Kampus
Mahasiswi
Media Sosial
Opini
Membaca Buku di Era Media Sosial
APERO FUBLIC I OPINI.- Di era Media sosial seperti sekarang, banyak orang lebih sering menghabiskan waktu dengan melihat layar ponsel dari pada membaca buku. Media sosial memang memberi informasi dengan cepat dan praktis. Namun, kebiasaan ini perlahan membuat minat membaca buku semakin berulang, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa.
Membaca buku sebenarnya memiliki banyak manfaat. Buku membantu kita berpikir lebih dalam, memperluas wawasan, dan melatih konsentrasi. Berbeda dengan media sosial yang cenderung menyajikan informasi singkat dan cepat, buku mengajak pembacanya untuk memahami isi secara lebih utuh dan terarah. Dari buku kita tidak hanya mendapat informasi, tetapi juga nilai, pengalaman, dan sudut pandang baru.
Media sosial tidak sepenuhnya buruk. Jika digunakan dengan bijak, Media sosial juga bisa menjadi sarana berbagi informasi tentang buku, seperti ulasan, kutipan, atau rekomendasi bacaan. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa mengatur waktu agar tidak terlalu larut dalam dunia digital dan tetap menyediakan waktu untuk membaca buku.
Selain itu, budaya membaca juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan suatu bangsa. Masyarakat yang gemar membaca cenderung memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dan lebih mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Oleh karena itu, upaya meningkatkan minat baca tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga, sekolah, dan pemerintah. Dukungan berupa penyediaan fasilitas membaca yang memadai, seperti perpustakaan dan akses terhadap buku yang berkualitas, sangat diperlukan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca di masyarakat.
Di lingkungan sekolah dan Perguruan tinggi, kegiatan literasi perlu terus didorong melalui berbagai program yang menarik. Misalnya, mengadakan diskusi buku, lomba menulis, atau program membaca bersama. Dengan cara tersebut, membaca tidak lagi dianggap sebagai kegiatan yang membosankan, melainkan sebagai aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat.
Pada akhirnya, kemajuan teknologi dan media sosial tidak seharusnya membuatmu masyarakat meninggalkan kebiasaan membaca buku. Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas akses terhadap berbagai bahan bacaan.
Dengan memadukan penggunaan teknologi secara bijak dan kebiasaan membaca yang baik, generasi muda dapat memperoleh manfaat dari keduanya. Membaca buku dan memanfaatkan media sosial secara seimbang akan membantu menciptakan individu yang cerdas, kritis dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
PENULIS : HERLINA SURIANTI
Mahasiswi Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Fakultas FKIP.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment