Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Ubah Sampah Dapur Jadi Berkah: Mahasiswa KKNT IPB University Ajak Ibu-Ibu PKKDesa Pesantunan Sulap Limbah Organik Jadi Eco-Enzyme
Foto proses pemotongan sampah dapur untuk dijadikan limbah organik Eco-Enzyme
(dokumentasi pribadi)
APERO FUBLIC I PESANTUNAN, BREBES.— Masalah sampah rumah tangga kerap menjadi persoalan lingkungan yang tak kunjung usai. Namun, di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University, sampah dapur justru disulap menjadi cairan multifungsi yang kaya manfaat.
Melalui program kerja edukatif, tim mahasiswa KKNT IPB University menggelar kegiatan
"Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme" yang melibatkan puluhan kader dan
anggota Ibu-Ibu Penggerak PKK Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten
Brebes, Jawa Tengah.
Kegiatan yang dipandu oleh Yeni selaku pembawa acara ini berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari warga lokal.
Sinergi untuk Lingkungan yang Lebih Hijau
Foto ibu-ibu PKK Desa Pesantunan praktik langsung membuat limbah organik jadi
Eco-Enzyme (dokumentasi pribadi).
Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama yang dipimpin oleh Septian, dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Koordinator Desa (Kordes) KKNT IPB University, Rafif, serta perwakilan penggerak PKK Desa Pesantunan.
Dalam sambutannya, Rafif menyampaikan bahwa program ini hadir sebagai solusi praktis
dan ekonomis dalam mengelola limbah rumah tangga berbasis pemberdayaan masyarakat.
"Pengelolaan sampah tidak harus rumit. Dengan teknik yang tepat, limbah kulit buah dan sayuran yang biasanya dibuang begitu saja dapat kita olah menjadi produk berdaya guna
tinggi," ujar Rafif.
Foto pemaparan materi dan praktik langsung pembuatan limbah organik menjadi
Eco-Enzyme (dokumentasi pribadi).
Solusi Praktis dari Dapur: Mengolah Limbah Jadi Eco-Enzyme
Masuk pada sesi inti, pemaparan materi sekaligus praktik pembuatan eco-enzyme dipandu langsung oleh Christy dan tim mahasiswa IPB University. Ibu-ibu PKK diperkenalkan dengan konsep dasar eco-enzyme—sebuah cairan hasil fermentasi sampah organik dapur (seperti kulit buah dan sisa sayuran fresh), gula (gula merah/molase), dan air dengan perbandingan tertentu.
Tidak hanya mendengarkan teori, para peserta diajak untuk mempraktikkan langsung
langkah-langkah pembuatannya, mulai dari:
● Memilah jenis sampah organik yang cocok (tidak membusuk/berjamur).
● Menimbang bahan sesuai rasio tepat.
● Mencampurkan bahan ke dalam wadah tertutup untuk proses fermentasi selama 3
bulan. Cairan hasil olahan eco-enzyme ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pembersih lantai alami, pupuk tanaman, pembersih pestisida pada sayuran, hingga penstabil ekosistem air.
Penyerahan Limbah Organik Eco-Enzyme
Foto bersama dengan ibu ibu PKK desa Pesantunan setelah selesainya penyerahan dan pembuatan Eco-Enzyme (dokumentasi pribadi).
Sebagai bentuk dukungan nyata agar program ini berlanjut di tingkat rumah tangga, acara
dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis pembuatan eco-enzyme dari Kordes KKNT IPB University kepada perwakilan Ibu-Ibu PKK Desa Pesantunan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT IPB University berharap masyarakat Desa
Pesantunan dapat secara mandiri mengimplementasikan pembuatan eco-enzyme, mengurangi volume sampah yang terbuang ke TPA, serta menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan mandiri secara ekologis.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan
komitmen menjaga kelestarian lingkungan Desa Pesantunan.
"Inovasi kelestarian lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi mahal, cukup
kepedulian untuk mengolah apa yang ada. Melalui Eco-Enzyme, kami ingin membuktikan
bahwa sampah hari ini bisa menjadi solusi kehidupan untuk esok hari di Desa Pesantunan."
Oleh: Perwakilan Mahasiswa KKNT IPB University Desa Pesantunan.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment