Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Kericuhan Siswa SMA di Ruteng
APERO FUBLIC I OPINI.-- Peristiwa kericuhan yang melibatkan siswa SMA di Ruteng menjadi sebuah kejadian yang sangat disayangkan. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah seharusnya menjadi tempat bagi para pelajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan sekaligus membentuk karakter yang baik, disiplin, dan bertanggung jawab.
Terjadinya konflik atau perkelahian antarsiswa menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya yang lebih serius dalam menanamkan nilai-nilai moral, pengendalian emosi, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara damai.
Menurut pandangan saya, tanggung jawab atas kejadian tersebut tidak hanya berada pada para siswa, tetapi juga melibatkan peran orang tua, pihak sekolah, dan lingkungan sekitar. Pembinaan yang kurang maksimal serta pengaruh pergaulan dapat membuat remaja mudah terbawa emosi dan mengambil keputusan yang keliru.
Oleh sebab itu, kerja sama antara keluarga, guru, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membimbing siswa agar mampu bersikap bijaksana dan menghargai sesama.
Kejadian ini hendaknya dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi seluruh lembaga pendidikan agar lebih memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan yang positif.
Program yang menumbuhkan rasa persatuan, kerja sama, dan sportivitas perlu terus dikembangkan sehingga para siswa terbiasa menyelesaikan perbedaan dengan musyawarah, bukan dengan kekerasan. Selain itu, penerapan sanksi yang bersifat edukatif juga penting agar siswa belajar bertanggung jawab atas tindakannya.
Pada akhirnya, kericuhan antarpelajar hanya akan memberikan dampak negatif, baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi nama baik sekolah. Sikap saling menghormati, toleransi, dan kemampuan berdialog harus menjadi nilai yang terus ditanamkan kepada generasi muda.
Dengan demikian, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang aman, damai, dan mendukung terciptanya peserta didik yang berprestasi serta berkarakter baik.
Juni, 08, 2026
Oleh : Wihelmus Okan Nudi Rait
Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment