Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Satu Aksi, Satu Kontribusi: Peran Mahasiswa Biologi dalam Menjaga Lingkungan Sebagai Wujud Bela Negara
Sumber gambar : Citarum Harum (2025)
APERO FUBLIC I Selama ini, kata “kewarganegaraan“ sering kali dikaitkan dengan kepemilikan KTP atau hak dalam memberikan suara dalam pemilu. Padahal, maknanya jauh lebih luas dari itu, contohnya yaitu mencakup hak atas makanan yang aman, hak atas lingkungan yang sehat, hingga hak untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak. Akar dari permasalahan tersebut berkaitan erat dengan ilmu biologi, sehingga saya menjadi tertarik.
Oleh karena itu, sebagai mahasiswa biologi memiliki alasan yang kuat untuk turut terlibat dalam persoalan tersebut. Jadi kita tidak hanya sibuk dengan aktivitas praktikum di laboratorium , tetapi juga aktif dan hadir sebagai warga negara yang berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Terdapat 3 bidang yang setidaknya dapat dikembangkan. Dalam urusan ketahanan pangan, mahasiswa biologi dapat membantu para petani untuk mengembangkan pupuk organik atau dapat mengendalikan hama alami, sehingga potensi terjadinya gagal panen dapat diminimalkan dan dapat menghasilkan hasil panen yang berkualitas dan layak dikonsumsi.
Untuk persoalan konflik lahan dan kerusakan lingkungan, kita dapat ikut serta dalam menjaga lingkungan alam sekitar dengan mengikuti beberapa kegiatan aksi sosial atau volunteer yang dapat menambah kepedulian kita terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar serta data keanekaragaman hayati yang mereka kumpulkan dapat menjadi bukti nyata untuk membela hak masyarakat adat atas tanah dan hutan masyarakat.
Semetara itu, dalam bidang kesehatan masyarakat, pemahaman kita tentang bakteri atau virus yang ada di lingkungan sekitar dapat digunakan untuk mengedukasi masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan kesehatan diri kita.
Mahasiswa biologi dalam menjalankan perannya perlu mengubah pandangan lama yang menganggap sains itu bersifat netral dan tidak memiliki keterkaitan dengan berbagai persoalan sosial. Ilmu pengetahuan ini mempertimbangkan dampak sosialnya dapat lebih diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya kelompok tertentu.
Bentuk keterlibatannya tidak harus dilakukan melalui hal-hal yang kompleks, tetapi dapat diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kampus, menulis opini yang sesuai dan mudah dipahami oleh masyarakat umum, atau berkolaborasi dengan mahasiswa dari bidang hukum ataupun ilmu politik.
Sarjana biologi bukan sekedar tanda keberhasilan dalam menyelesaikan studi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan identitas sebagai warga negara yang aktif. Dengan bekal pemahaman tentang kehidupan, mulai dari tingkat sel hingga ekosistem, mahasiswa biologi memiliki posisi yang tepat untuk turut menyelesaikan persoalan pangan, lingkungan, kesehatan yang sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari makna kewarganegaraan itu sendiri.
Penulis: Alvia Ilva Saviera
Mahasiswi Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment