Bencana
Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Megathrust Jadi Sorotan : Mahasiswa UNY Ajak Warga Desa Monggang Lebih Siap Hadapi Bencana
APERO FUBLIC I FEATURE.- Ditengah isu yang beredar mengenai potensi gempa megathrust di selatan Pulau Jawa
melalui Program Pembelajaran Luar Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang diketuai oleh Rendi Pangestu dan 4 mahasiswa dari Fakultas FIK, serta 5 mahasiswa dari Fakultas FMIPA dengan anggota Achmad Deska Zafra Zen, Khansa Ar Rasyidah, Sabrina Rezi Aisyah Putri, Nova shelvira amelia putri, Asmin Zahrah Azizah, Najma Fajrun Najib, Akda Dwi Puspasari, Akhmad Fathoni, dan Adhitya Bagus Pratama.
Mahasiswa UNY menggelar kegiatan sosialisasi mitigasi bencana bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) desa di Dusun Monggang, Kelurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi dan pergerakan tanah.
Kegiatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah maraknya pemberitaan mengenai ancaman gempa megathrust yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia. Informasi mengenai megathrust kerap menimbulkan kekhawatiran dan kepanikan di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, mahasiswa UNY bersama FPRB desa berupaya memberikan pemahaman yang tepat mengenai mitigasi bencana agar masyarakat dapat lebih siap dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.
Dusun Monggang merupakan tempat kegiatan mahasiswa program PLK UNY, bertepatan sebagai kawasan yang dekat dengan jalur sesar aktif di Yogyakarta. Kondisi tersebut menjadikan masyarakat Dusun Monggang perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai potensi risiko bencana alam serta langkah penyelamatan diri terutama saat terjadi gempa bumi.
Dalam kegiatan sosialisasi ini dibersamain oleh narasumber dari FPRB desa yaitu Bapak Latif Catur Mulyadi yang menyampaikan berbagai materi terkait mitigasi bencana.
Dimulai dari pengenalan ancaman gempa bumi, pentingnya kesiapan keluarga, jalur evakuasi, hingga tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Selain penyampaian materi, masyarakat juga diajak berdiskusi secara interaktif dan mengikuti simulasi sederhana mengenai prosedur evakuasi darurat.
Kegiatan ini dipilih karena merupakan bagian dari upaya untuk membangun kesiapan bencana di lingkungan masyarakat. Menurut Mahasiswa UNY, kesiapsiagaan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana alam.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui informasi tentang megathrust dari media sosial, tetapi juga memahami bagaimana cara menyikapinya dengan benar dan tetap tenang. Edukasi mitigasi bencana menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana,” ujar Asmin Zahra Azizah sebagai mahasiswa Fisika merupakan anggota PLK UNY yang mengusulkan program kegitan ini.
Program sosialisasi ini memiliki berbagai kelebihan, di antaranya materi yang disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah Dusun Monggang yang merupakan termasuk kawasan sesar opak. Keterlibatan langsung narasumber dari anggota FPRB desa yaitu Bapak Latif Catur Mulyadi yang berpengalaman, serta adanya simulasi sederhana yang membuat masyarakat lebih mudah memahami langkah mitigasi bencana.
Selain meningkatkan pengetahuan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pengurangan risiko bencana. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Monggang dapat menjadi lebih tanggap, siap, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya mitigasi bencana sejak dini.
Penulis : Sabrina Rezi A.P
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Bencana

Post a Comment