-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Aceh Bencana Feature Kampus Mahasiswi Pendidikan Psikologi Ketika Bumi Berguncang, Jiwa Harus Berdiri: “Resiliensi Kognitif” di Tengah Bencana Aceh 2025
Aceh Bencana Feature Kampus Mahasiswi Pendidikan Psikologi

Ketika Bumi Berguncang, Jiwa Harus Berdiri: “Resiliensi Kognitif” di Tengah Bencana Aceh 2025

Oleh: Zaitun Ramadani
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
04 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC  I  FEATURE. -  Malam itu, 30 Desember 2025, warga di sekitaran kaki Gunung Burni Telong, Bener Meriah, tak sempat menyambut tahun baru dengan tenang. Bumi berguncang lebih dari sepuluh kali dalam sehari, bahkan pada malam itu guncangan keras terjadi beberapa kali. 
 
Ribuan jiwa anak-anak, lansia, ibu hamil  terpaksa bertahan di tenda pengungsian, sementara gunung di hadapan mereka naik status menjadi Siaga. Saat dimana warga belum benar-benar pulih dari tragedi sebelumnya. Ya, banjir bandang dan longsor yang sudah lebih dulu menghantam Aceh di penghujung November.

Dalam satu tahun, BMKG mencatat Aceh diguncang 1.556 kali gempa sepanjang 2025 naik 39 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada ribuan kisah manusia yang tiba-tiba kehilangan rasa aman, kehilangan rumah, kehilangan rutinitas.

Dan di situlah pertanyaan psikologis yang penting muncul: mengapa ada orang yang mampu bangkit lebih cepat, sementara yang lain terus terpuruk?

Jawabannya ada pada sesuatu yang disebut “resiliensi kognitif”.
 

Resiliensi kognitif adalah kemampuan pikiran manusia untuk memproses, memaknai, dan beradaptasi terhadap pengalaman yang menekan tanpa kehilangan kapasitas untuk terus berfungsi. Berbeda dengan resiliensi dalam pengertian awam yang sering diartikan sebagai "ketahanan fisik" atau "tidak mudah mengeluh", resiliensi kognitif beroperasi di level yang lebih dalam: yaitu bagaimana otak menafsirkan realita yang menyakitkan.

Konsep ini berkembang dari tradisi psikologi kognitif, khususnya dari penelitian Aaron Beck tentang pola pikir maladaptif, hingga temuan-temuan mutakhir dalam neurosains yang menunjukkan bahwa otak manusia sesungguhnya bersifat plastis ia dapat dibentuk ulang melalui pengalaman, latihan, dan pola berpikir yang berulang.

Artinya, resiliensi kognitif bukan bawaan lahir yang hanya dimiliki segelintir orang. Ia adalah sesuatu yang bisa dibangun, bahkan di tengah krisis sekalipun.

Inilah yang membuat konsep ini begitu relevan bagi masyarakat Aceh, yang dalam satu tahun terakhir tidak hanya sekali berhadapan dengan bencana, melainkan bertubi-tubi dan tetap berdiri kembali.

Bukan Soal Siapa yang Lebih Kuat


Ketika melihat seorang ibu dari Bener Meriah/Aceh Tengah, yang sudah bisa tersenyum di pengungsian meski rumahnya retak, hilang, atau seorang petani yang esok harinya sudah memikirkan cara memperbaiki perkebunannya. kita mungkin mengira mereka memang "lebih kuat" atau "tidak terlalu merasakan." Padahal bukan itu yang terjadi. Melainkan bagaimana “resiliensi” bekerja pada diri mereka.

Resiliensi bukan berarti tidak merasakan sakit. Dalam psikologi, terutama psikologi kognitif, resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk tetap berfungsi bahkan tumbuh di tengah rasa sakit itu. Perbedaannya bukan pada kadar penderitaan yang dirasakan, melainkan pada cara otak memproses pengalaman tersebut.

Saat seseorang menghadapi bencana, otaknya secara otomatis bekerja keras mencari makna dari apa yang terjadi. Di sinilah perbedaan mulai terlihat. Mereka yang memiliki resiliensi kognitif tinggi cenderung tidak terjebak dalam pola pikir destruktif seperti "Hidup saya sudah tamat" atau "Tuhan tidak adil." Sebaliknya, pikiran mereka lebih lentur. “Menyakitkan? tentu, tapi ini bukan akhir dari segalanya”.

Tiga Proses yang Bekerja di Balik Ketangguhan : Cara Membangun Resiliensi Kognitif


Para peneliti menemukan setidaknya tiga mekanisme kognitif yang membedakan mereka yang cepat bangkit dari yang berlama-lama terpuruk.

Pertama, reappraisal kemampuan menilai ulang situasi secara lebih konstruktif. Warga yang mengungsi dan menganggap pengungsian sebagai "kesempatan bertemu tetangga dan saling bantu" secara tidak sadar sedang melakukan reappraisal. Otak mereka aktif mencari sisi lain dari peristiwa buruk tanpa menyangkal bahwa itu memang buruk.

Kedua, cognitive flexibility atau kelenturan berpikir. Orang yang kaku secara kognitif akan terus berputar pada pertanyaan "mengapa ini terjadi padaku?" tanpa bisa beralih ke pertanyaan "apa yang bisa aku lakukan sekarang?" Kelenturan berpikir memungkinkan seseorang berpindah sudut pandang saat kondisi memang sudah tidak bisa diubah.

Ketiga, narasi hidup yang koheren. Orang yang resilien mampu menempatkan peristiwa buruk sebagai bagian dari perjalanan hidupnya bukan sebagai definisi dirinya. Mereka bercerita pada diri sendiri: "Ini berat, tapi bukan pertama kalinya aku melewati hal berat."

Kearifan Lokal Aceh dan Ilmu Psikologi: Dua Hal yang Sejalan


Masyarakat Aceh sesungguhnya tidak asing dengan konsep ini, meski tidak menyebutnya dengan istilah psikologi. Nilai sabar dan tawakal yang diajarkan sejak kecil bahwa setiap ujian ada hikmahnya adalah bentuk reappraisal yang telah mengakar jauh sebelum ilmu psikologi mengenalnya secara ilmiah.


Ketika seseorang dididik untuk mencari makna di balik musibah, otaknya secara perlahan dilatih untuk tidak larut dalam kepanikan berkepanjangan. Ini bukan naivitas ini adalah strategi kognitif yang nyata dan terbukti secara ilmiah mendukung pemulihan mental.
 
Tradisi meudagang dan gotong royong juga bukan sekadar nilai sosial. Secara psikologis, dukungan sosial yang kuat adalah salah satu prediktor terkuat resiliensi. Otak manusia bekerja lebih baik ketika merasa terhubung dengan orang lain sebuah fakta yang ternyata sudah dipraktikkan masyarakat Aceh jauh sebelum riset modern membuktikannya.

Yang Masih Kurang: Ruang untuk Berbicara


Namun ada satu hal yang belum cukup tersedia bagi penyintas bencana di Aceh, dan saya pikir ini murupakan hal terpentingnya: ruang untuk berbicara secara profesional tentang apa yang mereka rasakan. Banyak warga yang mengungsi dengan tubuh yang "baik-baik saja" tetapi secara psikologis menyimpan beban yang belum pernah diproses dengan benar.

Saya menyaksikan langsung di Kampong Daling, Aceh Tengah  bagaimana para korban bencana senyar 2025 berdiri menatap rumah-rumah mereka yang telah habis tertimbun longsor. Di antara mereka, perhatian saya tertuju pada seorang bapak paruh baya. Ia merupakan seorang anak, seorang suami, sekaligus seorang ayah  yang dalam satu peristiwa, kehilangan ibu, istri, dan dua anaknya sekaligus.



Yang membuat saya tertegun bukan hanya beratnya kehilangan itu, melainkan bagaimana caranya bercerita. Saat saya melakukan wawancara kecil dalam kegiatan KPM Tematik Bencana, beliau mampu menceritakan kronologi kejadian dengan sangat runtut dan lugas. Namun hampir tidak ada momen di mana ia berbicara tentang apa yang ia rasakan. Seolah perasaan itu disimpan jauh di balik narasi yang tertata rapi.
 
Ini bukan keanehan yang berdiri sendiri. Banyak penyintas, ketika ditanya tentang situasi bencana, keluarga yang hilang, atau kondisi mereka kini, justru menjawab dengan kepala tegak dan kalimat-kalimat yang terdengar terkendali. Padahal secara psikologis, kehilangan sebesar itu wajarnya membutuhkan ruang untuk runtuh setidaknya sekali.

Yang terjadi, menurut saya, bukan karena mereka tidak merasakan apapun. Melainkan karena ada stigma yang sudah lama mengakar: bahwa mengeluhkan perasaan adalah tanda kelemahan, dan bahwa urusan psikologis bukan sesuatu yang perlu dibawa ke ruang profesional. Budaya untuk terlihat kuat ini, meski lahir dari nilai ketabahan yang mulia, tanpa disadari bisa menjadi penghalang pemulihan yang sesungguhnya.

Akibatnya, banyak penyintas yang mengabaikan sinyal-sinyal penting dari diri mereka sendiri  gangguan tidur yang berlarut, tubuh yang mudah kaget mendengar suara keras, atau rasa cemas berlebihan setiap kali tanah sedikit bergerak.

Gejala-gejala ini bukan lebay, bukan dibuat-buat. Ini adalah respons trauma yang nyata, yang jika dibiarkan tanpa penanganan, bisa berkembang menjadi beban psikologis jangka panjang. Sayangnya, stigma bahwa "pergi ke psikolog berarti gila" masih tebal di sebagian besar masyarakat kita  dan itulah yang perlu kita ubah bersama.

Kehadiran Program Studi Profesi Psikologi


Pertama di Aceh yang baru saja dibuka Universitas Syiah Kuala adalah kabar baik. Ini berarti psikolog dengan kompetensi klinis yang memahami konteks budaya Aceh akan semakin banyak tersedia.

Namun ketersediaan tenaga profesional saja tidak cukup masyarakat juga perlu tahu bahwa meminta bantuan psikologis bukan tanda kelemahan, melainkan justru bentuk kecerdasan emosional.


Penutup: Bumi Berguncang, tapi Jiwa Tak Harus Ikut Runtuh


Gempa tidak bisa dicegah. Banjir dan Longsor tidak bisa dipesan untuk tidak datang. Tapi cara otak kita merespons semua itu, itulah yang bisa dilatih, dibentuk, dan diperkuat.
Resiliensi kognitif bukan hadiah untuk orang-orang terpilih. Ia adalah kemampuan yang bisa tumbuh dari nilai-nilai yang sudah lama hidup di tengah masyarakat.

Aceh, dari dukungan sesama, dan jika dibutuhkan, dari bantuan profesional yang kini semakin terjangkau.

Ketika bumi kembali berguncang di Aceh, dan hampir pasti akan terjadi lagi,  yang kita perlukan bukan hanya bangunan yang tahan gempa. Kita juga memerlukan jiwa yang tahu cara berdiri kembali.

Penulis adalah mahasiswa Program Studi Psikologi UIN Ar-Raniry yang menaruh perhatian pada isu kesehatan mental masyarakat dan psikologi dalam menghadapi bencana.



Oleh: Zaitun Ramadani
Mahasiswi Program Studi Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. 
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Aceh
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

PANGKORMAR Terima Paparan Rencana Garis Besar Latihan Terintegrasi TNI TA 2026

PT. Media Apero Fublic- Tuesday, July 21, 2026 0
PANGKORMAR Terima Paparan Rencana Garis Besar Latihan Terintegrasi TNI TA 2026
APERO FUBLIC   I  TNI AL. --   Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta). Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261481
  • 20251140
  • 2024210
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja
    APERO FUBLIC  I  ESAI . -  Data BPS per Februari 2025 mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan ...
  • MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba
    APERO FUBLIC.- Makanan "Pundang Muba" merupakan salah satu kekayaan kuliner yang membanggakan dari Kota Sekayu, Kabupaten Musi B...
  • Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980
    Apero Fublic.- Harimau Sumatera adalah subspesies harimau di dunia. Habitat aslinya adalah Pulau Sumatera. Harimau sumatera dalam bahas...
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...
  • Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.
    Apero Fublic.- Arsitektur Masjid Agung Palembang Adalah Induk Dari Atap Masjid-Masjid Ttradisional di Sumatra Selatan. Mengapa demiki...
  • Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio
    APERO FUBLIC.- Bulan Ramadhan 1439 Hijriah telah berlalu, sekitar sebulan lalu. Aktivitas perkuliahan Aisyah dalam libur smester. Kampu...
  • Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?
    Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial? Oleh: Muhammad Izaz Alhafiz Dosen Pengampu: Apriani Riyanti, S....
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Sunday, June 30, 2019
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019
Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Monday, June 29, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 69 Berita 1786 Berita Daerah 1705 Berita Internasional 44 Berita Nasional 1228 Brand 117 Budaya Daerah 38 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 66 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 112 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 20 Kampus 914 Kesehatan 42 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 668 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 53 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 64 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 58 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 202 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us