Feature
Geografi
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Mahasiswa KKN Undip Petakan Titik Rawan Kecelakaan, Susun Peta Risiko K3 sebagai Bahan Rekomendasi Desa
APERO FUBLIC I KLATEN.— Nadhira Rindya Naura, mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip), melaksanakan program kerja berupa survei dan pemetaan sederhana titik-titik rawan kecelakaan sebagai upaya mendukung keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini dilakukan melalui pengumpulan informasi dari warga pada 30 Juli 2026 dan dilanjutkan dengan penyusunan peta risiko K3 desa yang diserahkan kepada Balai Desa pada 15 Agustus 2026.
Memetakan Titik yang Berpotensi Menimbulkan Kecelakaan
Program ini berangkat dari kebutuhan untuk mengetahui lokasi-lokasi yang memiliki potensi risiko kecelakaan di lingkungan masyarakat. Pemetaan difokuskan pada dua kelompok lokasi, yaitu area kerja tani dan kandang ayam yang memiliki risiko cedera kerja, serta jalur jalan yang kondisinya gelap dan sering dilalui oleh anak-anak.
Untuk memperoleh gambaran kondisi di lapangan, Nadhira melakukan pengumpulan data dengan mewawancarai warga sekitar pada 30 Juli 2026. Informasi dari warga digunakan untuk mengidentifikasi titik yang dinilai rawan, kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, serta lokasi yang membutuhkan perhatian lebih.
Wawancara Warga Menjadi Dasar Pemetaan
Wawancara dilakukan sebagai bagian dari survei sederhana agar pemetaan yang disusun berdasarkan kondisi dan pengalaman masyarakat di sekitar lokasi. Data yang terkumpul kemudian dirangkum untuk menentukan titik-titik yang perlu dimasukkan ke dalam peta risiko K3 desa.
Melalui pendekatan tersebut, peta tidak hanya menunjukkan lokasi secara visual, tetapi juga menjadi gambaran awal mengenai area yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan kecelakaan. Hasil pemetaan diharapkan dapat membantu perangkat desa melihat prioritas penanganan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Peta Risiko K3 Diserahkan kepada Balai Desa
Setelah proses pengumpulan data dan pemetaan selesai, hasil berupa peta titik risiko kecelakaan diserahkan kepada Balai Desa pada 15 Agustus 2026. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan hasil kegiatan KKN sebagai bahan informasi yang dapat digunakan oleh perangkat desa dalam menentukan tindak lanjut.
Dengan adanya peta risiko K3 desa, perangkat desa diharapkan memiliki gambaran yang lebih terarah mengenai lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, baik yang berkaitan dengan aktivitas kerja masyarakat maupun kondisi jalur yang digunakan warga dan anak-anak.
Diharapkan Menjadi Dasar Penanganan Prioritas
Nadhira berharap hasil pemetaan sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan perangkat desa, khususnya sebagai bahan rekomendasi dalam menentukan prioritas penanganan titik rawan kecelakaan. Identifikasi awal tersebut juga diharapkan dapat mendorong perhatian terhadap aspek keselamatan sebelum terjadi kecelakaan di lokasi-lokasi yang telah terpetakan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melalui pendekatan berbasis kondisi lapangan dan informasi dari masyarakat. Dengan tersedianya peta risiko K3, informasi mengenai titik rawan dapat lebih mudah digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya peningkatan keselamatan di desa.
Oleh: Tim KKN Desa Sribit
Liputan: Nadhira Rindya Naura
Editor. Tim Redaksi
Artikel ini merupakan bagian dari rangkaian publikasi Program Kerja Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tahun 2026 di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment