Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Dorong Pengembangan UMKM di Kemang Tanduk, KKN UIN Raden Fatah Kenalkan Pemasaran Digital
APERO FUBLIC I PRABUMULIH.– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 85 Kelompok 55 dan Kelompok 56 UIN Raden Fatah Palembang menggelar sosialisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendorong masyarakat Desa Kemang Tanduk, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Prabumulih, memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha dan memperluas pemasaran produk, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Kantor Desa Kemang Tanduk tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengembangan UMKM melalui pemasaran digital. Mahasiswa mengajak warga untuk mulai mengenalkan produk secara online sehingga usaha yang selama ini mengandalkan penjualan secara langsung dapat menjangkau konsumen di luar desa.
Salah satu pemateri dari KKN Kelompok 56, Nabila Suci Rahmadani, mengatakan pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM di Desa Kemang Tanduk untuk mengembangkan usaha dan mengenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
“Tujuannya agar mereka tidak stuck di jualan offline, tetapi bisa ke online juga. Masih banyak yang belum mengenalkan produknya kepada masyarakat di luar desa,” ujar Nabila.
Menurutnya, Desa Kemang Tanduk memiliki potensi UMKM yang dapat dikembangkan melalui pemasaran digital, salah satunya kerajinan anyaman. Produk lokal tersebut dinilai memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas apabila dipromosikan melalui media digital.
“Anyaman itu kan selama ini cuma offline. Kalau dikembangkan ke online, bisa lebih dikenal lagi bahwa di desa ini ada UMKM anyaman,” katanya.
Selain pemasaran digital, mahasiswa juga mengenalkan penggunaan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran non-tunai yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM. Pengenalan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengikuti perkembangan transaksi digital sekaligus memberikan kemudahan dalam kegiatan jual beli.
Ketua TP PKK Desa Kemang Tanduk, Ayu Sri Wulandari, A.M.Keb., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi memberikan pemahaman baru kepada ibu-ibu PKK mengenai UMKM dan mendorong mereka untuk lebih semangat mengembangkan usaha.
“Alhamdulillah bermanfaat informasinya. Jadi ibu-ibu lebih tahu, oh ternyata UMKM itu seperti ini. Biasanya kan cuma jual-jualan,” ujarnya.
Ayu juga mengatakan sejumlah warga Desa Kemang Tanduk telah memiliki usaha, termasuk kerajinan anyaman dan produk tempat buah. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi dorongan bagi masyarakat yang telah memiliki usaha untuk mengembangkan produknya, sekaligus membuka peluang bagi warga lain untuk memulai usaha baru.
“Harapannya, semoga setelah penyampaian dari adik-adik KKN, ibu-ibunya bisa lebih semangat. Yang belum memiliki UMKM bisa membuat usaha baru,” katanya.
Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 55 dan Kelompok 56 berharap masyarakat dapat mulai memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari pengembangan UMKM di Desa Kemang Tanduk. Pemanfaatan pemasaran online diharapkan dapat memperluas jangkauan produk lokal, membuka peluang usaha, dan turut mendorong pertumbuhan perekonomian desa.
Penulis: Nabila Seftiani
Mahasiswa Kelompok 55 Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang Angkatan 85
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment