Feature
Kampus
Kendal
KKN
Pendidikan
KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo
APERO FUBLIC I KENDAL.– Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang secara resmi meresmikan Fasilitas Pengolahan Limbah Rumah Tangga dan Pertanian Janggel Jagung di Dusun Duren, Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal. Acara peresmian program unggulan mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 202 ini dihadiri oleh 52 tamu undangan dari jajaran pimpinan kampus, pemerintah kecamatan, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian peresmian ditandai dengan penayangan video profil program unggulan, pemotongan pita, penandatanganan plang peresmian fasilitas, hingga penyerahan plakat. Fasilitas yang diserahterimakan meliputi unit insinerator pengolah sampah rumah tangga, mesin pencacah, serta alat pencetak briket biomassa berbahan baku limbah janggel jagung.
Ketua LP2M UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Abdul Ghofur, M.Ag., mengapresiasi karya nyata mahasiswa yang mampu menjawab persoalan lingkungan di tingkat desa.
"Terima kasih banyak untuk teman-teman KKN dan segenap warga yang sudah bekerja keras sampai alat insinerator, mesin pencacah, dan pencetak briket ini resmi berdiri. Ini contoh pengabdian yang nyata, ada wujudnya, dan ada manfaatnya. Namun satu hal penting yang mau saya tekankan: alat ini jangan hanya meriah saat acara peresmian. Setelah KKN ditarik, harus ada yang meneruskan. Tolong dipastikan siapa yang memegang, siapa yang mengelola, dan bagaimana sistemnya," tegas Prof. Abdul Ghofur.
Penekanan senada disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan Ngampel, Dwi Any Laksitawati, S.S., M.M., yang mewakili pihak pemerintah kecamatan. Pihaknya mengimbau pemerintah desa dan jajaran kedusunan untuk menjaga keberlanjutan operasional fasilitas pengolahan limbah tersebut.
"Kami sangat menyambut baik terobosan luar biasa dari adik-adik mahasiswa KKN UIN Walisongo ini. Tanggung jawab besar kini ada di tangan panjenengan semua. Saya tidak ingin program ini hanya ramai saat mahasiswa KKN ada di sini, lalu ketika mereka pulang, programnya berhenti dan alatnya mangkrak. Jauh lebih penting adalah pemberdayaan masyarakatnya," papar Dwi Any Laksitawati.
Kepala Desa Jatirejo, Supari, menyampaikan rasa terima kasih dan dukungannya terhadap inisiatif perwujudan program ini yang memberikan nilai tambah bagi warganya.
"Kami dari Pemerintah Desa Jatirejo sangat menyambut baik program unggulan ini. Pemanfaatan limbah janggel jagung menjadi briket arang merupakan wawasan dan pengalaman baru bagi masyarakat dalam mengelola limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara ekonomis. Kami berharap program ini dapat dilanjutkan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat sehingga menjadi peluang usaha baru. Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa KKN Posko 202 atas dedikasi dan kontribusinya," ujar Supari.
Program unggulan ini sendiri berawal dari gagasan serta inisiatif Kepala Dusun Duren, Romli Mubarok, yang melihat melimpahnya limbah pertanian di wilayahnya namun terkendala keterbatasan alat. Ide tersebut kemudian ditangkap dan diwujudkan oleh mahasiswa KKN Posko 202 melalui penyediaan fasilitas pengolahan yang memadai.
Koordinator Desa KKN Posko 202, Ricko Ma'ruf, menceritakan bagaimana timnya merespons gagasan dari Bapak Kadus hingga berhasil memfasilitasi perancangan alat dan mengawal program ini sejak awal hingga peresmian. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh anggota kelompoknya yang bergotong royong merealisasikan ide tersebut demi kebermanfaatan warga.
Inisiatif gagasan yang kini telah terealisasi tersebut disambut hangat oleh Kepala Dusun Duren, Romli Mubarok, yang optimistis fasilitas ini mampu menggerakkan ekonomi lokal.
"Latar belakang ide pembuatan biomassa dari bonggol jagung ini muncul karena saya melihat potensi ekonomi baru dari limbah pertanian melimpah di Dusun Duren yang selama ini hanya dibuang dan dibakar. Kehadiran teman-teman UIN Walisongo yang memfasilitasi peralatan briket ini memberikan harapan tinggi bagi kami untuk mengembangkan sumber ekonomi baru warga. Semoga kebermanfaatan ini bisa terus meluas, terutama bagi masyarakat dusun yang mau berkembang," tutur Romli.
Acara yang dipandu oleh Ferri Firmansyah dan Milla Nursyafa'ati ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Asyrofi, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh jajaran LP2M UIN Walisongo, Pemerintah Kecamatan Ngampel, dan tokoh masyarakat Desa Jatirejo.
Liputan: Posko 202
Mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 202 UIN Walisongo.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment