Puisi
Sastra Kita
Syarce
Pelan-Pelan, Kita Sedang Berusaha“Tentang mental health dan proses menerima diri”
Pelan-Pelan, Kita Sedang Berusaha
“Tentang mental health dan proses menerima diri”
APERO FUBLIC I SASTRA KITA.- Aku pernah berfikir tentang bagaimana seseorang bisa bertahan dan berdamai dengan dirinya sendiri, dan ya pada akhirnya aku merasakannya.
Hari ini aku mau berbicara tentang bagaimana kita menerima mental health dan proses menerima diri sendiri, itu tidak mudah tapi aku berusaha dan akhirnya aku terbiasa.
Tidak semua orang tumbuh dengan langkah yang sama, ada yang berjalan, ada yang berlari ada pula yang berhenti hanya untuk menarik napas. aku termasuk orang yang sering berhenti hanya untuk menarik napas bukan karena tak mau melanjutkan, tapi karena pikiranku terlalu lelah untuk terus dipaksa kuat.
*ada hari-hari ketika bangun tidur saja terasa berat, senyum tetap terpasang, rutinitas tetap dijalani, tapi didalam kepala rasanya gaduh. Banyak suara yang saling bersahutan, tuntutan untuk berhasil, ketakutan untuk gagal, dan rasa bersalah karena belum membahagiakan.*
Aku belajar satu hal pelan-pelan, menerima diri sendiri ternyata tidak semenyakitkan itu, kalau kita tau artinya bersyukur, menerima diri bukan berarti aku menyerah, tapi ini juga sebagai bentuk keberanian yang sunyi. Mengakui bahwa aku capek, bahwa aku butuh waktu, dan bahwa aku tidak selalu baik-baik saja.
*Dunia memang berjalan cepat, tapi diriku yang menentukan cepat lambatnya untuk tumbuh.*
Perjalanan menjaga kesehatan mental bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang bertahan di hari-hari yang berat, memaafkan diri saat tak produktif, dan tetap melangkah meski tertatih. Sekecil apapun langkah itu, ia tetap berarti.
Pelan-pelan aku sedang berusaha. Berusaha berdamai dengan pikiran sendiri, berusaha jujur pada perasaan dan berusaha percaya bahwa suatu hari nanti semua lelah ini akan menemukan maknanya.
*Jika hari ini belum sepenuhnya terang, tidak apa-apa, aku sudah hebat membuktikan kalau aku bukan perempuan yang lemah. Setidaknya aku masih di sini masih mencoba, berusaha, masih hidup dan masih berharap.*
PENULIS: Norie Khoiril Qiromah
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Puisi

Post a Comment