Ekonomi
Feature
Kampus
Mahasiswi
Pendidikan
Pasar Kebun Saroka: Bukti nyata pembangunan berbasis masyarakat
APERO FUBLIC I FEATURE.- Pasar Kebun Saroka merupakan salah satu wujud pembangunan berbasis masyarakat yang berkembang di Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Pasar yang diselenggarakan setiap hari Minggu pagi ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mengangkat nuansa budaya tradisional Madura di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.
Keberadaan Pasar Kebun Saroka menunjukkan upaya masyarakat dalam mempertahankan identitas budaya lokal melalui aktivitas ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai tradisional.
Selain menjadi tempat transaksi jual beli, pasar ini juga berperan dalam melestarikan berbagai kuliner khas Madura, seperti kocor kuah, cindul, katemel, lanon, geddeng kolop, pattola, dan soto campur. Dengan demikian, pasar ini memiliki fungsi ganda sebagai sarana ekonomi sekaligus media pelestarian budaya.
Apabila ditinjau dari teori perubahan sosial yang dikemukakan oleh Selo Soemardjan, Pasar Kebun Saroka dapat dipahami sebagai bentuk perubahan sosial yang direncanakan.
Kehadirannya merupakan hasil kerja sama berbagai unsur masyarakat, termasuk pemerintah desa, pemuda, pelaku UMKM, dan warga setempat, yang memiliki tujuan bersama untuk menciptakan peluang ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah lama berkembang di masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, setiap unsur masyarakat memiliki peran yang saling mendukung. Pemerintah desa memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan dan kelembagaan, masyarakat berpartisipasi dalam menjaga keberlangsungan pasar, pemuda berkontribusi melalui promosi dan pengelolaan kegiatan, sementara pelaku UMKM menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi karakteristik pembangunan berbasis komunitas.
Dari perspektif pembangunan, Pasar Kebun Saroka menunjukkan pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Kehadiran pasar ini membuka peluang bagi usaha kecil untuk memasarkan produknya, meningkatkan perputaran ekonomi lokal, serta memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat melalui kegiatan perdagangan dan wisata yang berlangsung secara rutin.
Kontribusi pasar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat juga terlihat dari terbukanya kesempatan usaha dan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Selain meningkatkan pendapatan, pasar ini turut memberikan nilai tambah terhadap produk-produk tradisional yang sebelumnya kurang mendapat perhatian.
Oleh karena itu, kesejahteraan yang dihasilkan tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mencakup aspek sosial dan budaya, seperti meningkatnya rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.
Pasar Kebun Saroka juga dapat dipandang sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan. Penggunaan material alami seperti bambu dan kayu mencerminkan perhatian terhadap aspek lingkungan, sementara integrasi antara sektor ekonomi, budaya, dan pariwisata menunjukkan adanya keseimbangan dalam pengelolaan pembangunan yang memperhatikan dimensi sosial, ekonomi, dan ekologis.
Dari sudut pandang politik pembangunan, keberhasilan Pasar Kebun Saroka menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat. Dukungan yang diberikan pemerintah tidak menghilangkan peran masyarakat sebagai penggerak utama, melainkan memperkuat inisiatif yang telah muncul dari warga.
Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan yang efektif adalah pembangunan yang mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui kerja sama yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, Pasar Kebun Saroka tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi ruang yang mendorong perubahan sosial, pelestarian budaya, dan partisipasi masyarakat.
Kehadirannya membuktikan bahwa pembangunan yang berorientasi pada masyarakat dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga identitas budaya lokal serta memperkuat keterlibatan warga dalam proses pembangunan.
Referensi:
Komariah, N., Saepudin, E., & Yusup, P. M. (2018). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pariwisata Pesona, 3(2), 158–174. https://doi.org/10.26905/jpp.v3i2.2340
Trisnawati. (2018). Pengembangan Desa Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. Universitas Negeri Malang. https://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/view/10356
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan. (2026). Antara Teori Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial, Vol. 5, No. 1, hlm. 19–31. Universitas Sumatera Utara. https://talenta.usu.ac.id/jlpsp/article/download/23001/9975/91647
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan. (2020). Pembangunan Desa Berbasis Partisipasi Masyarakat. FISIP Universitas Galuh. https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/moderat/article/viewFile/2854/2505
GO Sumenep. (2025). Pasar Kebun Resmi Dibuka, Jadi Objek Wisata Kuliner Baru di Sumenep. https://gosumenep.com
RRI Sumenep. (2025). Pasar Kebun: Wisata Kuliner Tradisional Bernuansa Tempo Dulu. https://rri.co.id.
Oleh : Herdiyanti Sukma
Mahasiswi Administrasi Publik / FISIP /UNIVERSITAS WIRARAJA.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ekonomi

Post a Comment