-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Esai Kampus Mahasiswa Pendidikan Psikologi Produktif atau Terobsesi ? Obsesi Produktivitas Anak Muda dan Dampaknya pada Kesehatan Mental
Esai Kampus Mahasiswa Pendidikan Psikologi

Produktif atau Terobsesi ? Obsesi Produktivitas Anak Muda dan Dampaknya pada Kesehatan Mental

Oleh: Zayyan Nabil Hizbullah
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
11 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 “Aku lagi sibuk banget.”

APERO FUBLIC  I  ESAI.---    Kalimat sederhana ini perlahan menjadi identitas baru anak muda masa kini. Kesibukan seolah berubah menjadi ukuran keberhasilan. Semakin padat jadwal seseorang, semakin dianggap keren dan berkembang. Dari kuliah, organisasi, pekerjaan sampingan, hingga membangun personal branding di media sosial, semuanya dilakukan secara bersamaan demi mengejar satu hal: terlihat produktif.

Fenomena ini semakin kuat sejak media sosial menjadi bagian utama kehidupan sehari-hari. Setiap hari, linimasa dipenuhi dengan pencapaian orang lain. Ada yang berhasil mendapatkan beasiswa, membangun bisnis di usia muda, menjadi content creator sukses, atau memiliki rutinitas hidup yang terlihat sempurna.

Tanpa disadari, semua itu membentuk standar sosial baru bahwa anak muda yang baik adalah mereka yang selalu aktif, sibuk, dan terus menghasilkan sesuatu. Padahal, tidak semua kesibukan berarti pertumbuhan. Banyak anak muda sebenarnya sedang kelelahan, tetapi merasa tidak boleh berhenti karena takut tertinggal dari orang lain.

Mereka terus memaksa diri untuk bergerak, bahkan ketika tubuh dan pikirannya sudah tidak baik-baik saja. Inilah yang kemudian melahirkan pertanyaan penting: apakah kita benar-benar sedang produktif, atau sebenarnya hanya terobsesi untuk terlihat produktif?
Obsesi produktivitas menjadi salah satu masalah sosial yang cukup serius di kalangan generasi muda saat ini.

Masalah ini memang terlihat sederhana karena dibungkus dengan istilah motivasi, pengembangan diri, dan semangat meraih mimpi. Namun, jika diperhatikan lebih dalam, budaya ini justru dapat melahirkan tekanan psikologis yang perlahan merusak kesehatan mental anak muda.

Salah satu penyebab utamanya adalah media sosial. Platform digital saat ini bukan hanya menjadi tempat komunikasi, tetapi juga arena perbandingan sosial. Anak muda tidak lagi hidup berdasarkan kebutuhan dirinya sendiri, melainkan berdasarkan apa yang dianggap keren oleh lingkungan digital. Mereka merasa harus selalu update pencapaian, harus terlihat sibuk, dan harus terus berkembang agar mendapat pengakuan sosial.

Masalahnya, media sosial hanya menampilkan bagian terbaik dari kehidupan seseorang. Orang jarang menunjukkan kegagalan, rasa lelah, atau tekanan mental yang mereka alami. Akibatnya, banyak individu membandingkan hidupnya yang nyata dengan kehidupan orang lain yang sudah dipoles sedemikian rupa di internet. Perbandingan inilah yang kemudian memunculkan rasa tidak cukup.

Ketika seseorang merasa hidupnya tertinggal dibanding orang lain, muncullah tekanan untuk bekerja lebih keras tanpa mengenal batas. Banyak anak muda akhirnya menjalani pola hidup yang tidak sehat: tidur kurang, memforsir tenaga, kehilangan waktu bersama keluarga, bahkan mengorbankan kesehatan mental demi memenuhi target-target yang sebenarnya belum tentu mereka inginkan.

Fenomena ini sering disebut sebagai hustle culture, yaitu budaya yang menganggap bahwa kesuksesan hanya bisa dicapai dengan bekerja tanpa henti. Dalam budaya ini, istirahat sering dipandang sebagai kemalasan. Orang yang santai dianggap tidak ambisius, sedangkan mereka yang terus sibuk dianggap lebih bernilai. Padahal, manusia bukan mesin yang bisa terus dipaksa bekerja tanpa batas.

Ironisnya, banyak anak muda sebenarnya tidak lagi memahami tujuan dari kesibukan yang mereka jalani. Mereka hanya takut tertinggal. Mereka takut dianggap gagal jika hidupnya tidak sehebat orang lain di media sosial. Akibatnya, produktivitas tidak lagi lahir dari kesadaran diri, tetapi dari tekanan sosial dan rasa cemas.

Dampak pertama dari kondisi ini adalah burnout. Burnout merupakan kelelahan emosional akibat tekanan yang berlangsung terus-menerus. Seseorang yang mengalami burnout biasanya kehilangan semangat, mudah lelah, sulit menikmati aktivitas, dan merasa hidupnya kosong. Yang paling berbahaya, burnout sering tidak disadari karena dianggap sebagai bagian normal dari perjuangan hidup.
Selain burnout, obsesi produktivitas juga memicu overthinking.

Banyak anak muda terus memikirkan masa depan secara berlebihan. Mereka merasa harus sukses sebelum usia tertentu, harus memiliki pencapaian besar lebih cepat, dan harus selalu berkembang setiap waktu. Jika target itu tidak tercapai, mereka mulai menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak berguna.

Padahal, setiap orang memiliki proses hidup yang berbeda. Tidak semua orang harus berhasil di usia muda. Namun karena pengaruh media sosial, banyak anak muda merasa hidup adalah perlombaan yang harus dimenangkan secepat mungkin.

Cara berpikir seperti ini sangat berbahaya karena membuat seseorang sulit menikmati proses kehidupannya sendiri.
Lebih jauh lagi, tekanan produktivitas dapat menyebabkan krisis identitas.

Banyak anak muda akhirnya kehilangan arah hidup karena terlalu sibuk mengikuti standar orang lain. Mereka tidak lagi bertanya “apa yang benar-benar saya inginkan?”, tetapi lebih fokus pada “apa yang membuat saya terlihat sukses di mata orang lain?”. Akibatnya, mereka mudah merasa kosong meskipun sudah mencapai banyak hal.

Dalam perspektif Islam, fenomena ini sebenarnya menunjukkan hilangnya keseimbangan hidup. Islam tidak pernah mengajarkan manusia untuk hidup secara berlebihan. Allah SWT berfirman bahwa manusia dijadikan sebagai umat yang wasathiyah atau umat yang seimbang.

Artinya, kehidupan harus dijalani dengan proporsional antara usaha, ibadah, istirahat, dan hubungan sosial. Seperti apa yang sudah dijelaskan pada Al-Qur’an surah Al-Qashash ayat 77 yang berbunyi;

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

“Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” QS. Al-Qashash [28]: 77

Dalam Islam, bekerja keras memang dianjurkan, tetapi memaksakan diri hingga merusak kesehatan bukanlah sesuatu yang dibenarkan. Jadi antara urusan akhirat dan urusan dunia harus seimbang, kita tidak boleh terlalu sibuk mencari keduniaan dan juga tidak boleh terlalu mencari urusan akhirat.
Sayangnya, banyak anak muda hari ini justru mengukur nilai dirinya hanya dari pencapaian duniawi.

Mereka lupa bahwa manusia bukan hanya membutuhkan kesuksesan materi, tetapi juga ketenangan jiwa. Akibatnya, hidup terasa penuh tekanan karena semua hal diukur berdasarkan prestasi dan validasi sosial.
Jika dilihat dari perspektif kebangsaan, kondisi ini juga menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda Indonesia.

Bangsa ini memang membutuhkan anak muda yang aktif, kreatif, dan produktif. Namun bangsa juga membutuhkan generasi yang sehat secara mental, memiliki empati sosial, dan mampu berpikir jernih dalam menghadapi tantangan zaman.

Apabila generasi muda terus hidup dalam tekanan produktivitas yang tidak sehat, maka yang muncul bukan generasi kuat, melainkan generasi yang mudah cemas, kehilangan arah, dan rapuh secara mental. Hal ini tentu berbahaya karena kualitas suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kesehatan mental masyarakatnya.

Selain itu, budaya obsesi produktivitas juga membuat manusia semakin individualis. Banyak orang terlalu fokus mengejar target pribadi hingga kehilangan kepedulian sosial. Mereka sibuk membangun citra diri, tetapi lupa membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitar. Padahal, dalam kehidupan berbangsa, solidaritas dan kepedulian sosial merupakan hal yang sangat penting.

Karena itu, fenomena ini tidak boleh dianggap sebagai masalah pribadi semata. Ini adalah persoalan sosial yang perlu disadari bersama. Lingkungan keluarga, pendidikan, dan media memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang anak muda terhadap makna kesuksesan dan produktivitas.

Pada akhirnya, produktivitas bukanlah sesuatu yang salah. Produktivitas tetap penting sebagai bagian dari proses berkembang dan membangun masa depan. Namun, produktivitas akan menjadi berbahaya ketika berubah menjadi obsesi yang memaksa manusia terus bergerak tanpa arah dan tanpa jeda.

Karena itu, makna produktivitas perlu dibangun ulang. Produktif tidak harus selalu sibuk. Berkembang juga tidak harus selalu terlihat hebat di media sosial. Terkadang, menjaga kesehatan mental, meluangkan waktu bersama keluarga, dan mampu berdamai dengan diri sendiri juga merupakan bentuk keberhasilan hidup.

Anak muda perlu belajar bahwa hidup bukan perlombaan yang harus dimenangkan secepat mungkin. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Tidak semua hal harus dicapai sekarang, dan tidak semua pencapaian orang lain harus dijadikan standar kehidupan pribadi.

Selain itu, penggunaan media sosial juga perlu dilakukan secara lebih bijak. Media sosial seharusnya menjadi sarana belajar dan berbagi manfaat, bukan tempat untuk terus membandingkan diri. Anak muda harus mampu membedakan antara motivasi yang sehat dan tekanan sosial yang merusak mental.

Lembaga pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi. Prestasi memang penting, tetapi kesehatan mental peserta didik juga harus diperhatikan. Pendidikan seharusnya tidak hanya mencetak manusia yang kompetitif, tetapi juga manusia yang sadar diri dan mampu menjalani hidup secara seimbang.

Dalam perspektif Islam, keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa banyak yang dicapai, tetapi juga tentang seberapa baik seseorang menjaga dirinya, akhlaknya, dan hubungannya dengan Allah SWT. Sebab hidup yang baik bukan sekadar hidup yang sibuk, melainkan hidup yang memiliki makna dan keberkahan.

Maka, di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, mungkin yang paling dibutuhkan generasi muda hari ini bukanlah kemampuan untuk terus berlari, tetapi kemampuan untuk berhenti sejenak, memahami arah hidup, dan tetap berjalan tanpa kehilangan dirinya sendiri.


Oleh: Zayyan Nabil Hizbullah
Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Sunan Ampel Surabaya. 
Email :  Zayyannabil05@gmail.com
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Esai
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Friday, September 11, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Friday, September 11, 2026
Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Monday, August 24, 2026
Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar

Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar

Friday, August 14, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

PT. Media Apero Fublic- Friday, September 11, 2026 0
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017
Muba Tegaskan Acuan Batas Wilayah, Dorong Layanan Publik Lebih Baik di Perbatasan APERO FUBLIC  I  JAKARTA.—   Pemkab Musi Banyuasin menegaskan tet…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261879
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karanganyar Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Olaraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Siak Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita Sleman SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi
    APERO FUBLIC   I  SLEMAN.--  Sebuah kegiatan outing kelas bertajuk "Pelestarian Budaya Lewat Permainan Tradisional" s...
  • Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa
    Sumber: pribadi/pedaljuara APERO FUBLIC   I  BEKASI.— Suasana di sekitar stan Bazaar Karya Juara perlahan berubah ketika siswa ...
  • Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah
    APERO FUBLIC   I  SLEMAN-TURI.—   Dukuh Gading Kulon, Kalurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, menjadi lokasi peny...
  • Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar
    APERO FUBLIC   I  CILEGON.–   Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 17 Kelurahan Mekarsari dari Universitas Bina Bangs...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Mengenal Buah Raman
    APERO FUBLIC.- Buah raman atau dikenal juga dengan nama buah aman, dan gandario. Buah asli endemik Indonesia ini banyak tumbuh di pulau ...
  • Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017
    Muba Tegaskan Acuan Batas Wilayah, Dorong Layanan Publik Lebih Baik di Perbatasan APERO FUBLIC  I  JAKARTA.—   Pemkab Musi Banyu...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Mahasiswa KKM 17 UNIBA Luncurkan Website Profil Desa Kelurahan Mekarsari
    APERO FUBLIC   I  CILEGON.--   Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 17 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) resmi meluncur...
  • KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira
    APERO FUBLIC   I  BUNUT.—  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 92 mengadakan kegia...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019

Popular Post

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Friday, September 11, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Friday, September 11, 2026
Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Monday, August 24, 2026
Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar

Semarakkan HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKM 17 Mekarsari Universitas Bina Bangsa Ikut Aksi Pembentangan Bendera Raksasa di Pulau Merak Besar

Friday, August 14, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Friday, September 11, 2026
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mahasiswa KKM 17 UNIBA Luncurkan Website Profil Desa Kelurahan Mekarsari

Mahasiswa KKM 17 UNIBA Luncurkan Website Profil Desa Kelurahan Mekarsari

Tuesday, August 18, 2026
KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira

KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira

Monday, August 24, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 71 Berita 1927 Berita Daerah 1808 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1250 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 127 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 12 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1167 Kesehatan 48 Kisah Legenda 10 Kuliner 34 Mitos 15 Opini 693 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 58 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 210 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 43 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us