO FUBLIC  I  ESAI.---    Kalimat sederhana ini perlahan menjadi identitas baru anak muda masa kini. Kesibukan seolah berubah menjadi ukuran keberhasilan. Semakin padat jadwal seseorang, semakin dianggap keren dan berkembang. Dari kuliah, organisasi, pekerjaan sampingan, hingga membangun personal branding di media sosial, semuanya dilakukan secara bersamaan demi mengejar satu hal: terlihat produktif.

Fenomena ini semakin kuat sejak media sosial menjadi bagian utama kehidupan sehari-hari. Setiap hari, linimasa dipenuhi dengan pencapaian orang lain. Ada yang berhasil mendapatkan beasiswa, membangun bisnis di usia muda, menjadi content creator sukses, atau memiliki rutinitas hidup yang terlihat sempurna.

Tanpa disadari, semua itu membentuk standar sosial baru bahwa anak muda yang baik adalah mereka yang selalu aktif, sibuk, dan terus menghasilkan sesuatu. Padahal, tidak semua kesibukan berarti pertumbuhan. Banyak anak muda sebenarnya sedang kelelahan, tetapi merasa tidak boleh berhenti karena takut tertinggal dari orang lain.

Mereka terus memaksa diri untuk bergerak, bahkan ketika tubuh dan pikirannya sudah tidak baik-baik saja. Inilah yang kemudian melahirkan pertanyaan penting: apakah kita benar-benar sedang produktif, atau sebenarnya hanya terobsesi untuk terlihat produktif?
Obsesi produktivitas menjadi salah satu masalah sosial yang cukup serius di kalangan generasi muda saat ini.

Masalah ini memang terlihat sederhana karena dibungkus dengan istilah motivasi, pengembangan diri, dan semangat meraih mimpi. Namun, jika diperhatikan lebih dalam, budaya ini justru dapat melahirkan tekanan psikologis yang perlahan merusak kesehatan mental anak muda.

Salah satu penyebab utamanya adalah media sosial. Platform digital saat ini bukan hanya menjadi tempat komunikasi, tetapi juga arena perbandingan sosial. Anak muda tidak lagi hidup berdasarkan kebutuhan dirinya sendiri, melainkan berdasarkan apa yang dianggap keren oleh lingkungan digital. Mereka merasa harus selalu update pencapaian, harus terlihat sibuk, dan harus terus berkembang agar mendapat pengakuan sosial.

Masalahnya, media sosial hanya menampilkan bagian terbaik dari kehidupan seseorang. Orang jarang menunjukkan kegagalan, rasa lelah, atau tekanan mental yang mereka alami. Akibatnya, banyak individu membandingkan hidupnya yang nyata dengan kehidupan orang lain yang sudah dipoles sedemikian rupa di internet. Perbandingan inilah yang kemudian memunculkan rasa tidak cukup.

Ketika seseorang merasa hidupnya tertinggal dibanding orang lain, muncullah tekanan untuk bekerja lebih keras tanpa mengenal batas. Banyak anak muda akhirnya menjalani pola hidup yang tidak sehat: tidur kurang, memforsir tenaga, kehilangan waktu bersama keluarga, bahkan mengorbankan kesehatan mental demi memenuhi target-target yang sebenarnya belum tentu mereka inginkan.

Fenomena ini sering disebut sebagai hustle culture, yaitu budaya yang menganggap bahwa kesuksesan hanya bisa dicapai dengan bekerja tanpa henti. Dalam budaya ini, istirahat sering dipandang sebagai kemalasan. Orang yang santai dianggap tidak ambisius, sedangkan mereka yang terus sibuk dianggap lebih bernilai. Padahal, manusia bukan mesin yang bisa terus dipaksa bekerja tanpa batas.

Ironisnya, banyak anak muda sebenarnya tidak lagi memahami tujuan dari kesibukan yang mereka jalani. Mereka hanya takut tertinggal. Mereka takut dianggap gagal jika hidupnya tidak sehebat orang lain di media sosial. Akibatnya, produktivitas tidak lagi lahir dari kesadaran diri, tetapi dari tekanan sosial dan rasa cemas.

Dampak pertama dari kondisi ini adalah burnout. Burnout merupakan kelelahan emosional akibat tekanan yang berlangsung terus-menerus. Seseorang yang mengalami burnout biasanya kehilangan semangat, mudah lelah, sulit menikmati aktivitas, dan merasa hidupnya kosong. Yang paling berbahaya, burnout sering tidak disadari karena dianggap sebagai bagian normal dari perjuangan hidup.
Selain burnout, obsesi produktivitas juga memicu overthinking.

Banyak anak muda terus memikirkan masa depan secara berlebihan. Mereka merasa harus sukses sebelum usia tertentu, harus memiliki pencapaian besar lebih cepat, dan harus selalu berkembang setiap waktu. Jika target itu tidak tercapai, mereka mulai menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak berguna.

Padahal, setiap orang memiliki proses hidup yang berbeda. Tidak semua orang harus berhasil di usia muda. Namun karena pengaruh media sosial, banyak anak muda merasa hidup adalah perlombaan yang harus dimenangkan secepat mungkin.

Cara berpikir seperti ini sangat berbahaya karena membuat seseorang sulit menikmati proses kehidupannya sendiri.
Lebih jauh lagi, tekanan produktivitas dapat menyebabkan krisis identitas.

Banyak anak muda akhirnya kehilangan arah hidup karena terlalu sibuk mengikuti standar orang lain. Mereka tidak lagi bertanya “apa yang benar-benar saya inginkan?”, tetapi lebih fokus pada “apa yang membuat saya terlihat sukses di mata orang lain?”. Akibatnya, mereka mudah merasa kosong meskipun sudah mencapai banyak hal.

Dalam perspektif Islam, fenomena ini sebenarnya menunjukkan hilangnya keseimbangan hidup. Islam tidak pernah mengajarkan manusia untuk hidup secara berlebihan. Allah SWT berfirman bahwa manusia dijadikan sebagai umat yang wasathiyah atau umat yang seimbang.

Artinya, kehidupan harus dijalani dengan proporsional antara usaha, ibadah, istirahat, dan hubungan sosial. Seperti apa yang sudah dijelaskan pada Al-Qur’an surah Al-Qashash ayat 77 yang berbunyi;

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

“Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” QS. Al-Qashash [28]: 77

Dalam Islam, bekerja keras memang dianjurkan, tetapi memaksakan diri hingga merusak kesehatan bukanlah sesuatu yang dibenarkan. Jadi antara urusan akhirat dan urusan dunia harus seimbang, kita tidak boleh terlalu sibuk mencari keduniaan dan juga tidak boleh terlalu mencari urusan akhirat.
Sayangnya, banyak anak muda hari ini justru mengukur nilai dirinya hanya dari pencapaian duniawi.

Mereka lupa bahwa manusia bukan hanya membutuhkan kesuksesan materi, tetapi juga ketenangan jiwa. Akibatnya, hidup terasa penuh tekanan karena semua hal diukur berdasarkan prestasi dan validasi sosial.
Jika dilihat dari perspektif kebangsaan, kondisi ini juga menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda Indonesia.

Bangsa ini memang membutuhkan anak muda yang aktif, kreatif, dan produktif. Namun bangsa juga membutuhkan generasi yang sehat secara mental, memiliki empati sosial, dan mampu berpikir jernih dalam menghadapi tantangan zaman.

Apabila generasi muda terus hidup dalam tekanan produktivitas yang tidak sehat, maka yang muncul bukan generasi kuat, melainkan generasi yang mudah cemas, kehilangan arah, dan rapuh secara mental. Hal ini tentu berbahaya karena kualitas suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kesehatan mental masyarakatnya.

Selain itu, budaya obsesi produktivitas juga membuat manusia semakin individualis. Banyak orang terlalu fokus mengejar target pribadi hingga kehilangan kepedulian sosial. Mereka sibuk membangun citra diri, tetapi lupa membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitar. Padahal, dalam kehidupan berbangsa, solidaritas dan kepedulian sosial merupakan hal yang sangat penting.

Karena itu, fenomena ini tidak boleh dianggap sebagai masalah pribadi semata. Ini adalah persoalan sosial yang perlu disadari bersama. Lingkungan keluarga, pendidikan, dan media memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang anak muda terhadap makna kesuksesan dan produktivitas.

Pada akhirnya, produktivitas bukanlah sesuatu yang salah. Produktivitas tetap penting sebagai bagian dari proses berkembang dan membangun masa depan. Namun, produktivitas akan menjadi berbahaya ketika berubah menjadi obsesi yang memaksa manusia terus bergerak tanpa arah dan tanpa jeda.

Karena itu, makna produktivitas perlu dibangun ulang. Produktif tidak harus selalu sibuk. Berkembang juga tidak harus selalu terlihat hebat di media sosial. Terkadang, menjaga kesehatan mental, meluangkan waktu bersama keluarga, dan mampu berdamai dengan diri sendiri juga merupakan bentuk keberhasilan hidup.

Anak muda perlu belajar bahwa hidup bukan perlombaan yang harus dimenangkan secepat mungkin. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Tidak semua hal harus dicapai sekarang, dan tidak semua pencapaian orang lain harus dijadikan standar kehidupan pribadi.

Selain itu, penggunaan media sosial juga perlu dilakukan secara lebih bijak. Media sosial seharusnya menjadi sarana belajar dan berbagi manfaat, bukan tempat untuk terus membandingkan diri. Anak muda harus mampu membedakan antara motivasi yang sehat dan tekanan sosial yang merusak mental.

Lembaga pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi. Prestasi memang penting, tetapi kesehatan mental peserta didik juga harus diperhatikan. Pendidikan seharusnya tidak hanya mencetak manusia yang kompetitif, tetapi juga manusia yang sadar diri dan mampu menjalani hidup secara seimbang.

Dalam perspektif Islam, keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa banyak yang dicapai, tetapi juga tentang seberapa baik seseorang menjaga dirinya, akhlaknya, dan hubungannya dengan Allah SWT. Sebab hidup yang baik bukan sekadar hidup yang sibuk, melainkan hidup yang memiliki makna dan keberkahan.

Maka, di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, mungkin yang paling dibutuhkan generasi muda hari ini bukanlah kemampuan untuk terus berlari, tetapi kemampuan untuk berhenti sejenak, memahami arah hidup, dan tetap berjalan tanpa kehilangan dirinya sendiri.

Oleh: Zayyan Nabil Hizbullah
Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Sunan Ampel Surabaya. 
Email :  Zayyannabil05@gmail.com
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic
Via Esai
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts No results found
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Produktif atau Terobsesi ? Obsesi Produktivitas Anak Muda dan Dampaknya pada Kesehatan Mental

PT. Media Apero Fublic- Thursday, June 11, 2026 0
Produktif atau Terobsesi ? Obsesi Produktivitas Anak Muda dan Dampaknya pada Kesehatan Mental
“Aku lagi sibuk banget.” APERO FUBLIC   I  ESAI .---    Kalimat sederhana ini perlahan menjadi identitas baru anak muda masa kini. Kesibukan seol…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261096
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)
    Pantai Kuta Lombok. Merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok yang terkenal dengan pasir putihnya yang unik menyerupai ...
  • Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi
    APERO FUBLIC   I  ESAI .-  Teknologi yang terus berkembang ini telah mengubah dunia pelayanan kesehatan dengan cepat sekali. Har...
  • Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan
    Penulis :   Mariani Suciati Danggur APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Perkembangan Teknologi yang sangat berkembang saat ini banyak me...
  • Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.
    APERO FUBLIC.- Raden Kamandaka sebuah cerita rakyat dari dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Cerita Rakyat ini bercerita tentang Keraja...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa
    APERO FUBLIC   I  ESAI .-  Generasi Z Indonesia tumbuh di tengah derasnya arus digitalisasi. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO...
  • Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan
    APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Dalam beberapa tahun terakhir, budaya Korea Selatan semakin populer di Indonesia. Tidak hanya melalu...
  • Antrean Panjang, Informasi Pendek Pemerintah : Krisis Komunikasi di Balik Kelangkaan BBM
    source : kontrasx.com APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa waktu terakhir telah menjadi...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Antropologi Kampus UIN Jurai Siwo LampungFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris IPS
    APERO FUBLIC   I  FEATURE .-  Antropologi kampus merupakan kajian yang membahas tentang kehidupan manusia di lingkungan pergurua...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Sunday, June 15, 2025
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026

Popular Post

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa

FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa

Wednesday, May 13, 2026
Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan

Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan

Friday, May 22, 2026
Antrean Panjang, Informasi Pendek Pemerintah : Krisis Komunikasi di Balik Kelangkaan BBM

Antrean Panjang, Informasi Pendek Pemerintah : Krisis Komunikasi di Balik Kelangkaan BBM

Thursday, May 21, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Antropologi Kampus UIN Jurai Siwo LampungFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris IPS

Antropologi Kampus UIN Jurai Siwo LampungFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris IPS

Friday, May 22, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 64 Berita 1606 Berita Daerah 1591 Berita Internasional 37 Berita Nasional 1193 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 53 Cerita Rakyat 12 Cerpen 23 Dongeng 67 Ekonomi 77 Elektronik 21 FASHION 13 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 10 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 722 Kesehatan 39 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 567 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 46 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 57 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 2 Sastra Kita 42 Sastra Klasik 54 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 187 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 34 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us