Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Tanamkan Perilaku Hidup Bersih Sejak Dini, KKN UIN Walisongo Edukasi PHBS dan Kenalkan Program Bank Sampah di SDN Rejosari
APERO FUBLIC I KENDAL. -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 205 melakukan sosialisasi cara mencuci tangan yang benar di SD Negeri Rejosari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, sebagai upaya untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak usia dini, Kamis (6/08/2026).
Kegiatan sosialisasi ini diikuti dengan sangat antusias oleh seluruh siswa kelas 3 yang berjumlah 35 orang. Selama kegiatan berlangsung, sosialisasi dirancang secara menyenangkan dan interaktif agar materi lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Materi yang disampaikan meliputi cara mencuci tangan yang benar serta pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Siswa diajak untuk memahami dan membedakan antara sampah organik dan anorganik. Edukasi pemilahan sampah ini sekaligus menjadi langkah awal pengenalan program Bank Sampah di lingkungan sekolah.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, tim KKN Posko 205 juga memfasilitasi SDN Rejosari dengan menyediakan dan menyerahkan 2 (dua) set tempat sampah. Uniknya, tempat sampah ini merupakan hasil kreativitas pemanfaatan barang bekas, yang dirakit dari potongan galon dan besi ram.
Sosialisasi ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar di kehidupan sehari-hari dan juga membiasakan pola hidup sehat dengan cara mencuci tangan yang baik dan benar.
Praktik Langsung yang Antusias
Setelah pemaparan materi di dalam kelas, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di halaman sekolah. Koordinator Kesehatan dan Lingkungan (Kesling) KKN MIT 22 Posko 205, Dhira, memimpin langsung sesi praktik mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta praktik memilah sampah.
"Anak-anak sangat semangat saat diajak mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan. Kami menggunakan metode yang interaktif agar mereka lebih mudah menghafal gerakannya. Selain itu, dengan adanya tempat sampah dari potongan galon dan besi ram yang sudah kami bedakan peruntukannya, siswa bisa langsung mempraktikkan cara memilah sampah organik dan anorganik. Harapannya, kebiasaan sederhana ini bisa menjadi benteng kesehatan mereka sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan," ujar Dhira.
Harapan dan Dukungan Penuh
Koordinator Desa (Kordes) Posko 205, Ilham, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya terhadap pihak sekolah yang telah menyambut baik program kerja dari mahasiswa KKN.
"Kami sangat berterima kasih kepada kepala sekolah dan dewan guru SDN Rejosari yang telah memberikan ruang dan waktu bagi kami. Sosialisasi PHBS dan pengenalan dasar Bank Sampah ini adalah salah satu program prioritas kami di bidang kesehatan lingkungan. Pemberian 2 set tempat sampah daur ulang ini juga menjadi simbolis ajakan kami agar fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pihak sekolah," tutur Ilham.
Pihak SDN Rejosari menyambut positif kegiatan ini, mengingat edukasi terkait kebersihan dan pengelolaan sampah sangat sejalan dengan program sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan asri.
Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi penyerahan tempat sampah secara simbolis, foto bersama, serta pembagian hadiah bagi siswa-siswi yang berani maju mempraktikkan materi dari tim KKN. Melalui sinergi ini, Mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 205 berharap budaya hidup bersih dan peduli sampah tidak hanya menjadi teori di kelas, melainkan terus diterapkan oleh para siswa di rumah dan lingkungan masyarakat luas.
Oleh: Tim KKN Posko 205
Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo, Semarang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment