-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Esai Kampus Mahasiswa Media Sosial Pendidikan Psikologi Duka yang Dicurigai: Mengapa Kesedihan Parasosial Tidak Selalu Mendapat Izin Sosial?
Esai Kampus Mahasiswa Media Sosial Pendidikan Psikologi

Duka yang Dicurigai: Mengapa Kesedihan Parasosial Tidak Selalu Mendapat Izin Sosial?

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
24 Sep, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC  I  Sabtu, 7 Maret 2026, timeline media sosial Indonesia dibanjiri ucapan duka untuk Vidi Aldiano. Ribuan orang yang bahkan tidak pernah bersalaman dengannya menulis "innalillahi", membagikan lagu "Nuansa Bening", mengaku terpukul seolah kehilangan teman dekat. Tidak ada yang mempertanyakan kelayakan air mata mereka. Duka itu diterima begitu saja sebagai sesuatu yang wajar.

Bandingkan dengan apa yang terjadi tujuh tahun sebelumnya, ketika Sulli, mantan personelf(x), ditemukan meninggal dunia setelah bertahun-tahun diserang di kolom komentarnya sendiri. Duka juga membanjiri media sosial. Tapi kali ini disertai sesuatu yang lain, sinisme "Sok kenal", "baru nangis sekarang setelah dulu ikut nyinyir", dan tudingan bahwa kesedihan itu tidak lebih dari tren ikut-ikutan.

Kedua peristiwa ini memiliki pola emosional yang serupa, orang-orang merasa kehilangan figur yang mereka kenal melalui media, meskipun tidak pernah berinteraksi secara langsung. Ilmu komunikasi punya nama untuk ikatan ini sejak 1956, hubungan parasosial, ikatan emosional satu arah antara audiens dan figur media.

Tapi kalau strukturnya sama, mengapa satu duka dianggap sah dan yang lain dicurigai sebagai kepalsuan?. Pertanyaan inilah yang jarang benar-benar dijawab, dan justru disitulah letak persoalan yang lebih besar dari sekadar "boleh atau tidak boleh sedih untuk orang asing." 

Konsep hubungan parasosial pertama kali dirumuskan oleh Donald Horton dan Richard Wohlpada 1956, jauh sebelum media sosial ada. Mereka mengamati bagaimana penonton televisi dan radio bisa merasa dekat dengan penyiar atau bintang yang mereka tonton setiap hari, padahal hubungan itu hanya berjalan satu arah, sang bintang tidak pernah benar-benar mengenal penontonnya, tapi penontonnya merasa seolah kenal dekat.

Riset neurosains sosia loleh Dylan Wagner dari Ohio State University menunjukkan bahwa otak manusia memang tidak selalu bisa membedakan dengan jelas antara kedekatan yang terbentuk lewat pertemuan langsung dan kedekatan yang terbentuk lewat layar. Kalau kita menonton wawancara, storyInstagram, atau vlog seseorang selama bertahun-tahun, otak kita memproses rasa dekat itu hampir sama seperti hubungan pertemanan biasa. 

Bukan karena kita naif, tapi memang begitu cara kerja perasaan dekat itu terbentuk. Jadi, ketika Vidi Aldiano atau Sulli meninggal, kesedihan yang muncul bukanlah sesuatu yang dibuat-buat. Itu adalah akibat wajar dari bertahun-tahun "mengenal" mereka lewat layar. 

Bedanya, di era media sosial sekarang, intensitas paparan itu jauh lebih besar dibanding eratelevisi yang diteliti Horton dan Wohl dulu, Hoffner dan Bond (2022) mencatat bahwa mediasosial memperluas frekuensi dan intensitas ikatan parasosial dibanding media satu arah seperti televisi, karena interaksi terasa lebih personal dan berlangsung nyaris terus-menerus.

Vidi membagikan cerita soal perjuangannya melawan kanker secara terbuka, sampai unggahan terakhirnya soal pernikahan sahabatnya. Sulli membiarkan publik melihat hidupnya nyaris tanpa filter, termasuk saat ia sedang diserang habis-habisan di media sosial.

Kedekatanyang terbentuk dari sana bukan sesuatu yang kosong atau palsu, ia lahir dari ribuan jam menonton dan mengikuti, yang secara emosional sama nyatanya dengan hubungan sosial biasa, hanya saja arahnya cuma satu. Di sinilah letak pertanyaan yang lebih menarik, kalau struktur perasaannya sama-sama parasosial, kenapa duka untuk Vidi diterima begitu saja, sementara duka untuk Sulli malah dicurigai?. 

Jawabannya mungkin ada di konsep yang disebut disenfranchised grief, istilah yang diperkenalkan Kenneth Doka pada akhir 1980-an. Doka menjelaskan bahwa tidak semua duka mendapat "izin sosial" untuk diakui secara terbuka. Duka jenis ini biasanya muncul ketika hubungan yang hilang dianggap tidak cukup dekat, tidak cukup jelas, atau tidak sesuai dengan norma masyarakat soal siapa yang "berhak" sedih.

Konsep ini awalnya dipakai untuk menjelaskan duka yang dianggap tabu, misalnya duka mantan pasangan, duka karena hewan peliharaan, atau duka dari hubungan yang tidak diakui secara sosial. Tapi pola yang sama bisa kita lihat di dua kasus ini. Duka untuk Vidi dianggap wajar karena ceritanya sederhana dan mudah diterima, pria baik hati, berjuang melawan penyakit selama bertahun-tahun, dikenal luas sebagai sosok yang disukai banyak orang.

Tidak ada yang perlu dipertanyakan dari duka semacam itu. Duka untuk Sulli lebih rumit. Kematiannya datang setelah bertahun-tahun ia diserang dikolom komentarnya sendiri, termasuk oleh sebagian orang yang kemudian ikut menulis ucapan belasungkawa. Duka jenis ini bukan cuma soal kehilangan, tapi juga soal rasa bersalah kolektif. Dan rasa bersalah itu sering diubah menjadi kecurigaan ke orang lain:"kamu baru sedih sekarang?" seolah mempertanyakan kesedihan orang lain bisa menutupi peran diri sendiri dalam masalah itu.

Dari sini kita bisa melihat sesuatu yang penting: standar ganda dalam menilai duka parasosial bukan soal siapa yang perasaannya "lebih asli". Semua orang yang berduka untuk Vidi maupun Sulli sama-sama merasakan kehilangan yang nyata, karena keduanya sama-sama terbentuk dari relasi parasosial yang sudah dijelaskan sebelumnya. Yang membedakan adalah, apakah lingkungan sekitar menerima duka itu sebagai hal yang wajar, atau justru meremehkannya sebagai lebay dan berlebihan.

Penerimaan itu ternyata dipengaruhi banyak hal yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan seberapa dalam perasaan seseorang. Kedekatan budaya jadi salah satu faktornya, Vidi orang Indonesia, dikenal luas lewat lagu-lagu yang akrab ditelinga banyak orang sejak lama.

Sulli figur dari negara lain, dikenal lewat industri hiburan yang tidak semua orang Indonesia ikuti. Narasi penyebab kematian juga berperan besar. Sakit yang diperjuangkan bertahun-tahun terasa seperti kisah yang "pantas" dihormati dengan duka. Kematian yang berkaitan dengan perundungan online justru memaksa orang menghadapi pertanyaan yang lebih tidak nyaman: jangan-jangan aku juga ikut berkontribusi pada ini? Dititik inilah letak masalahnya.

Kita sering tanpa sadar menganggap kesedihan seseoranglebih "pantas" kalau ceritanya mudah diterima, bukan berdasarkan apakah perasaan itu benar-benar dialami. Padahal, duka yang paling "tidak nyaman" untuk dilihat, seperti duka atas Sulli, justru yang paling butuh diberi ruang. Duka itu terasa tidak nyaman bukan tanpa alasan.

Sebagian orang yang ikut berduka untuk Sulli dulu juga pernah ikut mengomentari atau menyerangnya. Jadi, yang mereka rasakan bukan cuma kehilangan, tapi juga rasa bersalah. Dan rasa bersalah itu sering lebih sulit diterima dibanding rasa sedih biasa, sehingga lebih mudah bagi orang lain untuk mencap duka itu sebagai kepalsuan, daripada mengakui bahwa dibaliknya ada penyesalan yang nyata.

Tentu, tidak semua duka di media sosial itu tulus. Ada juga orang yang ikut menulis ucapan belasungkawa bukan karena benar-benar merasa kehilangan, tapi karena ingin terlihat peduli, atau sekadar ikut arus percakapan yang sedang ramai. Fenomena ini nyata, dan kritik terhadapnya juga masuk akal. Tapi masalahnya, kita tidak bisa membedakan mana duka yang tulus dan mana yang sekadar ikut tren hanya dengan melihat dari luar.

Justru karena itu, mencurigai semua orang yang berduka secara pukul rata, apalagi berdasarkan asal figur publiknya, bukan berdasarkan bukti nyata bahwa dukanya palsu, adalah cara yang salah untuk menyaring mana duka yang asli. Kita akhirnya menghukum orang-orang yang benar-benar merasa kehilangan, hanya karena kebetulan cerita di balik kematian itu, tidak semudah kisah Vidi untuk diterima.

Lagipula, kalau alasan sebenarnya di balik sinisme itu bukan soal keaslian duka, melainkan soal ketidaknyamanan menghadapi rasa bersalah kolektif, seperti yang terjadi pada kasus Sulli, maka mencap orang lain "lebay" sebenarnya cuma cara untuk menghindar dari pertanyaan yang lebih sulit, apa peran kita sendiri dalam kematian itu.

Vidi Aldiano dan Sulli sama-sama meninggalkan rasa kehilangan bagi orang-orang yang sebenarnya tidak pernah mereka kenal secara langsung. Itu bukan hal yang aneh. Itu wajar terjadi ketika kita sudah bertahun-tahun "mengenal" seseorang lewat layar, meski mereka sendiri tidak pernah tahu kita ada. Yang perlu kita ubah bukan cara kita berduka, tapi cara kita menilai duka orang lain.

Daripada buru-buru bilang orang lain lebay atau cuma ikut-ikutan, ada baiknya kita bertanya dulu, kenapa kita lebih gampang percaya pada satu cerita duka, tapi curiga pada cerita duka yang lain?. Kadang jawabannya bukan soal orang yang sedang sedih itu, tapi soal cerita mana yang nyaman untuk kita dengar.

Daftar Pustaka

Hoffner, C. A., & Bond, B. J. (2022). Parasocial relationships, social media, & well-being.Current Opinion in Psychology, 45, 101306. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2022.101306Horton, D., & Wohl, R. R. (1956). Mass communication and para-social interaction:Observations on intimacy at a distance. Psychiatry, 19(3), 215–229.https://doi.org/10.1080/00332747.1956.11023049Schramm, H., Liebers, N., Biniak, L., & Dettmar, F. (2024). Research trends on parasocialinteractions and relationships with media characters: A review of 281 English andGerman-language studies from 2016 to 2020. Frontiers in Psychology, 15, 1418564.https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1418564Doka, K. J. (1989). Disenfranchised grief: Recognizing hidden sorrow. Lexington Books.

Oleh:  Silvi Dwi Cahyaningrum
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic
Via Esai
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Monday, August 17, 2026
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Thursday, September 10, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Suaramu Berharga, Suaraku Juga: Mahasiswa BK UNY Ajarkan Siswa SMP Negeri 3 Godean Menghargai Perbedaan Pendapat

PT. Media Apero Fublic- Wednesday, September 23, 2026 0
Suaramu Berharga, Suaraku Juga: Mahasiswa BK UNY Ajarkan Siswa SMP Negeri 3 Godean Menghargai Perbedaan Pendapat
APERO FUBLIC   I  SLEMAN.–   Pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) di SMP Negeri 3 Godean melibatkan 12 mahasiswa dari berbagai program studi untuk…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261957
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021367
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karanganyar Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kulon Progo Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Olaraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekalongan Pekanbaru Pelalawan Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Seminar SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Siak Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita Sleman SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Sragen Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara Sukoharjo SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Tegal Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi
    APERO FUBLIC   I  SLEMAN.--  Sebuah kegiatan outing kelas bertajuk "Pelestarian Budaya Lewat Permainan Tradisional" s...
  • Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa
    Sumber: pribadi/pedaljuara APERO FUBLIC   I  BEKASI.— Suasana di sekitar stan Bazaar Karya Juara perlahan berubah ketika siswa SMP Adisa mu...
  • Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017
    APERO FUBLIC  I  JAKARTA.—   Pemkab Musi Banyuasin menegaskan tetap mempedomani dan memberlakukan Permendagri Nomor 126 Tahun 2017 s...
  • Mengenal Buah Raman
    APERO FUBLIC.- Buah raman atau dikenal juga dengan nama buah aman, dan gandario. Buah asli endemik Indonesia ini banyak tumbuh di pulau ...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.–   Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang secara resmi mere...
  • Kunjungi Kandang Bebek Pak Senari: KKN MIT 167 UIN Walisongo Intip Perjalanan Telur Bebek dari Kandang Hingga Pemasok
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.-   Aktivitas peternakan bebek menjadi perhatian mahasiswa KKN MIT Posko 167 UIN Walisongo Semarang saa...
  • Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.–   Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Desa Wonotenggang, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, m...
  • Cegah Bahaya Narkoba Sejak Dini, Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Gelar Penyuluhan P4GN di SDN Brongkol 01
    APERO FUBLIC   I  SEMARANG.—   Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Inisiatif Terpadu (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang P...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019

Popular Post

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Monday, August 17, 2026
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Thursday, September 10, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo

KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo

Monday, September 07, 2026
Kunjungi Kandang Bebek Pak Senari: KKN MIT 167 UIN Walisongo Intip Perjalanan Telur Bebek dari Kandang Hingga Pemasok

Kunjungi Kandang Bebek Pak Senari: KKN MIT 167 UIN Walisongo Intip Perjalanan Telur Bebek dari Kandang Hingga Pemasok

Thursday, August 06, 2026
Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal

Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal

Saturday, August 29, 2026
Cegah Bahaya Narkoba Sejak Dini, Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Gelar Penyuluhan P4GN di SDN Brongkol 01

Cegah Bahaya Narkoba Sejak Dini, Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Gelar Penyuluhan P4GN di SDN Brongkol 01

Wednesday, August 19, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 73 Berita 1937 Berita Daerah 1815 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1251 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 128 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 12 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1234 Kesehatan 52 Kisah Legenda 10 Kuliner 34 Mitos 15 Opini 704 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 59 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 215 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 48 Video 19 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us