Feature
Kampus
Mahasiswi
Gak Punya Lahan Luas? Tenang, Ibu-Ibu Ciwaru Permata Buktikan Bisa Tanam Cabai Sendiri di Polybag
APERO FUBLIC I FEATURE.-- Ciwaru Permata, 21 Mei 2026 – Harga cabai yang sering naik turun bukan lagi alasan bagi ibu rumah tangga di Lingkungan Ciwaru Permata RT 08 RW 17 untuk mengeluh. Mereka justru mengambil langkah cerdas dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang sempit menjadi lahan produktif.
Sebanyak 11 ibu rumah tangga mengikuti kegiatan sosialisasi dan praktik budidaya cabai menggunakan polybag yang digelar pada Kamis sore, 21 Mei 2026. Kegiatan ini diprakarsai oleh delapan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Mereka adalah Adli Malik, Putra Yafishaf Akbar, Pinkan Marsela, Zahratul Amaliyah Salsabila, Annisa Rahmawati, Erlan Abraham, Nazwa Fadilah, dan Cantika Putri Merdianti.
Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB dengan penyampaian materi oleh tim pelaksana. Para ibu diberikan pemahaman tentang pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan, cara menanam cabai yang benar, teknik penyiraman, pemupukan, hingga perawatan tanaman agar terhindar dari hama.
Antusiasme peserta terlihat sejak sesi diskusi. Banyak pertanyaan yang diajukan, terutama seputar lama waktu panen cabai yang mencapai sekitar 60 hari setelah tanam serta solusi jika tanaman terserang hama. Sebagian peserta ternyata sudah memiliki pengalaman menanam tanaman lain, namun baru pertama kali mencoba budidaya cabai dalam polybag.
Setelah materi selesai, acara dilanjutkan dengan praktik langsung. Tim pelaksana mendemonstrasikan tahapan penanaman yang benar. Mereka menunjukkan cara mencampur media tanam dari tanah, sekam, dan pupuk kandang, hingga teknik memasukkan bibit cabai merah ke dalam polybag.
Para peserta kemudian mempraktikkan sendiri dengan pendampingan dari tim. Sebanyak delapan polybag disediakan sebagai sarana pembelajaran. Setiap ibu yang hadir membawa pulang satu polybag berisi bibit cabai yang telah mereka tanam sendiri untuk dirawat di rumah masing-masing.
Ibu RW setempat turut mendukung penuh kegiatan ini. Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah dengan tanaman produktif seperti cabai adalah langkah kecil yang berdampak besar, terutama dalam mendukung ketahanan pangan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Salah satu peserta mengaku senang karena akhirnya bisa belajar menanam cabai dengan cara yang sederhana. Selama ini pekarangannya hanya dibiarkan kosong, sekarang bisa dimanfaatkan untuk menanam kebutuhan dapur sendiri.
Tim pelaksana menjelaskan bahwa pemilihan polybag sebagai media tanam sengaja dilakukan karena metode ini mudah, murah, dan tidak membutuhkan lahan luas. Metode ini dinilai sangat cocok untuk warga perkotaan yang memiliki keterbatasan tanah.
Kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Tim pelaksana berencana melakukan pemantauan rutin melalui grup WhatsApp untuk memastikan tanaman para peserta tumbuh dengan baik. Mereka juga akan memberikan tips perawatan secara berkala, seperti cara menyiram yang benar dan pupuk alami dari air cucian beras.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan dengan pendampingan berkelanjutan. Tujuannya agar budidaya cabai dalam polybag ini tidak hanya sekadar proyek sesaat, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan produktif di tengah masyarakat.
Dengan langkah kecil dari pekarangan rumah, ibu-ibu di Ciwaru Permata membuktikan bahwa ketahanan pangan keluarga bisa dimulai sendiri. Tidak perlu menunggu harga turun, cukup tanam dan panen sendiri.
Oleh : Putra Yafishaf Akbar
Mahasiswa Pendidikan NonFormal, FKIP, Untirta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment