Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Sampahku, Tanggung Jawabku: Mahasiswa PPKn UNY Dukung Implementasi SDGs 12
Sampahku, Tanggung Jawabku: Mahasiswa PPKn UNY Dukung Implementasi SDGs 12 Melalui Aksi Edukasi Pengelolaan Sampah bersama Santriwati Sleman
APERO FUBLIC I FEATURE.- Permasalahan sampah masih menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat Indonesia hingga saat ini. Kurangnya kesadaran dalam memilah dan mengelola sampah seringkali menyebabkan penumpukan limbah yang berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang terdiri atas Diva, Nayla, Widya, Sri, dan Rosiana menyelenggarakan kegiatan edukasi pengelolaan sampah bagi santriwati MTs Tahfidz Hidayatullah Putri, Sleman, Yogyakarta.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, yang menekankan pentingnya penggunaan sumber daya secara efisien, pengurangan limbah, serta penerapan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.
Mengusung tema “Sampahku, Tanggung Jawabku”, kegiatan edukasi ini dirancang untuk menanamkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
Seluruh santriwati MTs Tahfidz Hidayatullah Putri mengikuti kegiatan ini sebagai peserta utama yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menerapkan dan menyebarluaskan praktik pengelolaan sampah yang baik di lingkungan pesantren, keluarga, maupun masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan ini, Sri, Nayla, dan Rosiana bertindak sebagai pemateri yang menyampaikan berbagai materi mengenai pengelolaan sampah secara interaktif. Materi yang diberikan mencakup pengenalan jenis-jenis sampah, teknik pemilahan sampah organik dan anorganik, serta berbagai alternatif pemanfaatan kembali limbah yang masih memiliki nilai guna.
Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar peserta dapat memahami pentingnya pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu peserta, Asqiena, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. “Sebelumnya saya sudah tahu tentang sampah organik dan anorganik, tetapi setelah mengikuti kegiatan ini saya jadi lebih paham cara memilah dan mengelolanya dengan benar. Saya juga jadi tahu kalau sampah yang sering dianggap tidak berguna ternyata masih bisa dimanfaatkan kembali,” ujarnya.
Selain penyampaian materi secara teoritis, peserta juga diperkenalkan pada praktik pengelolaan sampah berkelanjutan. Materi pelatihan mencakup pemanfaatan sampah anorganik melalui pembuatan tempat sampah kreatif, pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, serta edukasi mengenai pemilahan sampah yang benar dan efektif sesuai karakteristik masing-masing jenis sampah.
Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali keterampilan praktis dalam mengelola limbah konsumsi maupun produksi secara bertanggung jawab serta didorong untuk membangun kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah sejak dari sumbernya dan mengurangi penggunaan barang sekali pakai.
Kesan positif juga disampaikan oleh Laili, salah satu santriwati peserta kegiatan. “Kegiatannya seru dan tidak membosankan karena kami tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga belajar lewat praktik langsung,” tuturnya.
Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membantu peserta memahami bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat dimanfaatkan kembali apabila dikelola dengan tepat.
Diharapkan, pelatihan ini mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan demi mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini juga mencerminkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat melalui pendidikan dan pemberdayaan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung implementasi SDGs melalui berbagai program edukasi dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, mahasiswa PPKn UNY berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.
Dengan semakin luasnya edukasi mengenai pengelolaan sampah dan gaya hidup berkelanjutan, diharapkan tumbuh generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan masa depan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Link You Tube: https://youtu.be/W1c0_ratZQY?feature=shared.
Penulis :
- Diva Aulia
- Nayla Anjani Robbi
- Widya Sulistyowati
- Sri Maryanti
- Rosiana Kholifatun Nisa.
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta.
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment