Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah
APERO FUBLIC I SLEMAN-TURI.— Dukuh Gading Kulon, Kalurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, menjadi lokasi penyelenggaraan sosialisasi dan workshop pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan lilin aromaterapi. Kegiatan yang digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026, pukul 10.00–12.00 WIB bertempat di kediaman Bapak Sugeng selaku Ketua RT 06 ini menyasar ibu-ibu rumah tangga dari RW 21 dan dua RT di wilayah tersebut. Workshop ini diikuti oleh kurang lebih 25 peserta, termasuk beberapa tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan ini merupakan program kerja utama individu dari Lisa Mawardah, mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang berfokus pada bidang pemasaran. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKNM) Kelompok 29228 UNY Tahun 2026.
Kegiatan ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, yang selama ini kerap dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan. Melalui pelatihan ini, warga diajak untuk melihat limbah dapur tersebut bukan sekadar sampah, melainkan bahan baku yang bisa disulap menjadi produk bernilai ekonomis.
Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan pada seluruh rangkaian proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi beraroma lavender. Prosesnya diawali dengan tahap penjernihan minyak menggunakan bleaching earth yang didiamkan selama satu hari hingga kotoran mengendap sempurna. Tahap berikutnya adalah netralisasi bau menggunakan arang aktif, yang juga membutuhkan waktu satu hari agar aroma tidak sedap khas minyak bekas benar-benar hilang.
Setelah minyak bersih dan netral, proses dilanjutkan dengan memanaskan minyak dan mencampurkannya dengan parafin wax serta stearin acid hingga larut sempurna. Campuran kemudian diberi pewarna oil dan fragrance oil beraroma lavender, sebelum akhirnya dituang ke dalam cetakan yang telah dipasangi sumbu.
Sebagai sentuhan akhir, permukaan lilin yang mulai mengeras dihias dengan taburan bunga lavender kering, memberikan tampilan yang menarik sekaligus menambah nilai jual produk.
Antusiasme ibu-ibu peserta terlihat sepanjang jalannya kegiatan.
Selain mendapatkan pengetahuan baru, mereka juga berkesempatan mempraktikkan langsung setiap tahapan pembuatan lilin di bawah pendampingan Lisa Mawardah selaku penanggung jawab program. Harapannya, keterampilan ini tidak berhenti di ruang pelatihan saja, melainkan dapat dipraktikkan secara mandiri di rumah masing-masing.
Ketua RW 21, Bapak Wawan Susanto, turut memberikan tanggapan positif terkait pelaksanaan workshop ini. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya sebagai solusi penerangan saat terjadi pemadaman listrik darurat.
“Berterima kasih dengan adanya agenda workshop ini, sangat bermanfaat bagi masyarakat sebagai penerangan ketika darurat mati listrik. Selain itu, dari sisi ekonomi bisa menjadi peluang usaha dan menjadi bekal untuk masyarakat agar bisa berkreasi sendiri sehingga menjadi sumber ekonomi. Agenda ini sekaligus menjadi penambahan wawasan untuk masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan ibu-ibu, Ibu Murniningsih, yang juga bertindak sebagai tuan rumah pada kegiatan kali ini turut menyampaikan tanggapannya. Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat besar dalam upaya pengurangan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.
“Dari sisi kemanfaatan, acara ini sangat-sangat bermanfaat untuk mengurangi limbah rumah tangga dan bisa menjadi salah satu ide bisnis dengan memanfaatkan bahan-bahan di sekitar kita, salah satunya minyak jelantah,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan membawa dua manfaat sekaligus: mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu di Gading Kulon. Produk lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini berpotensi dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan rumahan yang dapat menambah pemasukan keluarga.
Melalui program ini, Lisa Mawardah berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Gading Kulon, sejalan dengan bidang keilmuan pemasaran yang ditekuninya, yakni dengan mendorong terciptanya produk rumahan yang memiliki nilai jual dan berdaya saing.
Terselenggaranya kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Lisa Mawardah menyampaikan terima kasih kepada anggota Teman teman yang telah membantu mendampingi dan memandu jalannya acara, yaitu Arlinda Aisya M., Berliana Ata Rizky Safitri, Iqbal Mustafa, Fahriza Iffah Handayani, dan Caravella Zahra.
Oleh: Tim KKN-M Gading Kulon
Liputan: Lisa Mawardah
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKNM) Kelompok 29228 UNY Tahun 2026.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment