Feature
Kampus
Mahasiswa
Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak
APERO FUBLIC I FEATURE.- Mengintegrasikan disiplin ilmu akademis ke dalam realitas sosial menjadi esensi utama yang dibawa oleh sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Melalui program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Mengabdi sebagai bentuk konversi Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Tim Jabal Artha menaruh dedikasi mendalam bagi masyarakat Dusun Sekarbolo, Desa Jiwowetan, Kecamatan Wedi, Klaten, sepanjang Februari hingga Mei 2026. Tim yang dibimbing Ibu Sarah Pramadani, M.Pd. ini dipimpin oleh ketua Helario Vicario (Pend. Bahasa Inggris) dan beranggotakan Haka A'raaf (Pend. Bahasa Inggris), Syifa Aulia (Pend. Pancasila dan Kewarganegaraan).
Muhammad Zaidan Habibi (Pend. Pancasila dan Kewarganegaraan), Adisty Maharani (Pend. Luar Biasa), Chusnul Mariyah (Pend. Luar Biasa), Isma Hanifah (Pend. Sejarah), Salma Rahmaniyya (Pend. Sejarah), Farhan Abdurro'uf (Pend. Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi), dan Muhammad Ardianta Haydar (Pend. Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi) telah menyatukan perspektif unik dari ranah pengajaran bahasa, hukum dan kewarganegaraan, sejarah lokal, pendidikan khusus, hingga kesehatan olahraga.
Tim ini bergerak serentak menghidupkan berbagai lini potensi desa. Eksistensi mahasiswa di lapangan menjadi bukti nyata bahwa kontribusi sosial yang masif tetap dapat berjalan beriringan dengan akselerasi kompetensi profesional mahasiswa di luar meja perkuliahan.
Membuka Ruang Inklusi dan Mengikis Sekat Edukasi
Fokus utama yang membedakan pergerakan Tim Jabal Artha adalah kepedulian tinggi terhadap isu inklusivitas anak. Dipelopori oleh Chusnul Mariyah dan Adisty Maharani, tim melakukan pemetaan dan asesmen khusus mengenai kebutuhan tumbuh kembang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Dusun Sekarbolo.
Guna memecah dinding pembatas di lingkungan bermain, mereka meluncurkan program BISIK (Belajar Sign Komunikasi), sebuah ruang belajar interaktif yang mengajarkan bahasa isyarat dasar kepada anak-anak desa. Di sisi lain, aspek penguatan kompetensi anak usia sekolah turut digenjot.
Helario Vicario dan Haka A'raaf menginisiasi Happy English Club dan Learn Vocabulary and Introduction Roleplay sebagai sebuah forum belajar bahasa Inggris non-formal untuk memperluas wawasan global anak-anak di Desa Jiwowetan.
Sementara di SDN Jiwo, kenyamanan belajar siswa diperkuat melalui gerakan Deklarasi Anti-Bullying yang dikawal oleh Syifa Aulia diharapkan dapat menekan kasus bullying pada jenjang sekolah dasar.
Tak hanya itu, momentum penting dunia pendidikan juga dihidupkan oleh Salma Rahmaniyya melalui proker Gema Pendidikan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan mengajak anak-anak SD Negeri Jiwo menyelami kembali latar belakang sejarah Hardiknas untuk memantik motivasi belajar dan menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.
Penguatan nilai keagamaan dan karakter di TPA Al-Hidayah juga dikemas secara intensif oleh Muhammad Zaidan melalui program Pesan Senja. Dalam kegiatan rutin ini, Zaidan mendampingi anak-anak mendalami ilmu tajwid serta tata cara membaca Al-Qur'an dan Iqro' secara baik dan benar untuk mencetak generasi muda religius.
Merajut Sejarah Lokal dan Visualisasi Spasial Wisata Religi
Desa Jiwowetan menyimpan potensi kultural yang kuat, salah satunya melalui keberadaan Makam Gunung Merak. Membaca peluang tersebut, Isma Hanifah melakukan penelusuran sejarah lisan dan wawancara mendalam bersama juru kunci situs.
Hasil riset tersebut kemudian dikonversi menjadi program Pesona Merak, sebuah proyek penyediaan media informasi edukatif berbentuk papan literasi sejarah yang kini berdiri kokoh di area makam untuk memandu para peziarah.
Langkah pelestarian ini disempurnakan oleh aspek teknis yang memanfaatkan teknologi drone dengan melakukan pemetaan udara pada titik-titik krusial desa di sekitar Makam Gunung Merak.
Dokumentasi visual tersebut diproyeksikan sebagai draf awal penyusunan master plan kawasan wisata religi terpadu, yang memetakan tata ruang mulai dari posko, masjid, kawasan ruko, hingga rencana pembangunan rest area masa depan sesuai visi Kepala Desa Jiwowetan yaitu Bapak Dalikir Robi Nugroho.
Guyub Rukun dan Kolaborasi Lintas Generasi
Penerimaan hangat dari masyarakat Sekarbolo menjadi bahan bakar utama bagi kelancaran seluruh program. Para mahasiswa membaur penuh, dalam sosiabilitas warga. Mulai dari membantu jalannya tradisi Selikuran di bulan Ramadan, tahlilan, pengajian berkala, hingga edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pertolongan pertama pada luka.
Kebugaran warga juga menjadi perhatian Farhan Abdurro'uf dan Muhammad Ardianta lewat agenda senam bersama hingga berhasil menggandeng mitra Yan Aquatic Jogja. Semangat swadaya masyarakat pun direvitalisasi secara nyata melalui gotong royong pembuatan puluhan obor tradisional untuk menghias estetika desa.
Penarikan formal yang berlangsung pada 23-24 Mei 2026 menandai berakhirnya masa bakti Tim Jabal Artha. Namun modal sosial, draf tata ruang, dan literasi inklusif yang telah ditanamkan diharapkan menjadi pemantik yang terus menyala bagi kemandirian jangka panjang masyarakat Desa Jiwowetan.
Penulis : Kelompok Mahasiswa UNY
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Apero
Via
Feature

Post a Comment