Feature
JATENG
Kampus
Kendal
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Peduli Informasi Publik, KKN UIN Walisongo Hadirkan 10 Plank Penunjuk Fasilitas Umum di Desa Wonotenggang
APERO FUBLIC I WONOTENGGANG.-- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 167 UIN Walisongo Semarang melaksanakan pemasangan plank atau papan penunjuk fasilitas umum di Desa Wonotenggang pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja yang bertujuan meningkatkan kemudahan akses informasi bagi masyarakat, baik warga setempat maupun pendatang yang memiliki keperluan di desa tersebut. Sebanyak 10 plank dipasang di berbagai titik strategis agar masyarakat lebih mudah menemukan lokasi fasilitas umum yang tersedia di Desa Wonotenggang.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Wonotenggang. Sejak awal pelaksanaan hingga seluruh plank selesai dipasang, mahasiswa KKN didampingi langsung oleh perangkat desa, Pak Kasmudi, yang mengoordinasikan sekaligus mengarahkan titik-titik pemasangan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi antara mahasiswa dan pemerintah desa tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kegiatan berjalan lancar dan selesai dalam waktu satu hari.
Kegiatan pemasangan plank dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum pemasangan dilakukan, seluruh peserta KKN bersama perangkat desa melakukan koordinasi singkat mengenai lokasi-lokasi yang dinilai strategis untuk pemasangan papan petunjuk. Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan akses jalan, mobilitas masyarakat, serta kemudahan bagi pengunjung yang datang ke Desa Wonotenggang.
Setelah proses koordinasi selesai, mahasiswa KKN secara bergotong royong membawa perlengkapan dan memasang plank di titik-titik yang telah ditentukan. Selama proses berlangsung, Pak Kasmudi memberikan arahan teknis mengenai posisi pemasangan agar papan penunjuk mudah terlihat oleh pengguna jalan serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun lalu lintas di sekitar lokasi.
Pemasangan plank fasilitas umum ini dilatarbelakangi oleh keinginan mahasiswa KKN MIT 167 UIN Walisongo untuk memberikan kontribusi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Meski selama ini masyarakat Desa Wonotenggang telah mengetahui letak berbagai fasilitas umum, keberadaan papan penunjuk dinilai tetap penting, terutama bagi masyarakat dari luar desa yang belum mengenal wilayah tersebut.
Dengan adanya papan penunjuk yang jelas, masyarakat diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan saat mencari lokasi fasilitas umum maupun kantor pelayanan desa. Selain meningkatkan kemudahan akses informasi, keberadaan plank juga diharapkan dapat mendukung pelayanan publik agar lebih efektif dan efisien.
Kasmudi selaku perangkat Desa Wonotenggang mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN MIT 167 UIN Walisongo Semarang yang telah menghadirkan program tersebut. Menurutnya, keberadaan plank akan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
"Dengan adanya pemasangan plank ini, masyarakat sangat terbantu. Memang di sini penunjuk fasilitas umumnya sudah cukup jelas, tetapi dengan adanya gerakan dari KKN UIN Walisongo kami sangat support dan mendukung. Semoga papan penunjuk ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat," ujar Kasmudi.
Dukungan dari pemerintah desa menunjukkan bahwa program kerja mahasiswa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat. Kolaborasi yang terjalin selama kegiatan menjadi gambaran bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat menghasilkan program yang berdampak positif.
Mahasiswa KKN MIT 167 UIN Walisongo Semarang juga menilai bahwa pemasangan plank merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang sederhana, tetapi memiliki manfaat besar. Papan penunjuk tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, melainkan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola lingkungan desa yang lebih tertata.
Selama proses pemasangan, seluruh peserta KKN bekerja sama membagi tugas mulai dari pengangkutan material, penempatan plank, hingga pemasangan di setiap lokasi. Semangat gotong royong terlihat sepanjang kegiatan sehingga seluruh target pemasangan sebanyak 10 titik dapat diselesaikan sesuai rencana dalam satu hari.
Keberhasilan penyelesaian program ini menjadi bukti bahwa perencanaan yang matang serta kerja sama yang baik antara mahasiswa dan pemerintah desa mampu menghasilkan kegiatan yang efektif. Selain itu, komunikasi yang terjalin selama pelaksanaan juga memudahkan proses penentuan lokasi sehingga setiap plank dipasang pada titik yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap keberadaan papan penunjuk fasilitas umum dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Tidak hanya membantu warga Desa Wonotenggang dalam memperoleh informasi mengenai lokasi fasilitas umum, tetapi juga mempermudah masyarakat dari luar desa yang datang untuk mengurus berbagai keperluan administratif maupun kegiatan lainnya.
Ke depan, mahasiswa KKN MIT 167 UIN Walisongo Semarang berharap fasilitas yang telah dipasang dapat dirawat bersama oleh masyarakat dan pemerintah desa sehingga tetap terjaga kualitasnya serta dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Dengan demikian, hasil pengabdian mahasiswa tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, melainkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wonotenggang sebagai bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa.
Oleh: Zakiyatut Rohmaniah
Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 167.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment