Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Generasi Scroll Tanpa Henti: Media Sosial, Konsentrasi, Emosi, dan Motivasi Belajar Siswa Mas Darussalam Bumi Nabung
Perhatian dan Perpindahan Tugas
APERO FUBLIC I Belajar mendalam membutuhkan waktu untuk memahami informasi, membangun hubungan antarkonsep, dan memeriksa pemahaman. Ketika siswa sering berpindah dari tugas ke notifikasi lalu kembali ke tugas, mereka perlu mengarahkan perhatian berulang kali. Perpindahan ini dapat membuat proses belajar terasa lebih lambat dan meningkatkan risiko kehilangan detail penting.
Namun, tidak semua penggunaan perangkat mengganggu. Video penjelasan yang dipilih dengan sengaja, forum kelas, atau komunikasi dengan teman tentang materi dapat mendukung pemahaman. Perbedaan utamanya terletak pada tujuan, pengendalian diri, dan kesesuaian aktivitas dengan tugas belajar. Karena itu, sekolah perlu mengajarkan strategi penggunaan, bukan sekadar melarang tanpa penjelasan.
Emosi, Perbandingan Sosial, dan Motivasi
Konten media sosial sering menampilkan potongan kehidupan yang telah dipilih dan disunting. Jika siswa menganggap unggahan orang lain sebagai gambaran lengkap kehidupan mereka, perbandingan sosial dapat memengaruhi perasaan tentang diri sendiri. Pengalaman ini tidak dialami semua siswa dengan cara yang sama, tetapi penting bagi pendidik untuk membuka ruang percakapan yang tidak menghakimi.
Motivasi belajar juga dapat dipengaruhi oleh cara siswa mengelola waktu dan tujuan. Ketika tugas terasa sulit, beralih ke konten yang lebih ringan dapat menjadi bentuk penundaan. Strategi yang membantu antara lain memecah tugas menjadi bagian kecil, menetapkan target realistis, dan menyediakan waktu khusus untuk memeriksa pesan setelah menyelesaikan satu bagian pekerjaan.
Penelitian pada siswa SMP di Banjarmasin yang diterbitkan pada 2026 menemukan hubungan positif tingkat sedang antara penggunaan media sosial dan sikap anticyberbullying pada sampel penelitian tersebut.
Hasil ini menunjukkan bahwa media sosial juga dapat menjadi ruang pendidikan dan pembentukan sikap, tetapi tidak membuktikan bahwa penggunaan media sosial menyebabkan sikap antiperundungan. Temuan satu sampel juga tidak dapat digeneralisasi ke semua siswa.
Strategi Literasi Digital untuk Siswa
Pertama, siswa dapat menyusun rencana belajar yang memuat tujuan spesifik, misalnya menyelesaikan dua subbab atau merangkum satu bacaan sebelum membuka aplikasi sosial.
Kedua, notifikasi yang tidak mendesak dapat dinonaktifkan selama sesi belajar.
Ketiga, siswa perlu memeriksa kredibilitas sumber, membedakan fakta dan opini, serta memahami bahwa rekomendasi konten dipengaruhi oleh sistem algoritmik.
Keempat, gunakan media sosial secara produktif: bagikan sumber yang dapat diverifikasi, berdiskusi dengan sopan, dan hindari menyebarkan informasi pribadi atau konten yang mempermalukan orang lain.
Kelima, evaluasi kebiasaan berdasarkan dampaknya terhadap tidur, tugas, hubungan sosial, dan kesejahteraan, bukan semata-mata menghitung menit penggunaan. Bila penggunaan digital terasa sulit dikendalikan atau mengganggu fungsi sehari-hari, siswa sebaiknya membicarakannya dengan orang dewasa tepercaya.
Peran Guru dan Orang Tua
Guru dapat memberi contoh penggunaan sumber digital yang bertanggung jawab dan merancang aktivitas yang melatih evaluasi informasi. Orang tua dapat menyepakati aturan perangkat bersama anak, memberi teladan dengan tidak terus-menerus memeriksa ponsel saat berbincang, serta menyediakan aktivitas tanpa layar.
Aturan akan lebih mudah diterima jika alasannya dijelaskan dan kebutuhan belajar maupun komunikasi tetap diperhatikan. Sekolah juga dapat mengadakan diskusi tentang privasi, jejak digital, perundungan siber, iklan, dan cara kerja rekomendasi konten. Pendekatan ini membantu siswa menjadi pengguna yang aktif dan kritis, bukan sekadar penerima arus informasi.
MAS Darussalam Bumi Nabung dapat menjadikan literasi digital sebagai bagian dari pembelajaran dan pembinaan siswa. Contoh langkah yang dapat dipertimbangkan ialah menetapkan waktu fokus saat belajar, mengelola notifikasi, memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menjaga privasi, serta menerapkan adab ketika berkomunikasi di grup kelas.
Guru dapat memberi tugas yang menggunakan sumber digital tepercaya dan mengajak siswa mengevaluasi manfaat maupun risikonya. Pendekatan yang edukatif dan dialogis lebih tepat daripada larangan umum tanpa penjelasan; penerapannya perlu menyesuaikan aturan madrasah dan kondisi siswa.
Kesimpulan
Media sosial dapat menjadi sumber belajar sekaligus gangguan, bergantung pada tujuan penggunaan, jenis konten, pengelolaan perhatian, dan kondisi siswa. Respons pendidikan yang efektif tidak cukup berupa larangan umum.
Siswa perlu dibekali strategi mengatur fokus, memeriksa informasi, menjaga privasi, mengelola emosi, dan menggunakan platform secara etis. Kolaborasi guru dan keluarga membantu membangun kebiasaan digital yang seimbang serta mendukung proses belajar.
Penulis: Anas Muasan Ali., SPd
Mahasiswa UIN Jurai Siwo Lampung, Fakultas Pascasarjana, Jurusan Pendidikan Agama Islam.
Editor. Tim Redaksi
Daftar Pustaka
Padmasari, A., Safitri, D., & Sujarwo. (2025). Penggunaan Media Sosial sebagai Distraksi Belajar pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 67 Jakarta. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 20480–20483. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.29665
Nusatjasi, B., Lambiombir, H., & Patmawati, S. A. (2025). Penggunaan Media Sosial terhadap Efektivitas Pola Belajar Siswa di Sekolah Menengah Pertama. SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya, 20(2). https://doi.org/10.26858/supremasi.v20i2.75607
Rahmawati, R., Bahri, A., Inayah, M., Ramdhani, M. N., & Said, M. A. (2025). Does Social Media Use Affect Elementary Students’ Focus and Learning Achievement? A Study on Indonesian Language Learning. Journal of Education and Teaching, 7(1), 33–48. https://doi.org/10.51454/jet.v7i1.705
Jannah, L. R., Ningtias, S. A., Mulani, A. Q., Netriwati, & Nendra, F. (2026). Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Motivasi dan Konsentrasi Belajar Peserta Didik. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1). https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.43988
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment