Kampus
Mahasiswa
Media Sosial
Opini
Pendidikan
UKM-Bisnis
Paylater dan Generasi Z: Kemudahan Yang Dapat Menjadi Jebakan
APERO FUBLIC I OPINI.-- Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam cara bertransaksi. Salah satu inovasi yang saat ini banyak digunakan adalah layanan Paylater.
Fitur ini memungkinkan seseorang membeli barang atau jasa terlebih dahulu dan membayarnya di kemudian hari. Karena prosesnya mudah dan cepat, Paylater menjadi sangat populer di kalangan Generasi Z yang aktif menggunakan internet dan aplikasi belanja online.
Pada dasarnya, Paylater hadir untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan Paylater yang berlebihan mulai menjadi perhatian karena banyak anak muda yang mengalami kesulitan keuangan akibat tidak mampu mengelola pengeluaran mereka. Fenomena ini menunjukkan bahwa kemudahan teknologi juga dapat menimbulkan masalah apabila tidak digunakan dengan bijak.
Menurut saya, salah satu alasan utama mengapa banyak Generasi Z terjerumus dalam penggunaan Paylater adalah karena kemudahan akses yang ditawarkan. Berbeda dengan pinjaman konvensional yang memerlukan proses panjang dan berbagai persyaratan, Paylater dapat digunakan hanya dalam beberapa langkah melalui aplikasi. Akibatnya, banyak pengguna tidak benar-benar mempertimbangkan risiko sebelum melakukan transaksi.
Selain itu, pengaruh media sosial juga sangat besar. Saat ini, banyak anak muda yang menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial dan melihat berbagai konten tentang gaya hidup, fashion, kuliner, maupun gadget terbaru.
Tidak jarang mereka merasa harus mengikuti tren agar tidak dianggap ketinggalan oleh lingkungan pergaulannya. Ketika keinginan tersebut tidak didukung oleh kondisi keuangan yang cukup, Paylater sering menjadi jalan pintas untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kurangnya literasi keuangan. Banyak anak muda yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi digital, tetapi belum memahami cara mengatur keuangan dengan baik.
Mereka sering kali hanya melihat kemudahan cicilan atau jumlah pembayaran per bulan yang terlihat kecil, tanpa memperhitungkan total tagihan yang harus dibayar nantinya. Akibatnya, pengeluaran menjadi tidak terkendali dan tagihan terus bertambah.
Menurut saya, masalah terbesar bukan terletak pada layanan Paylater itu sendiri, melainkan pada pola pikir sebagian penggunanya. Banyak yang menggunakan Paylater untuk memenuhi keinginan, bukan kebutuhan.
Barang-barang seperti pakaian, aksesoris, atau produk yang sedang tren sering dibeli tanpa pertimbangan yang matang. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, seseorang dapat terjebak dalam utang yang semakin sulit untuk dilunasi.
Di sisi lain, Paylater sebenarnya dapat memberikan manfaat jika digunakan secara bertanggung jawab. Dalam kondisi tertentu, seperti kebutuhan mendesak atau pembelian yang sudah direncanakan dengan baik, layanan ini bisa menjadi solusi yang membantu.
Oleh karena itu, yang diperlukan bukanlah menghindari Paylater sepenuhnya, melainkan meningkatkan kesadaran dalam mengelola keuangan dan memahami konsekuensi dari setiap transaksi yang dilakukan.
Paylater merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi yang memberikan kemudahan dalam bertransaksi. Namun, kemudahan tersebut juga dapat menjadi jebakan apabila digunakan tanpa perencanaan yang matang.
Pengaruh media sosial, keinginan mengikuti tren, kemudahan akses, dan rendahnya literasi keuangan menjadi faktor utama yang membuat banyak Generasi Z terjerumus dalam penggunaan Paylater yang berlebihan.
Oleh karena itu, generasi muda perlu lebih bijak dalam mengatur keuangan serta memahami bahwa setiap transaksi Paylater adalah utang yang harus dibayar. Dengan sikap yang lebih bertanggung jawab, Paylater dapat dimanfaatkan sebagai alat yang membantu, bukan sebagai sumber masalah keuangan di masa depan.
Referensi
1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia.
2. Kompas.com. Mengapa Anak Muda Gandrung Menggunakan Paylater?
3. Liputan6.com. OJK: Anak Muda Kebanyakan Utang dari Paylater.
4. Muzakkir dkk. (2025). Integrasi Layanan Fintech dalam Platform E-Commerce: Studi Kasus Penggunaan Paylater pada Generasi Z.
5. Novarianty dkk. (2025). The Effect of the Use of Paylater Services on Consumption Patterns in Generation Z.
Oleh : Yaellins Aurora
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment