Aceh
Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Mahasiswa KKN LT 49 USK Dukung Pelaksanaan Posyandu Asoka melalui Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak
Gambar 1: Perkenalan Mahasiswa KKN LT 49 Universitas Syiah Kuala bersama tenaga kesehatan dan kader Posyandu Asoka usai pelaksanaan kegiatan Posyandu di Desa Jurong Bale.
APERO FUBLIC I Jurong Bale, 16 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Literasi (KKN LT) 49 Universitas Syiah Kuala turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Posyandu Asoka di Desa Jurong Bale, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan pemerintah desa dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita.
Gambar 2: Mahasiswa KKN LT 49 membantu proses registrasi peserta sebelum pelayanan Posyandu dimulai.
Berdasarkan data buku tamu, kegiatan Posyandu diikuti oleh 34 peserta yang terdiri atas orang tua balita dan ibu hamil. Pelayanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala balita, serta pelaksanaan kelas ibu hamil.
Selain pelayanan kesehatan rutin, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai kesehatan kehamilan, persiapan menyusui, serta pentingnya pemenuhan gizi sebagai upaya pencegahan stunting. Masyarakat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN LT 49 Universitas Syiah Kuala membantu registrasi peserta, penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, mendampingi kelas ibu hamil, serta mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pelayanan Posyandu.
Gambar 3: Mahasiswa KKN mendampingi tenaga kesehatan dalam proses penimbangan balita.
Bidan Koordinator Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Kembang Tanjong, Zuhaida AB, S.Tr.Keb, menjelaskan bahwa Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Menurutnya, setiap bulan terdapat program yang berbeda sesuai kebutuhan, seperti kelas ibu hamil, kelas ibu balita, hingga Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).
“Setiap bulannya berbeda. Untuk ibu ada kelas ibu hamil, kunjungan ibu hamil risiko tinggi, dan kunjungan ibu nifas. Untuk anak ada kelas ibu balita, kunjungan bayi berat badan lahir rendah, serta pelayanan tumbuh kembang balita. Jadi setiap bulan programnya berganti sesuai kebutuhan dan anggaran yang tersedia,” jelas Zuhaida.
Gambar 4: Pelaksanaan kelas ibu hamil yang memberikan edukasi kepada peserta.
Beliau juga menekankan pentingnya ketelitian dalam proses penimbangan balita agar data pertumbuhan akurat dan tidak terjadi kesalahan dalam penilaian status gizi maupun identifikasi stunting.
“Penimbangan tidak boleh dilakukan sembarangan. Hal-hal sederhana seperti pakaian atau popok yang terlalu tebal dapat memengaruhi hasil pengukuran. Karena itu, setiap pemeriksaan harus dilakukan dengan benar agar data pertumbuhan balita akurat,” tambahnya.
Gambar 5: Mahasiswa KKN melakukan pengukuran tinggi badan balita.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader Posyandu, dan mahasiswa KKN LT 49 Universitas Syiah Kuala dapat terus terjalin dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan stunting serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu dan anak secara rutin.
Penulis: Yola Amanda Husna, dkk.
Mahasiswa KKN LT 49 Universitas Syiah Kuala, Aceh.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Aceh

Post a Comment