Feature
Kampus
Mahasiswi
Pendidikan
Penanaman Tanaman Hias Untuk Melatih Kemandirian ABK
Kegiatan penanaman tanaman hias
APERO FUBLIC I Menanam tanaman hias bunga pukul Sembilan ini diadakan pada setiap hari Jumat bulan Juli sampai dengan bulan September 2026 yang bertempat di samping ruangan tata graha, kegiatan menanam tanaman hias ini Adalah mata Pelajaran kokulikuler sehingga seluruh murid akan menanam tanaman sesuai dengan kesepakatan guru kelas.
Kegiatan menanam tanaman hias ini Gedung selatan dari rombel kelas 2 SDLB, rombel kelas 3 SDLB, rombel kelas 4A dan kelas 10A, kegiatan ini dapat digunakan untuk bekal murid untuk dapat mandiri jika kelak murid saat lulus sekolah nanti.
Kegiatan menanam tanaman hias ini dapat bermanfaat untuk memperindah lingkungan sekolah dan dapat digunakan murid untuk praktek secara langsung cara menanam tanaman hias, pelaksanaan menanam tanaman hias dilaksanakan setiap hari jumat pagi.
Sebelum melakukan penanaman tanaman hias, murid diberikan pemahaman materi tentang alat, bahan, dan cara menanam hingga merawat tanaman hias, tanaman hias ini ditaman di tutup botol galon air mineral kemudian di cat agar menarik. Kemudian pihak yang terlibat pada proses menanam tanaman hias ini Adalah guru, murid, dan mahasiswa PK (Dini Nur Sofiya Kuncoro).
Tanaman hias ini nantinya dapat berguna untuk memperindah lingkungan sekolah karena tanaman hias di tanam di pot daur ulang kemudian dipasang pada tembok Gedung sekolah, dan tanaman hias dapat berkembang dan tumbuh dengan banyak.
Kegiatan menanam tanaman hias ini sangat memberikan dampak yang positif bagi murid karena murid mendapat pengetahuan mengenai proses cara penanaman tanaman hias yang baik dan benar, tanaman hias ini sangat bermanfaat bagi memperindah lingkungan karena tanaman hias bunga pukul Sembilan selain itu jika menanam tanaman ini pada banyak pot dapat berkembang menjadi banyak.
Selama proses kegiatan menanam ini murid didampingi oleh guru dan mahasiswa agar kegiatan dapat berjalan secara kondusif, dan kegiatan ini dapat berkelanjutan saat murid lulus sekolah karena di sekolah sudah mempunyai bekal ilmu mengenai proses penanaman tanaman hias.
Dari kegiatan menanam tanaman hias dan merawat tanamannya ini dapat berjalan secara rutin agar tanaman hias bunga pukul Sembilan tidak layu dan mati, sehingga butuh dukungan dari guru untuk mengingatkan murid untuk menyiram tanaman hiasnya. Dan ilmu yang didapat murid saat menanam tanaman hias ini dapat dibawa saat murid sudah lulus sekolah nantinya.
Oleh: Dini Nur Sofiya Kuncoro
Mahasiswi Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment