Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal
APERO FUBLIC I KENDAL.– Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Desa Wonotenggang, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, masih mempertahankan sejumlah tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satunya adalah tradisi Kalang, ritual kematian yang masih dikenal dan dijalankan oleh keturunan Kalang di wilayah setempat.
Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 167 berkesempatan hadir dan menyaksikan secara langsung salah satu rangkaian tradisi tersebut. Kehadiran mahasiswa menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat warisan budaya yang masih dipertahankan masyarakat Wonotenggang.
Dalam penuturan masyarakat setempat, tradisi Kalang berkaitan dengan penghormatan kepada anggota keluarga yang telah meninggal. Prosesi dan pengetahuan mengenai tradisi tersebut diwariskan melalui keluarga dan generasi ke generasi.
Salah satu rangkaian yang dikenal dalam tradisi Kalang adalah Sangonan. Dalam kegiatan tersebut, keluarga dan kerabat berkumpul sebagai bentuk dukungan kepada keluarga yang sedang berduka.
Tradisi Kalang juga memiliki sejumlah perlengkapan yang menjadi bagian dari prosesi, seperti pakaian peninggalan almarhum, boneka kayu atau puspa, serta griya-griyaan, yaitu rumah bambu berukuran kecil. Benda-benda tersebut memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan penghormatan dan pelepasan terhadap orang yang telah meninggal.
Rangkaian lainnya adalah melekan, yakni berjaga bersama keluarga pada malam hari sebelum prosesi tertentu dilaksanakan. Dalam rangkaian tersebut, doa dan ritual adat dilakukan bersama pemimpin ritual yang disebut Dukun Sonteng.
Bagi mahasiswa KKN, pengalaman tersebut memberikan pembelajaran langsung mengenai keberagaman budaya yang ada di lingkungan tempat mereka melaksanakan pengabdian. Mahasiswa tidak hanya mengenal tradisi dari cerita, tetapi dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat mempertahankan warisan leluhur.
Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa keberadaan tradisi lokal tidak terlepas dari peran masyarakat dalam mewariskan pengetahuan kepada generasi berikutnya. Di Wonotenggang, tradisi Kalang menjadi salah satu jejak budaya yang terus hidup melalui ingatan dan pewarisan antargenerasi.
Oleh: Tim KKN Posko 167
Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment